Ponsel sudah bukan menjadi barang lux seperti satu dekade lalu. Di tanah air, alat komunikasi ini beredar 160 juta buah di kalangan atas hingga rakyat bawah. Seseorang mati gaya jika sehari tanpa HP. Kondisi ini tidak saja menguntungkan provider, tapi peluang menggiurkan masyarakat untuk berbisnis mulai dari penjualan HP, voucher, aksesori, servis, MLM. Prospek ini akan menjadi inspirasi bagi masyarakat membuka usaha ponsel yang tengah bereuforia.
Menurut Direktur Telekomunikasi, Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, Titon Dutono, tahun 2009 saja terdata 160 juta sim card yang beredar. Satu orang bisa menggunakan lebih dari satu HP, sementara satu HP ada yang memiliki lebih dari satu kartu SIM. Didukung infrastruktur komunikasi yang berkualitas memperlancar signal, sehingga suara jelas tanpa terputus-putus. Di Indonesia tumbuh sebelas operator (provider), masing-masing perang harga dan unjuk fasilitas untuk menjaring konsumen.
Belakangan seluler asal China membanjiri pasaran dengan harga banting, fisiknya nyaris mirip dengan HP yang berjaya. Serangan ini sempat memporakporandakan produsen ponsel seperti Nokia, Sony Ericsson, Philip, Motorola, Samsung, LG dan lainnya. Bahkan jenis qwerty Blackberry yang kini tengah digandrungi pecinta HP, dicopy habis dan dijual seharga sebulan uang jajan. Fenomena kemajuan teknologi, menciptakan alat komunikasi ini berinovasi hanya dalam kurun waktu bulan, yang tidak segera ganti baru tentu akan ketinggalan jaman.
Bisnis ponsel jelas menguntungkan, terbukti dengan menjamurnya usaha ini. Rubrik Prospek akan memuat sisi perjuangan seseorang dalam menjalankan usaha ponsel, mulai dari modal, omset, trik, tips dan jatuh bangun dalam mencapai sukses.
(Teks: Choen, Anto, Wendy/ Foto: Rizki Rahmat, Tim Elshinta)
----------------------------------------------------------------------------------
Surya Ponselindo ( Modal Awal Rp 30 Juta )
Meski bukan menjadi barang mahal lagi, bisnis handphone tetap menjadi lahan bisnis prospektus.
Seperti yang dialami Surya, pria berusia 34 tahun, yang membuka usahanya di jalan Otista Raya, Jakarta Timur. Surya mengaku, dalam sebulan, bisa mengantongi untung kotor 50 juta rupiah.
Usaha yang digelutinya sejak 12 tahun lalu itu, telah berhasil membawanya pada kesuksesan finansial. “Duabelas tahun lalu, saya menjadi pelopor bisnis handphone di sepanjang jalan Otista ini. Meski kompetitor di bisnis ini makin membludak, saya masih bisa bertahan. Meski akhir-akhir ini keuntungannya agak merosot,” ucapnya tetap optimis.
Menurut Surya, usahanya itu dimulai dengan modal awal 30 juta rupiah. Di bawah nama Surya Ponselindo, ia pun bertekad untuk memulai bisnisnya. Usaha yang dirintisnya itu meliputi penjualan handphone bekas dan baru, aksesoris dan pulsa. Meski begitu, diakui Surya, belakangan hanya pulsa yang menjadi bahan buruan pembeli. “Dalam sehari, ada sekitar 50-60 transaksi pulsa, baik elektronik maupun voucher,” imbuh bapak satu anak ini. Beruntung, lokasi penjualannya itu merupakan milik pribadi bukan kontrakan. Setidaknya, ia tidak harus pusing memikirkan uang sewaan.
Namun, di atas segala kesuksesan itu, Surya pun sering merasakan pengalaman pahit. “Dukanya banyak juga. Saya sering dibilang penipulah, pembohonglah, karena pulsanya tidak terkirim dan lambat. Tapi saya sadar, namanya jualan produk elektronik, pasti ada kekurangannya,” katanya.
Dalam menjalankan usaha ini, Surya mengaku tidak melakukan promosi apapun. “Ah, kalau bisnis begini, sepertinya belum membutuhkan promosi. Kalau tempat usahanya kelihatan dan berada di tempat strategis, pasti banyak yang beli,” selorohnya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Rony, Duta Gemilang (
Top Selling 500 HP Sebulan )
Berawal dari sering mengantarkan teman mencari ponsel di ITC Roxy Mas, Grogol, Jakarta Barat, Rony melihat bisnis ponsel amat menjanjikan hingga membuatnya terjun ke bisnis ini.
Berawal dari hanya menyewa di Unit no. 4 lantai 3 ITC Roxy Mas, kini toko tersebut telah menjadi miliknya. “Pada November 1998 saya mulai menyewa tempat ini dengan modal sebesar Rp. 30.000.000,- per tahun, serta ditambah 50 juta rupiah untuk membeli keperluan pendukung lainnya.
Tidak berselang lama saya memberanikan diri membeli toko ini karena melihat peluang ke depan,” ujar pria asli Jambi ini.
Perkiraannya ternyata tidak salah. Toko ponsel yang diberi nama Duta Gemilang ini, awalnya hanya sebuah toko ponsel mandiri yang menjual ponsel beragam merk. Namun kini tokonya telah bermetamorfosis menjadi salah satu partnershop sebuah merek handphone terkenal.
Di tengah serbuan handphone asal Cina yang saat ini mulai menunjukkan kekuatannya, Rony mengaku masih optimis dengan pangsa pasar handphone yang ia jajakan.
“Memang sejak satu tahun belakangan ini, terjadi pergeseran pangsa pasar ponsel yang drastis. Mereka sedang kecanduan Blackberry dan banyak handphone serupa produk Cina,” tambahnya. Dengan menjual handphone kurang lebih 250 unit setiap bulannya, Rony berhasil memperoleh keuntungan hingga 500 juta rupiah. “Biasanya handphone yang banyak diminati konsumen adalah handphone dengan harga kisaran 2 juta-an,” ucap bapak dengan dua anak ini. Sementara Rony mengaku pernah mencapai top selling dengan menjual sekitar 500 unit ponsel perbulan.
----------------------------------------------------------------------------------
Rudi Santoso (
Dua Toko Rp 25 Juta Perhari )
Mantan pegawai bank ini memiliki dua toko ponsel Patrick Phone & Gemilang Cellular, mampu menjual hingga kurang lebih tiga ratus handphone perbulan.
Tadinya ia hanya bisnis iklan penjualan handphone second. Karena banyaknya permintaan, Rudi memutuskan terjun ke bisnis penjualan langsung. “Pada 1999 saya hanya punya satu took, itu pun masih join dengan teman.
Bermodal 30 juta rupiah dibagi dua, saya memberanikan diri untuk menyewa kios di lantai dasar ITC Roxy Mas,” ucapnya.
Harga sewa tempat pada 1999, mencapai 24 juta rupiah. Sisa modal digunakan Rudi membeli berbagai properti yang akan dijual. Pilihannya ternyata membawa berkah walau saat ini hanya Rudi sendiri mengelola toko ponselnya.
“Awalnya semuanya penjualan sangat pesat hingga saya mempunyai tiga toko, dua di bawah yang satu lagi di lantai atas. Namun karena kurang orang yang menjaga satu toko tidak terurus. Tinggal dua sekarang,” ucap pria dengan dua anak ini.
Persaingan yang makin ketat, membuat penjual dituntut melakukan inovasi dan pendekatan yang baik pada konsumen. Apalagi merebaknya pusat handphone di tiap mall di Jakarta, “Bisnis ini adalah bisnis semua artinya telah banyak yang menjadi pelaku di bisnis ini. Kita dituntut aktif. Contohnya, kita aktif menawarkan kepada pengunjung yang lewat. Memberikan pelayanan yang cepat dan baik kepada konsumen, kami pun menyediakan layanan delivery,” jelas Rudi.
Dengan omzet mencapai 25 juta rupiah tiap hari, tentunya bisnis ini merupakan lahan yang memang sangat menggiurkan. “Bisnis ini tidak ada matinya, apalagi ditambah dengan tipikal orang Indonesia. Ponsel telah menjadi kebutuhan yang penting untuk menunjang mobilitas, kerja, sosialisasi hingga gaya hidup,” ungkap Rudi.
----------------------------------------------------------------------------------
MLM PULSA ( Untung Berlipat-Lipat )
Adalah Marifat atau Rifat, seorang muda dengan segudang cita-cita, memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan asuransi terkemuka dan memulai usahanya sendiri.
Beragam usaha ia lakukan, termasuk mengikuti salah satu MLM, sampai akhirnya ia dikenalkan pada MLM Pulsa Duta Future International.
Transparansi, kemudahan serta beragam keunggulan MLM ini tak langsung membuatnya tertarik. “Saya dan istri butuh waktu 2 bulan sebelum bergabung!” ujarnya. Itupun, lanjutnya, pembelian Hak Usaha MLM dibayari oleh sang up-line yang mensponsorinya.
Rifat mulai meluangkan waktu mengembangkan jaringannya. “Sistem binary yang diterapkan MLM ini hanya memungkinkan kita memiliki 2 down-line. Kiri dan kanan. Selanjutnya, kedua kaki itu dikembangkan dengan sistem yang sama,” jelasnya. Ini membuat MLM DFI berbeda. “Tidak ada monopoli up-line. Jaringan dirancang agar seimbang dan adil. Semua orang memperoleh reward atas usahanya, jadi sama-sama kaya,” paparnya.
Terperangah oleh keunggulan MLM DFI, membuat Rifat makin bersemangat. “Keyakinan saya didasari fakta, hampir semua orang membutuhkan pulsa. Pulsa DFI adalah pulsa mentah. Jadi bisa digunakan untuk semua provider. Transaksi bisa dilakukan dimanapun, kapanpun. Praktis dan aman. Harganya jauh lebih murah!” imbuhnya.
Tak cuma itu MLM DFI memberi keuntungan dari pengembangan jaringan membership tadi melalui 5 cara. “Setiap transaksi, penambahan keanggotaan bahkan aktivasi pulsa member kita bonus,” papar sarjana ini. Itu belum termasuk hak royalty anggota. Maka tak heran, modal untuk membeli Hak Usaha yang hanya Rp. 200.000, terbayar kembali dalam waktu relatif singkat. Bersama Hak Usaha itu, anggota juga mendapat kartu anggota sebagai bukti Asuransi Kecelakaan dan fasilitas diskon di ribuan merchant, education pack, teknologi isi pulsa pribadi yang dilayani server pulsa terbesar di Indonesia serta fasilitas lainnya.
“Ini adalah bisnis yang fenomenal karena ada unsur pemberdayaan masyarakat kecil. Apalagi sudah bersertifikasi halal dari MUI Jawa Barat dan MUI Pusat.” imbuhnya yakin. Hingga kini MLM DFI yang baru berjalan 2 tahun ini telah memiliki 3 juta HU. Anggotanya tersebar di seluruh Indonesia, dari berbagai golongan mulai dari politisi, artis hingga tukang ojek.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Ponsel Training Center ( Servis HP Jasa Mahal )
Semakin banyaknya pemakai Handphone saat ini berdampak pada munculnya masalah teknis dalam pemakaian sehari-hari. Ini tentu mendorong makin dibutuhkannya para teknisi handphone.
Peluang ini ditangkap Wawan Syahroni (30) dengan Raja Ponsel Training Center-nya, menawarkan kursus teknisi handphone dengan harga terjangkau. “Di Raja Ponsel, ada beberapa paket pilihan mulai dari Rp.2.500.000,- hingga 1.000.000,- selama 12 hari.
Tempat prakteknya di Jalan Bangka - Jakarta Selatan. Kami juga menawarkan program kerjasama berupa workshop dengan biaya hanya Rp. 500.000,- perorang,” ucap Wawan.
Mendirikan training center ponsel ini bermula, karena nyaris tertipu saat hendak melakukan reparasi ponsel. “Ongkos perbaikannya dikenai biaya sebesar Rp. 60.000. Padahal kerusakannya hanya konektor batere. Lalu saya mencoba mencari sendiri onderdilnya. Ternyata hanya empat ribu rupiah! Sejak saat itu saya bertekad mempelajari service ponsel sendiri,” ucap pria yang mengasuh rubrik di sejumlah tabloid ponsel ini, mengenang kejadian tahun 2005.
Wawan yang memulai usahanya dengan modal Rp 10 juta, kini telah memiliki training center tidak hanya di Jakarta tetapi juga di Bandung dan Sukabumi. Salah satunya adalah Niko Wijaya yang melihat iklan dari sebuah website. Niko yang tinggal di Padang akhirnya memutuskan pindah ke Jakarta, “Saya baru di sini, kurang lebih sudah empat kali pertemuan. Karena penyampaiannya simpel maka service ini terlihat mudah. Rencananya setelah ini ingin kembali ke Padang, membuka usaha reparasi service sendiri di sana,” ujarnya.
Walau masih terbilang usaha kecil, Wawan juga kerap diminta memberikan workshop kepada siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di daerah. Tak jarang pula diminta oleh provider. Tidak puas, pria dengan satu anak ini membuat dan mengasuh website wahanaponsel.com serta raja ponsel.com yang berisi panduan singkat bagi mereka yang ingin mendalami ilmu reparasi ponsel. “Dengan adanya website ini diharapkan menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas,” ucapnya.
----------------------------------------------------------------------------------
Buka Toko HP Itu Gampang
Bagi Anda yang tertarik untuk memulai bisnis ini, setidaknya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hal ini penting guna menunjang kelancaran berbisnis Anda.
1. Mengenali produk.
Mengenali produk di bidang selular dengan baik bisa membantu Anda menumbuhkembangkan usaha yang digeluti. Pertama, voucher (isi ulang) yang sudah menjadi makanan pokok pengguna HP. Kedua, handphone pun bisa baru atau second. Ketiga, aksesoris yang bisa berupa casing, gantungan, sarung, lampu atau seputar aksesoris lainnya. Keempat, ringtone atau download gambar. Kelima, servis atau reparasi handphone.
2. Pemilihan lokasi.
Lokasi bisa dilakukan di mall, toko pinggir jalan atau bahkan di rumah sendiri.
3. Harga dan papan harga.
Papan harga memang menjadi daya tarik pembeli untuk melihat outlet kita. Kalau dirasa harga yang dipasang lebih rendah atau relatih murah, maka dijamin pembeli mau mampir.
4. Spanduk.
Spanduk, umbul-umbul dan pajangan lainnya bisa jadi merupakan daya tarik pembeli.
5. Supplier.
Carilah dealer atau grosir voucher di sekitar tempat tinggal Anda. Atau bisa ditemukan di mall-mall, bagi Anda yang hidup di perkotaan.
6. Modal.
Keperluan modal ditentukan oleh seberapa besar outlet Anda. Untuk ukuran sedang, modal berjalan bisa berkisar 5 sampai 10 juta. Namun untuk memulai, modal berjalan 1 sampai 3 juta sudah cukup. Diluar modal berjalan, masih diperlukan modal lain untuk melengkapi toko.
7. Etalase.
Etalase sangat dibutuhkan untuk memajang barang dagangan Anda.
8. Aksesoris.
Harga aksesoris selular grosir cukup murah. Aksesoris bisa didapatkan di mall-mall tempat Anda berbelanja voucher. Atau, carilah pusat pembuatannya. Harganya jauh lebih murah.
Kenali Jenis Voucher
- Voucher fisik. Voucher ini dicetak khusus dengan nomer seri dan nomor
sandi/kode/password sesuai besaran pulsa. Voucher ini biasanya bernilai nominal mulai Rp. 25 ribu.
- Voucher e-pay (electronic payment). Voucher ini berbentuk kertas dan dikeluarkan oleh operator tertentu seperti Mentari, IM3, Fren, Flexy, dan lainnya. Nilai nominal voucher e-pay ini biasanya bilangan kecil antara 5 ribu s/d 25 ribu. Voucher ini hanya berupa kertas yang dicetak/print, dilengkapi nomor seri dan nomor kodenya terbuka.
- Voucher Elektrik. Voucher ini tidak berbentuk kartu atau kertas. Voucher ini hanya berupa pengaktifan kode elektronik yang hanya bisa dilakukan oleh perangkat elektronik telekomunikasi dengan bantuan server. Voucher elektrik ini pada akhirnya bisa dipakai dalam berbagai bentuk bisnis seperti kerjasama dengan perbankan dan pembeliannya lewat ATM atau bisnis MLM voucher.
Tips Bisnis Irit
- Jika memungkinkan, gunakan rumah tinggal untuk mulai buka usaha.
- Karyakan orang di rumah, misalnya istri untuk menjaga konter, agar tidak perlu membayar pekerja.
- Dengan modal sedikit, pilih konter voucher elektrik. Ada dua jenis, mono produk (hanya satu jenis voucher) atau multi produk. Untuk multi produk uang muka (deposit) ke grosir minimal Rp. 300.000 dan sudah bisa mendapat voucher pulsa semua jenis kartu. Ditambah modal beli HP senilai Rp. 200.000. Total kebutuhan senilai Rp. 500.000.
- Sering-seringlah hunting ke sentra penjualan selular. Fungsinya untuk mendapatkan harga termurah yang mungkin saja Anda dapatkan.
|