|
|
 |
 |
17/6/2012 17:25 WIB
Pengamat :
Hindari Black Campaign Pada Pilkada DKI Jakarta
Dewi Rahmawati - Jakarta, Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi) dan KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) mengimbau setiap pihak untuk berkompetisi secara jujur dan menghindari kampanye hitam serta melakukan tindakan yang mendukung terselenggaranya pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2012 secara jujur, adil, demokratis dan damai.
Demikian dikatakan peneliti senior Perludem Veri Junaedi dalam diskusi Black Campaign dalam Pilkada DKI Jakarta, di Jakarta, Minggu (17/6).
Veri mengatakan nomor urut dari 6 pasangan cagub n cawagub sudah ditetapkan, dan pemungutan suara akan digelar 11 juli 2012 mendatang. Sementara di jalan-jalan sudah bertaburan di antaranya beraneka spanduk, bendera, selebaran, poster dan papan reklame yang mengkampanyekan kandidat pasangan calon. Namun Perludem dan KIPP Jakarta menyayangkan juga munculnya SMS massal, broadcast message dan kerja tim siluman pasangan calon yang selalu menebar kampanya hitam di tengah masyarakat yang memberi pengaruh negatif pada pendidikan politik masyarakat.
Untuk itu Perludem dan KIPP mengimbau setiap pihak untuk bertindak fairplay, menghindari black campaign dan melakukan tindakan yang mendukung terselenggaranya pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2012 secara jujur, adil, demokratis dan damai.
Selain itu juga, Perludem juga meminta Panwaslu untuk meningkatkan kinerja dalam pengawasan kampanye di luar jadwal yang berpotensi mengarah pada black campaign. Juga mengimbau masyarakat untuk pro aktif melaporkan kepada Panwaslu dan kepolisian.
Very menambahkan, permasalahan black campaign itu berpotensi melanggar pasal 116 ayat 1 dan ayat 2 UU no.32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. Selain itu jika dilakukan di luar masa kampanye, tindakan black campaign juga bisa dijerat dengan ketentuan tindak pidana umum dalam KUHP.
(sik)
|
|
|
|
|