|
|
 |
 |
17/7/2012 12:02 WIB
Ribuan Santri "Sandera" Wakapolres Sumenep
Temmy Andani - Sumenep, Sekitar 2.000 santri dan alumni santri dari Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk, dan sejumlah ponpes lain di Sumenep, Madura, Jawa Timur "menyandera" Wakapolres Sumenep Kompol Fadil.
Wakapolres Sumenep Kompol Fadil disandera sebagai jaminan agar Kapolres Sumenep datang dari Mapolda Jatim dengan helikopter untuk menemui para santri.
Ribuan santri yang sejak Selasa (17/7) pagi tadi datang ke Mapolres Sumenep merasa kecewa karena Kapolres Sumenep AKBP Dirin tidak menemui mereka karena tengah berada di Mapolda Jatim.
Namun, mereka menilai, tidak ada alasan bagi Kapolres untuk tidak datang menemui para santri dan para pengunjuk rasa ini, mengingat di Polda Jatim terdapat helikopter yang siaga.
Karena itu, Kapolres diminta untuk dapat datang menemui para pengunjuk rasa dengan menggunakan helikopter.
Para pengunjuk rasa menyatakan akan menunggu kedatangan Kapolres Sumenep untuk menemui dan meminta maaf pada ribuan santri Annuqayah Guluk-guluk yang merasa telah diperlukan diskriminatif dan dilecehkan, terkait ditolaknya salah satu siswa lulusan Madrasah Aliyah II Annuqayah Guluk-guluk yang akan mendaftar sebagai Bintara Polri.
Mereka mengancam apabila Kapolres tidak juga datang maka para santri tersebut akan memaksa masuk ke Mapolres Sumenep.
Wakapolres Sumenep Kompol Fadil yang menemui para santri menjelaskan bahwa Kapolres Sumenep AKPB Dirin tengah berada di Polda Jatim dan sedang berusaha meminta izin kepada Kapolda Jatim untuk datang ke Polres Sumenep dengan menggunakan helikopter.
Namun tindakan Wakapolres yang menemui para pengunjuk rasa itu justru berbuntut dengan disanderanya Wakapolres. Ia diminta untuk ikut naik ke atas mobil pick up yang digunakan dalam aksi unjuk rasa, dan diminta untuk tidak turun dari mobil hingga Kapolres datang.
Menurut salah seorang pengunjuk rasa M. Hartono dalam orasinya, Wakapolres akan dijadikan jaminan hingga Kapolres datang menemui mereka.
(der)
|
|
|
|
|