Ekspos
Terdesak masalah keuangan? lakukan tips ini saat ajukan pinjaman online agar tak merugi
Elshinta
Selasa, 13 Juli 2021 - 19:25 | Editor : Sigit Kurniawan
Terdesak masalah keuangan? lakukan tips ini saat ajukan pinjaman online agar tak merugi
Ilustrasi, Sumber foto: https://bit.ly/3k9N9fq/elshinta.com.

Setiap orang pasti memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi dan akan terus meningkat kuantitasnya seiring dengan bertambahnya usia. Terlebih pada kondisi tertentu, seperti menikah, membayar biaya medis, atau menyiapkan biaya pendidikan anak, jumlah pengeluaran dapat meningkat secara signifikan.

Kebutuhan besar yang sudah terencana memang bisa dipersiapkan dari jauh-jauh hari. Namun, bagaimana dengan kebutuhan yang muncul secara mendadak dan tak terduga? Walaupun sudah memiliki dana darurat, besarnya biaya untuk memenuhi kebutuhan tersebut tak jarang membuat seseorang terpaksa mengajukan pinjaman di lembaga finansial.

Sebenarnya, ada beberapa pilihan produk pinjaman yang bisa dipilih untuk menuntaskan masalah keuangan mendesak. Salah satunya adalah pinjaman online yang memiliki syarat dan proses pengajuan yang simpel, serta dana pinjaman dapat dicairkan dalam waktu singkat.

Akan tetapi, pengajuan layanan keuangan berbasis digital tersebut tidak boleh dilakukan dengan sembarang dan tanpa pertimbangan yang matang. Terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan agar pengajuan pinjaman cepat dapat memberikan manfaatnya secara optimal. Untuk lebih jelasnya, simak 8 tips mengajukan pinjaman online dengan aman berikut ini agar tidak merugi.

  1. Cek Legalitas Layanan

Popularitas pinjaman cepat online yang terus meningkat memberi celah pada oknum tak bertanggung jawab untuk menyediakan layanan ilegal yang meresahkan. Apabila Anda berencana untuk mengajukan kredit melalui pinjaman online, hal pertama yang wajib dilakukan adalah memeriksa legalitas layanannya di OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. Caranya bisa dengan mengunjungi situs resmi OJK atau menghubungi kontak OJK di nomor 157.

  1. Cermati Persyaratan yang Diberikan

Tips selanjutnya dalam mengajukan pinjaman online adalah mencermati persyaratan yang harus dipenuhi. Lihat seluruh syarat dan ketentuan pengajuan pinjaman, lalu pastikan tidak ada yang menyulitkan atau membebani serta mampu dipenuhi semuanya. Seperti, kartu identitas, syarat penghasilan, dan sebagainya. Hindari mengajukan pinjaman pada layanan yang memberikan syarat aneh dan mencurigakan. Seperti, foto bagian depan dan belakang kartu kredit, nomor kartu kredit, ataupun nomor kontak yang tersimpan pada smartphone.

  1. Pahami Proses Pencairan Dananya

Umumnya, pinjaman online mampu mencairkan dana dalam waktu singkat, bahkan hingga beberapa jam saja pasca pengajuan disetujui. Namun, lama waktu dan proses pencairan dana antar layanan berbeda-beda. Jangan memilih pinjaman online yang memiliki proses pencairan dana tidak jelas atau terkesan berbelit-belit agar tak berisiko tertipu.

  1. Cari Tahu Bunga dan Denda Keterlambatan

Hal penting lainnya yang perlu diketahui saat mengajukan pinjaman online adalah tingkat bunga dan nominal denda saat terlambat membayar cicilan. Anda dapat menyurvei terlebih dulu nominal bunga atau denda yang diberikan oleh fintech, atau menjadikan aturan dari OJK sebagai acuannya.

Menurut aturan OJK, tingkat suku bunga maksimal pada pinjaman online adalah 0,8 persen per hari, atau sekitar 24 persen per bulan. Jika terdapat layanan yang menawarkan tingkat suku bunga melebihi angka tersebut, dapat dipastikan bahwa pinjaman online tersebut ilegal dan tak seharusnya digunakan.

  1. Baca dengan Seksama Isi Kontrak Pinjaman

Segala hal yang berhubungan dengan aktivitas pinjaman pasti memiliki surat perjanjian atau kontrak pinjaman. Dalam kontrak tersebut, tercantum segala informasi penting terkait aktivitas pinjaman, seperti, besaran bunga, tenor, tenggat waktu pembayaran, hingga metode penagihan. Jangan malu menanyakan poin yang tidak dimengerti untuk mencegah terjadinya hal-hal yang merugikan saat aktivitas kredit sudah berlangsung.

  1. Ajukan Pinjaman untuk Tujuan yang Jelas

Pinjaman online memang bisa dengan mudah diajukan dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan apa pun. Akan tetapi, agar tak merasakan dampak buruk layanan tersebut, hanya ajukan pinjaman online untuk tujuan yang jelas. Seperti memenuhi kebutuhan mendesak, tak dapat ditunda, atau produktif.

  1. Sesuaikan Jumlah Pinjaman dengan Kondisi Keuangan

Terkesan sepele namun krusial, Anda perlu mempertimbangkan betul nominal dana yang bakal dipinjam dengan menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Pastikan beban cicilannya nanti tetap mampu dilunasi oleh keuangan dengan lancar dan mudah. Menurut imbauan dari para ahli keuangan, beban cicilan maksimal dari seluruh utang yang dimiliki tidak boleh dari 30 persen penghasilan setiap bulan agar kebutuhan pokok lainnya tetap bisa dipenuhi dan memperkecil potensi kredit macet.

  1. Selalu Lunasi Tagihan Tepat Waktu

Tips terakhir yang tak kalah pentingnya dalam mengajukan pinjaman online adalah selalu melunasi cicilan tepat waktu. Selain mencegah sanksi berupa denda keterlambatan, membiasakan hal ini juga dapat membantu Anda meningkatkan skor kredit agar lebih mudah mengajukan pinjaman di masa mendatang. Bila perlu, manfaatkan fitur autodebit agar cicilan pinjaman online langsung dilunasi begitu gaji diterima.

Tak Hanya Melek Teknologi, Namun Juga Melek Informasi

Karena aksesnya yang semakin mudah, teknologi saat ini sudah dimengerti oleh masyarakat dari segala usia. Namun, jika tidak dibarengi dengan informasi atau pengetahuan yang mumpuni, kemajuan teknologi akan kehilangan manfaatnya dan hanya akan berisiko memberi dampak buruk. Oleh karena itu, agar tak terjadi hal yang merugikan, pastikan untuk tetap waspada, teliti, dan memahami setiap kali ingin memanfaatkan teknologi, termasuk layanan keuangan berbasis digital seperti pinjaman online.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Smart home system berikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat modern
Selasa, 21 September 2021 - 17:55 WIB
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat saat ini telah menghadirkan beragam solusi dalam se...
Lanjutkan digitalisasi, BSIM luncurkan kartu kredit virtual visa
Senin, 20 September 2021 - 13:06 WIB
Bank Sinarmas (BSIM) dan Visa, penyedia jaringan pembayaran terkemuka dunia, hari ini mengumumkan ke...
Gandeng idEA, Himbara luncurkan DigiKU kredit tanpa bunga melilit
Jumat, 17 September 2021 - 13:47 WIB
Kebutuhan dana tunai untuk membangun kembali usaha yang sempat terdampak pandemi menjadi isu utama y...
Ralali Solution Center bantu UMKM transformasi digital
Rabu, 15 September 2021 - 23:00 WIB
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki mengatakan bahwa saat ini UMKM yang memasuki ekosistem digi...
15 Daftar Badan Publik yang mengembalikan SAQ Monev 2021 ke KI DKI Jakarta
Selasa, 14 September 2021 - 11:12 WIB
Jakarta - Pengisian Self Assesment Questionnaire (SAQ) pada kegiatan Monitoring Evaluasi Badan Publi...
Semester I 2021, GRP raih laba bersih USD22,63 juta
Selasa, 14 September 2021 - 15:55 WIB
Di bawah tekanan pandemi Covid-19, PT Gunung Raja Paksi Tbk, justru membukukan kinerja sangat positi...
HUT ke 52, PT BPR Bank Bapas 69 luncurkan mobil kas keliling
Jumat, 10 September 2021 - 14:15 WIB
Tepat di Hari ulang tahun ke 52,  PT BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang, Jawa Tengah meluncurkan ...
Penuhi kebutuhan serat, Fibe mini promosikan tren hidup sehat
Jumat, 10 September 2021 - 14:03 WIB
Tren hidup sehat akhir-akhir ini semakin mengemuka di berbagai kalangan masyarakat. Pola makan yang ...
Usung konsep etnik dan homey, kedai Kopi Bajawa Flores hadir sambil beramal
Kamis, 09 September 2021 - 16:09 WIB
Sebuah  cafe di kawasan Tebet Jakarta Selatan mengusung tema ngopi Sekaligus Beramal, Kamis (9/9). ...
Tingkatkan loyalti dan retensi bisnis, TADA luncurkan `omnichannel loyalty`
Rabu, 08 September 2021 - 17:05 WIB
TADA, end-to-end Customer Retention platform di Indonesia meluncurkan omnichannel loyalty platform. ...
Live Streaming Radio Network