Badan Intelijen: Iran-Rusia Kembali Serang Pilpres AS
Elshinta
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Badan Intelijen: Iran-Rusia Kembali Serang Pilpres AS
VOA Indonesia - Badan Intelijen: Iran-Rusia Kembali Serang Pilpres AS
Badan-badan intelijen Amerika menuduh Iran dan Rusia mencoba menggunakan data pendaftaran pemilih dalam "upaya yang sungguh-sungguh" untuk menyebar kekacauan dan kebingungan menjelang pemilihan presiden Amerika pada 3 November. Direktur Intelijen Nasional John Ratcliffe mengumumkan itu dalam konferensi pers yang dilakukan dengan tergesa-gesa pada Rabu (21/10) malam. Ia berusaha meyakinkan orang Amerika dan berjanji akan memaksa negara manapun yang tertangkap ikut campur, untuk menanggung "biaya dan konsekuensi."   "Kami mengonfirmasi bahwa sebagian informasi pendaftaran pemilih telah diperoleh Iran, dan secara terpisah, oleh Rusia," katanya. Ia menambahkan kedua negara "telah mengambil tindakan khusus untuk memengaruhi opini publik terkait pilpres Amerika." Ratcliffe tidak mengatakan bagaimana Rusia menggunakan informasi tersebut, tetapi menyalahkan aktor-aktor siber Iran yang berada di balik kegiatan itu dalam 24 jam sebelumnya. Ia mengatakan beberapa di antaranya tampaknya dirancang untuk merugikan Presiden Donald Trump. Kementerian luar negeri Iran, Rabu (21/10), menolak tuduhan Amerika itu dan menyebutnya "tidak berdasar." Mereka juga memanggil duta besar Swiss, yang mewakili kepentingan Amerika di Iran karena kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik. Penyelidik melacak email-email, yang diduga berasal dari Proud Boys, kelompok sayap kanan yang mendukung presiden. Email-email itu dikirim ke pemilih di setidaknya empat negara bagian, mencakup Arizona, Alaska, Pennsylvania, dan Florida. Para pemilih, umumnya terdaftar sebagai Demokrat, diberitahu untuk memilih Trump pada Hari Pemilihan. Kalau tidak, mereka akan "mengejar". Perwakilan dari Proud Boys membantah terlibat. Selain email-email itu, Ratcliffe mengatakan Iran juga bertanggung jawab atas pendistribusian video yang menyiratkan bahwa sebagian pemilih mungkin memberikan surat suara yang dicurangi. [ka/ab]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Pastikan 2  Demonstran Alami Luka Tembak Akibat Bentrokan di Thailand
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Polisi Thailand,  Rabu (18/11), memberikan konfirmasi bahwa dua orang terluka oleh tembakan. Apara...
Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Sewaktu Latihan
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Militer Taiwan mengatakan, Rabu (18/11), salah satu jet tempur F-16 milik angkatan udaranya menghila...
Badai Iota Melemah, Bergerak Menuju Honduras
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Iota terus menerjang Nikaragua dengan angin kencang dan hujan lebat meskipun telah melemah menjadi b...
Pawai Mardi Gras Dibatalkan di AS, Kota-Kota Perketat Restriksi COVID-19
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Pawai-pawai Mardi Gras telah dibatalkan di New Orleans, sebut pemerintah kota itu hari Selasa (17/...
Penyelidikan Praktik Cuci Uang Hentikan Rencana Pembukaan Kasino di Sydney
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Sebuah kasino bernilai miliaran dolar di Sydney tidak akan diizinkan beroperasi sesuai rencana bulan...
Kunjungan Menlu Bahrain ke Israel Isyaratkan Menghangatnya Hubungan
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Menteri luar negeri Bahrain mengunjungi Israel, Rabu (18/11), isyarat terbaru mengenai hubungan yang...
Peringatkan Bahaya Kelaparan, PBB Keluarkan $100 Juta untuk 7 Negara
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Kantor Urusan Bantuan Kemanusiaan PBB mengeluarkan dana bantuan darurat sebesar 100 juta dolar ke...
Mungkinkah Vaksinasi Massal COVID-19 Bisa Dilakukan Akhir 2020?
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Presiden Joko Widodo mengatakan program vaksinasi massal COVID-19 bisa dilaksanakan menjelang akhir ...
Pemerintah Targetkan 107 juta Orang Akan Divaksinasi Covid-19 
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Pemerintah akan melakukan vaksinasi anti-Covid-19 terhadap 107 juta orang orang atau 67 persen dari ...
IAEA Konfirmasi Laporan Terkait Pengoperasian Nuklir Sentrifugal Iran 
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Badan pengawas atom PBB (IAEA) mengonfirmasi laporan bahwa Iran memulai pengoperasian sentrifugal ya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV