Radio Elshinta|"E" TV|Majalah Elshinta|Elshinta Peduli|Partners|Forum|MPRO|ELMO
Indeks Berita|Indeks Wawancara|Program Radio Elshinta
Berita Lainnya
30/8/2014 12:57 WIB
Kritik Ara Soal Kegagalan Pemerintahan SBY Tepat

30/8/2014 12:46 WIB
Persiapan Asrama Haji Pondok Gede Sambut Calhaj Capai 90 Persen

30/8/2014 12:08 WIB
SBY Dorong Masyarakat Tionghoa Terus Ikut Majukan Indonesia

30/8/2014 11:20 WIB
Disdik Bojonegoro Kekurangan Guru SD

30/8/2014 11:03 WIB
Anggota Dewan Dituntut Tak Bodohi Rakyat


31/1/2007 20:38 WIB
Pidato Awal Tahun 2007 Presiden
SBY Janjikan Penambahan Anggaran di Sektor Kesejahteraan Rakyat


, Teguh Tri Sartono - Jakarta, Faktor penghambat pertumbuhan ekonomi nasional adalah external shock seperti gempa bumi, tsunami dan meroketnya harga minyak mentah dunia.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Pidato Awal Tahun 2007 yang disampaikan di Istana Merdeka, Rabu (31/1) petang tadi.

Selain itu Presiden mengungkapkan pada tahun 2004, anggaran untuk program pengentasan kemiskinan berjumlah Rp 11 triliun. Di tahun 2005 meningkat jadi Rp 23 triliun, tahun 2006 melonjak hampir dua kali lipat menjadi Rp 42 triliun. Sementara untuk tahun 2007 ini adalah Rp 51 triliun.

Presiden juga mengatakan bahwa pada tahun ini pemerintah akan meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) yang merupakan upaya terkoordinasi untuk menciptakan lapangan kerja baru, perbaikan infrastruktur di pedesaan dan lingkungan daerah kumuh di perkotaan.

Partisipasi keluarga miskin termasuk kaum perempuan dalam perencanaan hingga implementasinya, kata SBY, merupakan ciri dari PNPM ini. Di tahun 2007 ini, menurut SBY, juga terdapat 2.891 kecamatan yang akan tercakup dalam PNPM. Selanjutnya akan ditingkatkan menjadi 3.800 kecamatan di tahun 2008. "Dan akhirnya mencakup seluruh kecamatan sebanyak 5.263 di Indonesia pada tahun 2009," kata SBY.

Dalam kesempatan itu Presiden juga menjanjikan bahwa pagu bantuan untuk setiap kecamatan akan ditingkatkan. "Pagu bantuan akan ditingkatkan dari Rp 500 juta per kecamatan menjadi antara Rp 750 juta hingga Rp 1,5 miliar per kecamatan. Pagu tersebut akan ditingkatkan lagi pada tahun mendatang sesuai dengan kinerja pencapaian dan kebutuhan," tegasnya.

Dalam penyampaian pidato tersebut, SBY juga menyampaikan program-program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan, diantaranya adalah pemberian bantuan langsung tunai, pemberian beras miskin, pemberian bantuan pendidikan dan sekolah, program Biaya Operasional Sekolah (BOS), bantuan kesehatan gratis di puskesmas dan rumah sakit, pembangunan perumahan rakyat serta bantuan untuk peningkatan kesejahteraan pegawai negeri sipil termasuk TNI, peningkatan kesejahteraan buruh da bantuan untuk para penyandang cacat.

Presiden juga menyatakan bahwa program-program yang akan dilakukan pada tahun 2007 diantaranya adalah pengadaan air bersih untuk rakyat, pembangunan infrastruktur pedesaan yang meliputi jembatan dan jalan desa, irigasi, tambahan perahu, air bersih dan sanitasi, serta pembangunan bio energi untuk rakyat, termasuk reformasi agraria dengan mengonversikan lahan hutan yang tidak produktif untuk diberikan kepada rakyat. (doa)


Cetak Berita Kirim Berita ke Teman
CARI BERITA :

:: BERITA TERKAIT ::



22/8/2014 18:32 WIB
Jokowi :
Tak Bisa Beri Apa-apa Hanya Ucapkan Terimakasih Kepada Relawan
24/7/2014 21:03 WIB
Dilantik Jadi Presiden
Jokowi Akan Jadikan Jakarta Kota Model Percontohan
30/5/2014 12:22 WIB
Presiden Segera Keluarkan PP Desa Akhir Mei 2014
24/5/2014 15:34 WIB
Warga NU Pilih Presiden Yang Bisa Bawa Indonesia Maju
15/5/2014 14:26 WIB
Capres Konvensi Demokrat Pasrah Jika Tak Terpilih
SELANJUTNYA »
http://duniatv.blogspot.com/ www.konsultanwaralaba.com
Home | Indeks Berita | Indeks Wawancara | Contact Us
Copyright © elshinta.com, best view 1024 x 768 pixels