Multimedia / Foto
Berisiko dialami jemaah haji, kenali `heat stroke` dan cara mencegahnya
Elshinta
Jumat, 05 Juli 2019 - 06:00 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Berisiko dialami jemaah haji, kenali `heat stroke` dan cara mencegahnya
Heat stroke atau sengatan panas berisiko dialami oleh para jemaah haji. Heat stroke merupakan kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas karena tubuh tidak dapat mengontrol suhu badan. (Via @p2ptmkemenkesRI)
Berisiko dialami jemaah haji, kenali `heat stroke` dan cara mencegahnya
Apa saja tanda dan gejala terkena heat stroke? Diantaranya adalah suhu badan lebih dari 39,5 derajat celcius, pusing dan muntah, serta kulit menjadi merah, panas dan kering. (Via @p2ptmkemenkesRI)
Berisiko dialami jemaah haji, kenali `heat stroke` dan cara mencegahnya
Untuk mencegah sengatan panas (heat stroke) pada jemaah haji, terdapat beberapa tips sehat bagi jemaah. Saat berada di pondokan, jemaah harus memeriksa kesehatan secara rutin, berdiam di tempat sejuk, dan minum satu gelas air setiap jam. (via @p2ptmkemenkesRI)
Berisiko dialami jemaah haji, kenali `heat stroke` dan cara mencegahnya
Saat jemaah haji berada di luar pondokan (luar ruangan), tips untuk mencegah sengatan panas (heat stroke) diantaranya hindari terkena sinar matahari langsung, selalu gunakan payung dan atau topi serta krim pelindung kulit. (via @p2ptmkemenkesRI)
Berisiko dialami jemaah haji, kenali `heat stroke` dan cara mencegahnya
Untuk mencegah sengatan panas (heat stroke) saat berada di luar pondokan (luar ruangan), gunakan pula buddy system, yaitu saling mengawasi antar jemaah maupun petugas. Selain itu, jika mengalami tanda dan gejala gangguan kesehatan akibat cuaca panas, segera beritahu jemaah lain dan hubugi petugas kesehatan. (via @p2ptmkemenkesRI)
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Lembaga adat mohon penutupan wisata Baduy
Rabu, 08 Juli 2020 - 07:33 WIB
Warga Baduy luar melakukan aktivitas di Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa (7/7). (Foto: ANTARA FOT...
40 toko di Manggarai hangus dilalap api
Selasa, 07 Juli 2020 - 16:01 WIB
Warga berusaha memadamkan api yang membakar sejumlah toko di Jalan Minangkabau Barat, Manggarai, Jak...
Hotel simulasikan resepsi pernikahan di era normal baru
Selasa, 07 Juli 2020 - 09:35 WIB
Tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada pasangan pengantin Kumala dan Putri beserta keluargan...
Proses Harimau Sumatera dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Leuseur
Senin, 06 Juli 2020 - 12:58 WIB
Petugas memindahkan Harimau Sumatera liar sebelum proses lepasliar di Concervation Respomse Unit (CR...
BNN musnahkan 86,6 kg sabu
Jumat, 03 Juli 2020 - 13:51 WIB
Badan Narkotika Nasional melakukan pemusnahan barang bukti narkoba yang keempat kalinya ditahun 2020...
Pemprov DKI Jakarta larang penggunaan kantong plastik sekali pakai
Kamis, 02 Juli 2020 - 09:01 WIB
Petugas mensosialisasikan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan di Mall Grand Indonesia, Jakar...
Melihat kembali penyaluran bansos di berbagai daerah selama pandemi COVID-19
Rabu, 01 Juli 2020 - 09:38 WIB
Pelepasan distribusi bansos sembako di Jabodetabek. Menteri Sosial Juliari P Batubara (kedua kiri) y...
19 kasus positif baru, Tiongkok hadapi merebaknya kembali Covid-19
Selasa, 30 Juni 2020 - 13:24 WIB
Warga mengantre untuk menjalani tes asam nukleat di sebuah lokasi pengujian sementara menyusul mereb...
Penerapan protokol kesehatan di Pasar Santa Jakarta
Senin, 29 Juni 2020 - 09:41 WIB
Pedagang dengan masker dan pelindung wajah menata barang dagangannya di Pasar Santa, Jakarta, Sabtu ...
Terdampar di Aceh, pengungsi Rohingya dievakuasi paksa warga
Jumat, 26 Juni 2020 - 06:28 WIB
Warga melakukan evakuasi paksa pengungsi etnis Rohingya dari kapal di pesisir pantai Lancok, Kecamat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV