China Ancam Pembalasan Atas Penjualan Senjata AS ke Taiwan 
Elshinta
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
China Ancam Pembalasan Atas Penjualan Senjata AS ke Taiwan 
VOA Indonesia - China Ancam Pembalasan Atas Penjualan Senjata AS ke Taiwan 
China, Kamis (22/10), mengancam akan melakukan pembalasan yang sah dan perlu atas penjualan sejumlah rudal AS bernilai $ 1 miliar ke Taiwan. Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Rabu (21/10), pihaknya menyetujui penjualan 135 rudal udara-ke-darat ke Taiwan dalam langkah yang menurut Kementerian Pertahanan Taiwan akan membangun kemampuan tempurnya, sebagaimana dilansir dari AFP. Taiwan yang demokratis dan memerintah sendiri terus-menerus hidup di bawah ancaman invasi Beijing yang otoriter. Pimpinan China memandang pulau itu sebagai bagian dari wilayah mereka dan berjanji suatu hari kelak akan merebut pulau itu, dengan kekerasan jika perlu. Kementerian Luar Negeri China, Kamis (22/10), menuduh AS melanggar perjanjian yang ditandatangani oleh Beijing dan Washington pada 1970-an yang mengukuhkan hubungan diplomatik antara kedua pemerintah. “Penjualan itu mengirim sinyal yang sangat keliru ke pasukan separatis yang memperjuangkan kemerdekaan Taiwan, dan merusak secara serius hubungan China-AS," kata juru bicara kementerian itu, Zhao Lijian, pada konferensi pers reguler. Zhao mengatakan China akan "membuat tanggapan yang sah dan perlu tergantung pada perkembangan situasi.” Beijinh telah meningkatkan tekanan diplomatik dan militer terhadap Taiwan sejak keterpilihan Presiden Tsai Ing-wen pada 2016.  Tsai memandang pulau itu sebagai negara berdaulat de facto dan bukan bagian dari "Satu China." Jet-jet tempur dan pembom China telah memasuki zona pertahanan udara Taiwan dengan frekuensi yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir, sementara film-film propaganda yang menunjukkan serangan simulasi di wilayah seperti Taiwan banyak beredar. China juga telah melancarkan rangkaian usaha diplomatik untuk menarik dukungan sekutu-sekutu resmi Taiwan. Taiwan memiliki hubungan diplomatik dengan hanya 15 negara saat ini. Tiga pemerintahan AS sebelumnya bersikap hati-hati dalam menjalin kesepakatan besar terkait senjata dengan Taipei karena khawatir menimbulkan kemarahan Beijing. [ab/ka]  
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Pastikan 2  Demonstran Alami Luka Tembak Akibat Bentrokan di Thailand
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Polisi Thailand,  Rabu (18/11), memberikan konfirmasi bahwa dua orang terluka oleh tembakan. Apara...
Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Sewaktu Latihan
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Militer Taiwan mengatakan, Rabu (18/11), salah satu jet tempur F-16 milik angkatan udaranya menghila...
Badai Iota Melemah, Bergerak Menuju Honduras
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Iota terus menerjang Nikaragua dengan angin kencang dan hujan lebat meskipun telah melemah menjadi b...
Pawai Mardi Gras Dibatalkan di AS, Kota-Kota Perketat Restriksi COVID-19
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Pawai-pawai Mardi Gras telah dibatalkan di New Orleans, sebut pemerintah kota itu hari Selasa (17/...
Penyelidikan Praktik Cuci Uang Hentikan Rencana Pembukaan Kasino di Sydney
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Sebuah kasino bernilai miliaran dolar di Sydney tidak akan diizinkan beroperasi sesuai rencana bulan...
Kunjungan Menlu Bahrain ke Israel Isyaratkan Menghangatnya Hubungan
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Menteri luar negeri Bahrain mengunjungi Israel, Rabu (18/11), isyarat terbaru mengenai hubungan yang...
Peringatkan Bahaya Kelaparan, PBB Keluarkan $100 Juta untuk 7 Negara
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Kantor Urusan Bantuan Kemanusiaan PBB mengeluarkan dana bantuan darurat sebesar 100 juta dolar ke...
Mungkinkah Vaksinasi Massal COVID-19 Bisa Dilakukan Akhir 2020?
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Presiden Joko Widodo mengatakan program vaksinasi massal COVID-19 bisa dilaksanakan menjelang akhir ...
Pemerintah Targetkan 107 juta Orang Akan Divaksinasi Covid-19 
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Pemerintah akan melakukan vaksinasi anti-Covid-19 terhadap 107 juta orang orang atau 67 persen dari ...
IAEA Konfirmasi Laporan Terkait Pengoperasian Nuklir Sentrifugal Iran 
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Badan pengawas atom PBB (IAEA) mengonfirmasi laporan bahwa Iran memulai pengoperasian sentrifugal ya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV