Ekspos
Kuasai bahasa Inggris akan lebih banyak pilihan profesi
Elshinta
Rabu, 28 Agustus 2019 - 12:17 WIB | Penulis : Andi Juandi
Kuasai bahasa Inggris akan lebih banyak pilihan profesi
Foto: Dody Handoko/Elshinta.com

Meski banyak tempat kursus bahasa Inggris di wilayah Indonesia, namun Indonesia masih menduduki peringkat ke-51 dari 88 negara dalam hal kecakapan bahasa Inggris menurut EF English Proficiency Index (EF EPI) tahun 2018. 

Kemampuan berbahasa Inggris rendah serta memperoleh skor 51,58. Sedangkan di regional Asia, Indonesia berada di peringkat ke-13 dari 21 negara yang di riset. Demikian dikatakan, Erditya Arfah, Marketing Director EF Indonesiadalam keterangan tertulis, Rabu (28/8).

"Sudah menjadi komitmen kami untuk menjadi bagian dan turut memajukan pendidikan di Indonesia. Karenanya kami terus bekerjasama dengan berbagai pemegang kebijakan pendidikan di Indonesia, untuk terus membina masa depan generasi bangsa. Termasuk pada kompetisi EF 360, di mana kami bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan kompetisi ini," ucapnya.

Menurutnya, banyak manfaat yang dicapai, bila seseorang memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang cakap. Mengingat, kondisi global menuntut individu untuk berpacu pada skill atau kemampuan yang wajib dimiliki tiap pribadi masa kini, bila tidak maka akan tertinggal jauh dan mengalami kerugian baik dari sosial maupun material. 

Menurut artikel The Washington Post April 2015, penggunaan bahasa Inggris di pakai hampir di seluruh penjuru dunia. Setidaknya ada 101 Negara yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa utama untuk berkomunikasi. Ini mengindikasikan bahwa, bahasa Inggris adalah masalah yang minimal yang harus di kuasai perseorangan. 

"Dengan penggunaannya yang luas, mudah untuk memahami mengapa bahasa Inggris adalah bahasa yang sangat baik untuk belajar berkomunikasi dengan orang lain di seluruh dunia," ungkapnya.

Dikatakannya, jika pandai berbahasa Inggris menjadi nilai tambah seseorang dalam berkarir. Jika dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris dapat melakukan komunikasi secara luar atau perjalanan bisnis lebih mudah dan menggunakan bahasa Inggris untuk berbicara dengan orang-orang di negara asing.

"Senangnya, bonus jika cakap dalam berbahasa Inggris akan menjadi aset bagi perusahaan yang dapat mengarah pada lebih banyak peluang kerja, kenaikan gaji, dan promosi," tuturnya.
 
Memilih untuk belajar bahasa Inggris juga akan menghadirkan lebih banyak peluang pendidikan. "Kamu akan dapat belajar di universitas berbahasa Inggris. Sementara banyak dari sekolah-sekolah ini memang mengharuskan untuk lulus tes bahasa yang diperlukan. Setelah kamu belajar bahasa Inggris, maka peluang pendidikan yang lebih banyak lagi akan menghampiri," bebernya.

Dijelaskannya, salah satu kota besar di Indonesia yang berhasil menyiapkan warganya untuk bersaing di pasar global dengan melatih kemampuan berbahasa Inggris ialah Kota Surabaya. 

Kota Surabaya meraih predikat Best City dan berhak mendapatkan penghargaan EF English Proficiency Index (EF EPI) Best Awards yang diberikan oleh EF Education First dengan peningkatan nilai yang cukup signifikan dalam kemampuan bahasa Inggris. Pada tahun 2017 Surabaya memperoleh skor 53,87, namun pada laporan EF EPI 2018 meningkat menjadi 54,17.

“Selama 5 tahun saya bekerja untuk memimpin kota ini, kita selalu berusaha untuk membawa Surabaya ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk dalam hal kemampuan berbahasa Inggris. Beberapa upaya dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan langsung bagi pemberi jasa, perawat, anak-anak muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan pariwisata," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima penghargaan secara simbolik untuk Kota Surabaya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Atasi tumpukan sampah, PT Unilever jual isi ulang produk rinso dan kecap
Selasa, 25 Februari 2020 - 16:03 WIB
Masalah sampah di Indoneisa masih belum bisa diatasi pemerintah. Berdasarkan data dari Kementerian L...
EMTEK tegaskan rincian hak siar eksklusif Shopee Liga 1 2020
Senin, 24 Februari 2020 - 21:06 WIB
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau Emtek Group menegaskan rincian hak siar ajang  Shopee Liga 1 20...
UbruKopi kembali ramaikan Festival Kopi `Kisah Kopi Vol.2`
Sabtu, 22 Februari 2020 - 15:54 WIB
Bertempat di Main Atrium Lippo Mall Kemang, UbruKopi kembali hadir di Festival Kopi “Kisah Kopi Vo...
Kembangkan ekspansi ekspor perikanan, Cahaya Bahari bangun cold storage
Sabtu, 22 Februari 2020 - 15:28 WIB
Elshinta.com - perikanan Indonesia makin diminati oleh pasar dunia. Ekspor produk perikanan yang di...
Cicil Sewa solusi harga murah untuk anak kos
Kamis, 06 Februari 2020 - 16:09 WIB
Mau tinggal di kawasan elit, kini warga tak perlu bingung. Kini ada solusi properti teknologi (prote...
Kembali hadir, Seminar Kesehatan `Diabetes Sehat Alami`
Selasa, 04 Februari 2020 - 09:00 WIB
Seminar kesehatan bersama Motivator Kesehatan, dr Phaidaon L. Toruan kembali hadir. Kali ini bisa An...
Nobu ePay hadirkan Nobu Sansmori & JakCloth bagi komunitas motor dan warga
Sabtu, 01 Februari 2020 - 20:34 WIB
Nobu Bank, melalui press conference hari ini, Sabtu (1/2), terkait puncak acara Nobu Sansmori & JakC...
Minerva Foods tingkatkan penetrasi daging sapi asal Brazil di pasar Indonesia
Kamis, 16 Januari 2020 - 13:54 WIB
Untuk semakin memperkenalkan aneka daging sapi import asal Brazil di pasar Indonesia, pada Rabu (15/...
Allianz komitmen bantu korban banjir
Kamis, 16 Januari 2020 - 13:37 WIB
Banjir yang melanda DKI Jakarta dan sejumlah provinsi lain di Jakarta membuat banyak pihak bergerak ...
Kopdar bersama Gadai MAS, Talkshow: Ada apa dengan Emas?
Senin, 16 Desember 2019 - 15:42 WIB
Dalam rangka mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait jasa keuangan di industri keuang...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)