Ekspos
Tingkatkan loyalti dan retensi bisnis, TADA luncurkan `omnichannel loyalty`
Elshinta
Rabu, 08 September 2021 - 17:05 | Editor : Sigit Kurniawan
Tingkatkan loyalti dan retensi bisnis, TADA luncurkan `omnichannel loyalty`
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

TADA, end-to-end Customer Retention platform di Indonesia meluncurkan omnichannel loyalty platform. Platform ini adalah bagian dari strategi TADA dalam membantu bisnis meningkatkan loyalti dan retensi, serta memiliki profil pelanggan lengkap melalui integrasi dengan marketplace terdepan di Indonesia. Omnichannel loyalty platform dari TADA menciptakan pengalaman yang mulus dan terintegrasi bagi pelanggan di berbagai device dan touchpoint.

Seiring banyak bisnis memiliki toko offline maupun online serta toko di marketplace Tokopedia, Shopee, dan Lazada, TADA mempermudah pelaku bisnis untuk meretensi pelanggan dari channel manapun. Omnichannel Loyalty Platform ini dilengkapi sistem pengumpulan poin otomatis dari semua channel untuk memperkuat strategi loyalti bisnis dan mencegah pelanggan berpindah ke kompetitor.

Selain itu, Platform ini juga dilengkapi program loyalti dan membership yang memberi insentif bagi pelanggan dalam setiap tahap perjalanan mereka, melalui pengumpulan poin, tiering, skema reward, dan penukaran poin. Pelanggan bisa mendapat poin saat berbelanja dari channel manapun.

Omnichannel Loyalty platform juga bisa dijadikan pelanggan untuk mendapatkan poin lebih dengan mempromosikan bisnis di media sosial, mengisi survey, mengajak referral dan banyak lagi. Bahkan, TADA mempunyai dashboard yang dapat memprediksi pelanggan yang akan churn, sehingga pelaku bisnis dapat melakukan strategi lainnya.

Secara produk, Omnichannel loyalty menawarkan 5 fitur teratas yang dapat diandalkan, yakni: Sistem yang atraktif dan memudahkan, Perhitungan poin yang dapat disesuaikan, Referral dengan sistem auto-commission / reward, Reward yang variatif dan penukaran reward yang mudah.

Platform ini sangat cocok bagi bisnis yang berjualan di berbagai channel. Sebelumnya, bisnis tidak bisa mengetahui siapa yang membeli dari mereka, bagaimana perilaku dan preferensi mereka dan sebagainya. Dengan integrasi ini, bisnis bisa memiliki profil lengkap pelanggan dan menyesuaikan strategi pemasaran dengan perilaku pelanggan.

“Kami menyadari bahwa kebutuhan bisnis saat ini. Bisnis melakukan penjualan berbagai macam channel di toko retail fisik maupun marketplace. Ini dapat menimbulkan kesulitan bagi bisnis untuk mempunyai satu platform yang terintegrasi dengan semua channel dalam melakukan pengelolaan data pelanggan dan menganalisanya. Untuk itu, TADA berinovasi untuk menciptakan satu cara yang bisa mengintegrasi multichannel. Tujuannya untuk membantu bisnis untuk bisa tahu siapa customernya, terhubung dengan mereka, dan memberikan rewards yang tepat,” kata Rebecca Agiestha selaku Head of Commercial TADA dalam rilis tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Rabu (8/9).

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bantu penanggulangan Covid-19, AXA Mandiri salurkan dana surplus underwriting melalui BAZNAS
Rabu, 20 Oktober 2021 - 16:58 WIB
Dalam rangka membantu pemerintah mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Covid-19, PT AXA Mandir...
Butuh proses panjang jadi trader sukses
Rabu, 20 Oktober 2021 - 13:51 WIB
Jalan hidup seseorang memang tidak bisa ditebak. Steven Richard misalnya, di masa kecil dia hidup da...
Daewoong Pharmaceutical menyepakati perjanjian ekspor P-CAB Fexuprazan ke 6 negara Timur Tengah
Senin, 18 Oktober 2021 - 19:22 WIB
Daewoong Pharmaceutical (Daewoong) (CEO Sengho Jeon) akan mengekspor penghambat asam kompetitif pota...
Biogreen Science membawa rahasia umur panjang penduduk Okinawa ke Indonesia melalui KISEKI
Minggu, 17 Oktober 2021 - 13:47 WIB
Jepang merupakan negara dengan tingkat harapan hidup tertinggi di dunia. Hasil studi WHO menunjukkan...
NU Care-Lazisnu-Indomaret himpun Rp7,2 miliar untuk pendidikan dan korban bencana alam
Jumat, 15 Oktober 2021 - 01:08 WIB
 Program kemanusiaan kerja sama Indomaret dengan NU CARE-LAZISNU telah menghimpun Rp 7.294.891.426....
Resmikan Mitra10, Pemkot Semarang apresiasi ritel serap tenaga kerja warga lokal
Kamis, 14 Oktober 2021 - 16:07 WIB
Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi hadirnya perusahaan ritel yang menyerap tenaga kerja yang ber...
Bank Mandiri, Yokke dan idEA kolaborasi tingkatkan ekspansi UMKM di industri digital
Rabu, 13 Oktober 2021 - 18:11 WIB
Dalam situasi pandemi Covid-19, perkembangan inovasi di bidang teknologi semakin cepat seiring berge...
Link Net kembali raih penghargaan untuk pengembangan dan peningkatan SDM
Rabu, 13 Oktober 2021 - 17:48 WIB
PT Link Net Tbk kembali menorehkan prestasi di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dengan meraih dua pe...
Kantongi izin OJK, fintek Ethis fokus kembangkan pendaan berbasis syariah
Rabu, 13 Oktober 2021 - 09:30 WIB
Penyaluran pembiayaan yang dilakukan oleh fintek syariah di Indonesia terus mengalami pertumbuhan po...
Sekolah Cendekia BAZNAS luncurkan smart card pertama di Indonesia
Selasa, 12 Oktober 2021 - 15:40 WIB
Sekolah Cendekia BAZNAS menjadi sekolah boarding pertama di Jawa Barat dan di Indonesia yang mengemb...