Ekspos
KPK RI dan BPKP Pusat penuhi panggilan Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta
Elshinta
Rabu, 08 Desember 2021 - 16:17 | Editor :
KPK RI dan BPKP Pusat penuhi panggilan Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta


Jakarta - Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta (KI DKI) menggelar sidang pada Senin (06/12/2021) di Ruang Sidang Lantai 1 Graha Mental Spiritual antara Pemohon Yayasan Kruha dan Suhendi Nur dkk terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai Termohon. Sidang pembuktian dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari BPKP Republik Indonesia dan KPK RI.

Sesuai keterangan saksi, PAM Jaya telah meminta kepada BPKP untuk mereview draft addendum kerjasama antara Aetra berupa surat resmi pada bulan April 2020. Selanjutnya Mulyanto, saksi dari BPKP menyatakan telah lakukan review sejak diterimanya draft addendum tersebut maka sejak itu pula dibentuk tim khusus sebanyak 8 orang.

Pihaknya menyatakan bahwa belum ada penandatanganan addendum dan masih dalam tahap review. Dalam hal ini BPKP merekomendaskan untuk mencabut draft addendum yang ditujukan kepada Dirut PAM Jaya. Menurut BPKP jika addendum diperpanjang harus mendapat izin dari Gubernur dan perizinan tersebut berupa Kepgub.

Sidang ke- X dengan Nomer sengketa 003/IV/KIP-DKI-PS/2021 ini mendengarkan keterangan saksi dari KPK RI, Hendra Teja. Pihaknya menyampaikan bahwa KPK mendapat laporan dari masyarakat dan mendengar dari media terkait perpanjangan addendum yang akan dilakukan oleh pihak PAM Jaya dan Aetra untuk 25 tahun yang akan berakhir di 2023.

Menurut Kepgub 891 Tahun 2020 tentang Persetujuan Adendum Perjanjian Kerja sama antara Perusahaan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Dengan Perseroan Terbatas Aetra Air Jakarta.

Maka KPK memanggil PAM Jaya karena telah menerima draft addendum serta dokumen performa kinerja Aetra yang tidak baik. KPK membuat pertemuan bersama Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, PAM Jaya dan BPKP untuk mereview perjanjian tersebut.

Ada dokumen tertulis rekomendasi dari KPK yang berisi (i) membatalkan atau mencabut Kepgub, (ii) menunggu perjanjian kerjasama PAM Jaya dan Aetra selesai dan memberikan sepenuhnya pengelolaan ke PAM Jaya, (iii) mendorong pembenahan di sektor hilir untuk mengurangi kerugian yang di derita PAM Jaya atas pengelolaan SPAM ex PT Aetra Air Jakarta, (iv) pemilihan mitra yang menjunjung tinggi asas akuntabilitas, transparansi dan persaingan untuk mendapat opsi yang lebih baik.

Pada bulan Oktober 2020 KPK dan BPKP memaparkan hasil review dihadapan PAM Jaya dan Gubernur DKI Jakarta sehingga keluar Kepgub 1209 Tahun 2021 Tentang Pencabutan Persetujuan Adendum Perjanjian Kerja sama antara Perusahaan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Dengan Perseroan Terbatas Aetra Air Jakarta. Terhitung kerugian negara sebesar 18 Triliun sepanjang 1998 hingga 2020 ketika kerjasama PAM Jaya dan Aetra berlangsung karena kinerja Aertra yang tidak baik/tidak memuaskan. 

Sidang yang diketuai oleh Harry Ara Hutabarat dengan didampingi oleh Arya Sandhiyudha dan Harminus usai mendengar keterangan saksi menutup sidang. Sidang selanjutnya akan digelar pada pekan mendatang dengan agenda kesimpulan dari kedua belah pihak. 
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertama kali di Indonesia, Madurasa luncurkan Kemasan Botol Terbalik 
Kamis, 13 Januari 2022 - 09:37 WIB
Menandai peluncuran kemasan baru, berbagai sesi edukatif digelar bagi para ibu dan keluarga dalam r...
Seberapa terjangkau harga tanah di Bintaro, Jakarta Selatan? Masih aman untuk Milenial, kok!
Jumat, 07 Januari 2022 - 13:39 WIB
(Wajib baca buat kamu yang mengincar properti di perumahan baru di Bintaro) Jatuh cinta pada pand...
Ralali.com tingkatkan kesejahteraan UMKM Indonesia lewat sinergitas dan digitalisasi optimal
Rabu, 05 Januari 2022 - 13:26 WIB
Berdiri sejak 2013 lalu, di setiap tahunnya Ralali.com terus berinovasi berikan solusi berbisnis mel...
Refleksi 2021, dua indikator capaian kelembagaan KI DKI diukir lebih baik tahun 2022
Sabtu, 01 Januari 2022 - 09:21 WIB
Memasuki akhir tahun 2021, momentum yang tepat bagi Komisi Informasi (KI) DKI Jakarta untuk merefles...
Tutup tahun, Reddog berbagi kasih dengan anak yatim
Jumat, 31 Desember 2021 - 12:57 WIB
Elshinta.com - Dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun Reddog berhasil membuka 40 cabang dimasa pande...
Optimalkan potensi porang Indonesia, FITMEE diakuisisi
Rabu, 29 Desember 2021 - 12:33 WIB
Komoditas industri porang dinilai memiliki potensi pengembangan yang besar. Presiden Joko Widodo men...
2022, Gunung Raja Paksi optimistis tingkatkan kinerja
Selasa, 28 Desember 2021 - 12:21 WIB
PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) optimistis, kinerja perusahaan akan meningkat pada 2022. Untuk itu, e...
Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2021 Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta
Kamis, 23 Desember 2021 - 18:23 WIB
Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta (KI DKI Jakarta) menyelenggarakan Anugerah Keterbukaan Inform...
Momentum Hari Ibu, 200 hadiah dibagikan untuk Lady Jek
Kamis, 23 Desember 2021 - 17:32 WIB
Ada banyak cara merayakan Hari Ibu yang diperingati tiap tanggal 22 Desember. Namun cara yang dilaku...
Mandi air hangat lebih aman dan hemat dengan Water Heater
Selasa, 21 Desember 2021 - 14:25 WIB
Jakarta - Kini water heater menjadi salah satu perabot elektronik di rumah yang kini menjadi penting...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI