Pemerintah Australia Mempertimbangkan Pengampunan Bagi Pekerja Ilegal
Elshinta
Rabu, 07 Oktober 2020 - 10:22 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemerintah Australia Mempertimbangkan Pengampunan Bagi Pekerja Ilegal
ABC.net.au - Pemerintah Australia Mempertimbangkan Pengampunan Bagi Pekerja Ilegal

Pemerintah Australia sedang serius mempertimbangkan untuk memberi pengampunan atau amnesti terhadap pekerja ilegal sehingga mereka bisa bekerja dengan resmi tanpa khawatir akan dideportasi.

Pengampunan Bagi Pekerja Ilegal

Menurut Menteri Pertanian Australia David Littleproud, keputusan atas ide ini kemungkinan akan dikeluarkan beberapa pekan mendatang.

Ia mengatakan pemerintah sudah mendiskusikan masalah amnesti bagi para pekerja yang tidak memiliki izin, sebagai salah satu jalan keluar guna mengatasi masalah kekurangan pekerja di sektor pertanian.

"Pembicaraan terus berlangsung, bahkan Menteri Imigrasi, Menteri Dalam Negeri, saya sendiri, dan bahkan Menteri Tenaga Kerja sudah mendiskusikan masalah ini," kata Littleproud.

Menurutnya, perlu waktu untuk mendapatkan data yang benar.

"Kami akan memastikan bahwa dalam beberapa pekan lagi ada keputusan yang diambil, ini memang sedang dipertimbangkan dengan serius."

Perkumpulan Petani di negara bagian Victoria pertama kali menyerukan diberikannya pengampunan bagi pekerja gelap di tahun 2017.

Di saat yang bersamaan, perkumpulan tersebut juga membenarkan adanya masalah pekerja tanpa izin di sektor pertanian.

Namun baru Juli lalu, beberapa bulan setelah Australia menutup perbatasan internasional karena pandemi, Menteri Pertanian Victoria Jaclyn Symes meminta kepada pemerintah pusat untuk memberi pengampunan.

Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi kurangnya pekerja di musim panen buah dan sayuran dalam beberapa bulan mendatang.

Menteri Pertanian negara bagian Australia Barat Alannah MacTiernan juga mendukung usulan tersebut.

Menteri Littleproud mengatakan amnesti adalah masalah yang kompleks sehingga keputusan tidak bisa diambil dengan tergesa-gesa.

"Negara bagian harus mengerti bahwa permasalahannya lebih kompleks, sehingga kami harus mengerti semuanya sebelum mengambil keputusan," kata Littleproud.

"Kami akan melihat ini dari sudut pandang keamanan tetapi juga akan melihat dari sudut pandang tenaga kerja dan juga mencoba mengatasi masalah eksploitasi terhadap pekerja di negeri ini."

Menteri Littleproud mengatakan ia tidak percaya bahwa sektor pertanian Australia dikenal sebagai sektor dengan pekerja ilegal yang sangat banyak.

"Saya kira kita tidak bisa menyamaratakan dan mengatakan bahwa [eksploitasi pekerja] adalah masalah besar dalam negeri," kata dia.

"Menurut saya ini pendapat yang berbahaya. Memang benar ada yang berbuat salah di industri namun di industri lain hal seperti ini juga terjadi, tidak di sektor pertanian saja."

Reaksi dari kalangan petani

Wakil Presiden Perkumpulan Petani Victoria Emma Germano mengatakan pengampunan bagi pekerja ilegal seharusnya sudah lama dilakukan.

Namun, ia tidak yakin keputusan amnesti nantinya akan mengatasi masalah kekurangan pekerja sebanyak 26.000 orang di sektor pertanian.

"Dari sisi bisnis ini akan menjadi keputusan baik, karena mereka yang sebelumnya tidak membayar pajak akan mulai membayar pajak, dan bagus juga dari sisi kemanusiaan," kata Germano.

"Mereka yang sudah bekerja sudah berkontribusi [ketika panen], namun [amnesti] mungkin akan menarik perhatian pekerja ilegal lainnya yang belum pernah bekerja di bidang ini sebelumnya."

Germano mengatakan pengampunan akan membantu pergerakan pekerja di Australia yang sekarang terhambat karena penutupan perbatasan antar negara bagian.

Namun, ia meragukan hal itu bisa menimbulkan risiko keamanan nasional.

"Saya kira mengatakan bahwa ini akan menjadi masalah keamanan nasional adalah hal yang konyol, karena mereka sudah berada di sini," katanya.

"Kita mendengar politikus membicarakan masalah ini selama bertahun-tahun, mereka harus mulai melaksanakan beberapa hal dan berhenti berbicara tentang ideologi karena sudah bukan waktunya lagi," katanya.

Pemerintah pusat Australia berada di bawah tekanan untuk membantu sektor pertanian mengisi posisi puluhan ribu pekerja yang sudah meninggalkan Australia.

Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk memberikan tunjangan bagi pekerja muda dan dana sekali bayar bagi penganggur yang ingin pindah ke kawasan pedalaman Australia.

Keputusan tersebut diduga akan diumumkan dalam pidato anggaran belanja nasional yang akan diumumkan hari Selasa (6/10).

Pemerintah sebelumnya sudah memperpanjang visa bagi backpacker yang dikenal dengan Working Holiday Visa (WHV) dan pekerja dari kawasan Pasifik yang sudah berada di Australia ketika perbatasan ditutup.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari artikel dalam bahasa Inggris yang bisa dibaca di sini

Ikuti perkembangan seputar pandemi Australia di ABC Indonesia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Operasi Media Sosial Kembali Terdeteksi Berusaha Mengalihkan Isu Papua Merdeka
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Ratusan akun media sosial terdeteksi menyerang wacana Papua Merdeka secara daring dengan modus mengg...
Selamatkan Janda: Upaya Mematahkan Anggapan Buruk Soal Perempuan Bercerai
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Bertin Tiara resmi bercerai di masa awal pandemi COVID-19 di Indonesia, Maret lalu.Setelah bercerai ...
Hati-hati, Mata-mata Asing Mencoba Memikat Pengguna Jejaring Sosial
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Badan Intelijen Keamanan Australia (ASIO) mengeluarkan peringatan adanya upaya dari mata-mata asing ...
Kegiatan Rizieq Shihab Membuat Protokol Kesehatan di Indonesia Membingungkan
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Di saat kasus penularan virus corona yang masih terus meningkat dengan rata-rata ribuan kasus baru s...
Dua Potensi Vaksin COVID-19 Miliki Efektivitas di Atas 90 Persen. Apa Selanjutnya?
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Produsen obat Amerika Serikat Moderna telah merilis data yang menunjukkan uji coba vaksin COVID-19 9...
Jumlah Politisi Perempuan Australia di Tingkat Pemerintahan Lokal Meningkat
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Perempuan menjadi politisi dalam tingkat pemerintahan lokal di Australia semakin meningkat, walau ma...
Orang Kaya Australia Habiskan Hartanya Mengatasi Perubahan Iklim
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Ketika Jeff Wicks pensiun, dia dan istrinya Julie memikirkan kehidupan mereka selanjutnya di Queensl...
Muslim Pro Bantah Menjual Data Pengguna Aplikasinya ke Militer Amerika Serikat
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Pengembang aplikasi Muslim Pro telah membantah laporan yang menyebutkan data personal pengguna aplik...
Positif COVID Marak di Penjara Indonesia, Epidemiolog Minta Pemerintah Lakukan Tes Massal
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
Jumhur Hidayat, aktivis yang kerap dihubungkan dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), d...
Pemerintah Australia Memakai Google Translate untuk Menerjemahkan Informasi Pandemi
Kamis, 19 November 2020 - 10:22 WIB
ABC menemukan bahwa Pemerintah Australia menggunakan Google Translate ketika menerjemahkan informasi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV