Xinjiang Prioritaskan Ketenagakerjaan dan Hormati Aspirasi Bekerja Masyarakat Etnis Minoritas
Elshinta
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Xinjiang Prioritaskan Ketenagakerjaan dan Hormati Aspirasi Bekerja Masyarakat Etnis Minoritas
CRI - Xinjiang Prioritaskan Ketenagakerjaan dan Hormati Aspirasi Bekerja Masyarakat Etnis Minoritas

Lembaga Penelitian Pembangunan Xinjiang hari Selasa (20/10) merilis laporan tentang kesempatan kerja bagi masyarakat etnis minoritas di Xinjiang. Hasil survei menunjukkan bahwa pemerintah Xinjiang selalu memprioritaskan ketenagakerjaan dan menghormati aspirasi bekerja berbagai etnis minoritas setempat, dan berusaha menciptakan lapangan kerja dengan asas tujuan melayani masyarakat.

Belakangan ini sejumlah wadah pemikir Barat menyatakan bahwa gejala “kerja paksa secara masif” masih terjadi di Xinjiang. Sejumlah politikus Barat juga berkoar tentang adanya “kerja paksa” di Xinjiang. Lantas apakah memang benar seperti apa yang diklaim mereka? Mengenai pertanyaan itu, Lembaga Penelitian Pembangunan Xinjiang mengundang cendekiawan terkait untuk melakukan investigasi atas ketenagakerjaan di Xinjiang.

Tim investigasi melakukan kunjungan kerja ke Prefektur Otonom Khazak, Yili, Xinjiang, kota Kramayi, Kashgar serta Beijing dan Tianjin, yang mencakup 70 lebih perusahaan, koperasi pedesaan dan pusat rintisan usaha bagi wirausahawan. Total 800 eksekutif senior, karyawan, wiraswasta dan warga etnis minoritas sempat diwawancarai. Tim investigasi melakukan studi atas 26 dokumen pemerintah dari 2016 hingga saat ini serta 48 makalah yang dipublikasikan sejak 2005. Hasil analisa menunjukkan, baik pemerintah Xinjiang maupun pemerintah berbagai provinsi dan kota beserta badan pemerintah berbagai tingkat, termasuk perusahaan terkait, semuanya aktif membantu masyarakat etnis minoritas Xinjiang mencari atau menciptakan kerja, hal ini sepenuhnya menjamin hak kerja dan hak pembangunan yang dinikmati rakyat berbagai etnis. Rakyat berbagai etnis bekerja, memilih profesi atau menyelenggarakan usahanya secara bebas dan suka rela, sama sekali tidak ada gejala “kerja paksa masif” seperti apa yang dibohongkan sejumlah wadah pemikir Barat. Hasil investigasi tersebut membuktikan argumentasi sudah menyimpang dari sains.

Hasil investigasi menunjukkan pula, pemerintah berbagai tingkat Xinjiang memiliki satgas penanganan masalah ketenagakerjaan, yang diberikan tugas untuk menangani penciptaan kerja secara koordinasi. Pemerintah Xinjiang mengorganisir tenaga kerja etnis minoritas lokal untuk bekerja di luar daerah Xinjiang atau melakukan jasa outsourcing dengan berlandaskan pada prinsip suka rela. Setiap tenaga kerja yang ditawarkan kerja atas keinginannya yang suka rela. Adapun daerah, sektor dan pos kerja juga ditawarkan memenuhi permintaan setiap tenaga kerja yang mendaftarkan diri secara suka rela.

Laporan investigasi menyebut, atas bantuan pemerintah, banyak tenaga kerja etnis minoritas sudah mendapat tawaran kerja yang lumayan. Dari 2104 hingga 2019, sebanyak 16,57 juta tenaga kerja yang berlebihan di pedesaan Xinjiang mendapat pekerjaan di luar daerah Xinjiang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tiongkok Bersedia Terus Kembangkan Persahabatan Paukphaw dengan Myanmar
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Hasil pemilihan umum Myanmar baru-baru ini diumumkan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Z...
Virus COVID-19 Diperkirakan Menyebar di Italia Sejak September Tahun Lalu
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Terkait laporan studi terbaru Italia mengenai virus Corona jenis baru yang mengakibatkan pandemi Cov...
Xi Jinping: Kita Harus Mempertimbangkan Kesejahteraan Rakyat dan Menjunjung Tinggi Konsep Komunitas Senasib Sepenanggungan
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Pertemuan pemimpin negara-negara BRICS Ke-12 diadakan secara virtual pada malam hari Selasa lalu (17...
Xi Jinping: Negara-negara BRICS Harus Secara Tegas Memelihara Keadilan Internasional
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Pertemuan pemimpin negara-negara BRICS Ke-12 diadakan secara virtual pada malam hari Selasa lalu (17...
Xi Jinping : Bersatu Padu melawan Pandemi
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Pertemuan Pemimpin BRICS ke-12 kemarin (17/11) malam diselenggarakan secara virtual. Presiden Tiongk...
Xi Jinping : Mendorong Kerja Sama BRICS seputar Vaksin
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Pertemuan Pemimpin BRICS ke-12 kemarin (17/11) malam diselenggarakan secara virtual. Presiden Tiongk...
Xi Jinping : Mengadakan Deglobalisasi Melalui Pandemi akan Merugikan Kepentingan Bersama Semua Negara
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Pertemuan Pemimpin BRICS ke-12 kemarin (17/11) malam diselenggarakan secara virtual. Presiden Tiongk...
Xi Jinping: Tiongkok Akan Dirikan Pangkalan Inovasi Mitra Revolusi  Industri Baru BRICS di Xiamen
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Pertemuan Ke-12 Pemimpin BRICS kemarin malam digelar secara virtual. Presiden Tiongkok Xi Jinping me...
Xi Jinping: Hapuskan Pengaruh Pandemi Berdasarkan Perkembangan yang Berintikan Rakyat
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Pertemuan Ke-12 Pemimpin BRICS kemarin malam digelar secara virtual. Presiden Tiongkok Xi Jinping me...
Xi Jinping: Tiongkok Tingkatkan Kontribusi Dirinya, Berjanji!
Kamis, 19 November 2020 - 10:30 WIB
Pertemuan Ke-12 Pemimpin Negara-Negara BRECS kemarin (17/11) digelar secara virtual. Presiden Tiongk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV