Kasus Bunuh Diri Akibat Covid-19 di Malawi Meningkat
Elshinta
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:33 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kasus Bunuh Diri Akibat Covid-19 di Malawi Meningkat
VOA Indonesia - Kasus Bunuh Diri Akibat Covid-19 di Malawi Meningkat
Malawi mencatat peningkatan kasus bunuh diri hingga 57 persen selama pandemi virus corona. Para psikolog menduga hilangnya harapan untuk menghadapi pembatasan sosial dan masalah perekonomian akibat Covid-19 menjadi penyebab utama.  Emily Luangwa mengingat kembali bagaimana saudara lelakinya merasa tertekan untuk membayar utang kreditur sebelum ia mengakhiri hidupnya sendiri Agustus lalu. Ia mengatakan, akibat Covid-19, usahanya tidak berjalan normal. Akibat tekanan dari pemberi pinjaman, saudaranya mencoba menjual sebagian dari hasil usaha tani, akan tetapi uang yang didapat tidak cukup menutupi utang tersebut. Menurutnya, hal itu mendorongnya untuk gantung diri di sebuah pohon di samping kebunnya. Luangwa mengatakan bahwa mendiang meninggalkan surat yang menjelaskan bahwa ia memutuskan untuk mengakhiri hidup karena tak bisa lagi menghadapi tekanan dari kreditur yang mengancam akan menyita hartanya dalam tujuh hari. Kisah itu adalah salah satu contoh penyebab melonjaknya angka bunuh diri di Malawi tahun ini. Peter Kalaya, wakil juru bicara nasional Kepolisian Malawi mengatakan, “Catatan yang kami punya dari beberapa kantor polisi menunjukkan bahwa pada tahun 2019 dalam periode ini, 116 orang melakukan bunuh diri, sementara tahun ini, 2020, total sebanyak 182 orang telah mengakhiri hidup mereka, yang artinya ada kenaikan 57 persen.” Kalaya mengatakan mayoritas adalah laki-laki. “Saya perlu menambahkan bahwa lebih banyak pria melakukan bunuh diri ketimbang perempuan, karena berdasarkan angka di sini, 92 persen korban bunuh diri adalah laki-laki, sementara sisanya, 8 persen, perempuan. Ini adalah sesuatu yang mengkhawatirkan bagi kami polisi,” tambahnya. Betchani Tchereni adalah dosen Ekonomi di Universitas Malawi. “Dengan masalah Covid-19, Anda akan mendapati sejumlah orang kehilangan pekerjaan. Bayangkan, 270 ribu orang jadi pengangguran. Hal itu berarti sekitar 2,7 juta orang terlilit masalah, karena satu pekerjaan di Malawi mewakili 10 orang per keluarga. Jadi apabila mereka kehilangan harapan dan menjadi depresi, hal itu bisa mengarah pada skenario terburuk, yaitu bunuh diri,” ujarnya. Dr. Moses Muotcha adalah psikolog klinis di Perguruan Tinggi Perawatan Kamuzu. Ia meyakini peningkatan kasus bunuh diri sebagian besar disebabkan oleh kurangnya keterampilan dalam mengatasi masalah sosial dan ekonomi akibat Covid-19. Muotcha mengatakan itulah sebabnya mengapa pria, yang sebagian besar menjadi tulang punggung keluarga, mendominasi kasus bunuh diri. “Perempuan, ketika mereka menghadapi masalah, mereka mampu mengungkapkannya. Seringkali mereka mencurahkan hati ke teman-teman mereka. Sementara pria, dengan budaya bahwa laki-laki tidak boleh menangis, mereka tidak berusaha mencari pertolongan. Jadi jika mereka tidak mampu mengisi perut keluarga mereka, mereka pikir jalan keluar yang terbaik adalah bunuh diri.” Muotcha juga mengatakan bahwa kurangnya ahli dan institusi kesehatan jiwa di Malawi menjadi tantangan bagi salah satu negara termiskin di Afrika tersebut. Malawi hanya memiliki satu rumah sakit jiwa dan beberapa ahli kesehatan jiwa yang bertugas di rumah sakit lain pun sudah kewalahan. Juru bicara kepolisian, Kalaya, mengatakan bahwa pihaknya mencoba membantu melalui Unit Bantuan Korban, yang ia sebut memiliki petugas yang sudah terlatih untuk memberikan konseling masalah psikososial. [rd/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi Pastikan 2  Demonstran Alami Luka Tembak Akibat Bentrokan di Thailand
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Polisi Thailand,  Rabu (18/11), memberikan konfirmasi bahwa dua orang terluka oleh tembakan. Apara...
Jet Tempur F-16 Taiwan Hilang Sewaktu Latihan
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Militer Taiwan mengatakan, Rabu (18/11), salah satu jet tempur F-16 milik angkatan udaranya menghila...
Badai Iota Melemah, Bergerak Menuju Honduras
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Iota terus menerjang Nikaragua dengan angin kencang dan hujan lebat meskipun telah melemah menjadi b...
Pawai Mardi Gras Dibatalkan di AS, Kota-Kota Perketat Restriksi COVID-19
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Pawai-pawai Mardi Gras telah dibatalkan di New Orleans, sebut pemerintah kota itu hari Selasa (17/...
Penyelidikan Praktik Cuci Uang Hentikan Rencana Pembukaan Kasino di Sydney
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Sebuah kasino bernilai miliaran dolar di Sydney tidak akan diizinkan beroperasi sesuai rencana bulan...
Kunjungan Menlu Bahrain ke Israel Isyaratkan Menghangatnya Hubungan
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Menteri luar negeri Bahrain mengunjungi Israel, Rabu (18/11), isyarat terbaru mengenai hubungan yang...
Peringatkan Bahaya Kelaparan, PBB Keluarkan $100 Juta untuk 7 Negara
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Kantor Urusan Bantuan Kemanusiaan PBB mengeluarkan dana bantuan darurat sebesar 100 juta dolar ke...
Mungkinkah Vaksinasi Massal COVID-19 Bisa Dilakukan Akhir 2020?
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Presiden Joko Widodo mengatakan program vaksinasi massal COVID-19 bisa dilaksanakan menjelang akhir ...
Pemerintah Targetkan 107 juta Orang Akan Divaksinasi Covid-19 
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Pemerintah akan melakukan vaksinasi anti-Covid-19 terhadap 107 juta orang orang atau 67 persen dari ...
IAEA Konfirmasi Laporan Terkait Pengoperasian Nuklir Sentrifugal Iran 
Kamis, 19 November 2020 - 10:28 WIB
Badan pengawas atom PBB (IAEA) mengonfirmasi laporan bahwa Iran memulai pengoperasian sentrifugal ya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV