Kemenkes targetkan aplikasi rekam medis hadir tahun depan
Elshinta
Jumat, 22 Oktober 2021 - 23:55 WIB |
Kemenkes targetkan aplikasi rekam medis hadir tahun depan
Ilustrasi (Pixabay)

Elshinta.com - Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji menargetkan aplikasi rekam medis atau health record akan tersedia di Indonesia pada tahun depan.

Insya Allah tahun depan dengan kolaborasi diharapkan (Indonesia) punya aplikasi health record sehingga rekam medis tidak hanya dimiliki fasilitas kesehatan tetapi juga masing-masing individu,” kata dia dalam sebuah diskusi daring, Jumat.

Dengan hadirnya aplikasi rekam medis ini, maka pencatatan data kesehatan orang-orang di Indonesia sejak dalam kandungan hingga masa kritis tak lagi terpisah-pisah di fasilitas kesehatan seperti saat ini.

Terkait pencatatan, sebenarnya saat ini sudah berkembang berbagai alat kesehatan digital dalam bentuk yang bisa dipakai di tubuh semisal perekam detak jantung hingga jam pencatat saturasi oksigen. Alat-alat ini, menurut Setiaji dapat dimanfaatkan dalam upaya pencegahan penyakit.

Aplikasi rekam medis sendiri menjadi bagian dari program prioritas terkait digitalisasi kesehatan yang disusun Kementerian Kesehatan melalui pembentukan Digital Transformation Office. Program ini mencakup 9 aktivitas yang terbagi dalam 3 bagian besar, yakni integrasi dan pengembangan data kesehatan dengan aplikasi rekam medis termasuk di dalamnya.

“Di sisi lain, dengan data kita bisa melakukan berbagai macam riset, mengembangkan teknologi kesehatan yang ada di Indonesia,” tutur Setiaji.

Kedua, integrasi dan pengembangan aplikasi pelayanan kesehatan yakni bagaimana menghadirkan layanan aplikasi yang memudahkan penggunanya misalnya mendapatkan layanan kesehatan.

Di sini, peningkatan sumber daya manusia (SDM) informatika kesehatan juga diperlukan. Setiaji mengatakan, tenaga kesehatan diupayakan memiliki pengetahuan digital. Dengan begitu, para nakes ini bisa terbantu melalui hadirnya teknologi termasuk dalam memperluas jangkauannya terhadap layanan kesehatan.

“Diharapkan dengan teknologi, dokter bisa meng-upgrade skill dan juga memperluas jangkauannya terhadap layanan kesehatan. Kapasitas kesehatan kita dari sisi SDM dan infrastruktur masih terbatas,” kata Setiaji.

Bagian terakhir dari prioritas digitalisasi kesehatan Indonesia, yakni mengembangkan ekosistem teknologi kesehatan. Di sini, diupayakan agar ekosistem digital diperluas kegunaanya sehingga tidak semata menjadi milik masyarakat perkotaan, tetapi juga perdesaan. Menurut Setiaji, ini menjadi bagian pekerjaan rumah yang harus dijalankan.

Termasuk dalam bagian ini yakni pengembangan bioteknologi dan implementasi regularoty sandbox dan inkubasi pengembangan teknologi kesehatan 4.0 sehingga inovasi kesehatan yang berkembang bisa terfasilitasi.

“Bisa kami fasilitasi, kita berikan semacam lisensi sehingga masyarakat bisa tenang dapatkan layanan trmasuk dokter memberikan layanan,” demikian ujar Setiaji.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Vaksinasi capai 60 persen, Djarum Foundation beri apresiasi 4 sepeda motor untuk warga Semarang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 17:24 WIB
Program vaksinasi Covid-19 kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Semarang Jawa Tengah dan Djarum fo...
Pemkot sosialisasi e-partisipasi kepada Forum RW se-Kota Bandung
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:48 WIB
Dalam rangka memberikan layanan informasi dan kemudahan bagi masyarakat dalam menghitung partisipasi...
121 pospam terpadu didirikan saat Nataru di Sumut
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:24 WIB
Sebanyak 121 pos pengamanan (Pospam) terpadu akan didirikan di sejumlah titik di Sumatera Utara, saa...
Polisi tangkap pelaku pembuangan mayat bayi baru lahir
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:06 WIB
Evi Afrida (20), warga Desa Pondok, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah diamankan pol...
Kasus positif Covid-19 Sukoharjo bertambah diduga dibawa pendatang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:55 WIB
Kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah cenderung bertambah sejak awal pekan ini. Setelah...
 Dubes Ukraina kunjungi Jateng: Bercerita soal Gadjah Mada hingga Pangeran Diponegoro
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:10 WIB
Biasanya sejumlah duta besar dari negara-negara asing datang ke Jawa Tengah untuk membahas soal kerj...
 Cegah Covid-19, puluhan peserta UKW PWI Malang Raya diswab antigen
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:59 WIB
Puluhan wartawan dari Surabaya, Blitar, Situbondo, Lumajang, dan Malang Raya yang mengikuti Uji Komp...
Mobil DFSK buatan Pabrik Cikande diekspor ke 14 negara
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:11 WIB
PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek (APM) DFSK di Indonesia mengumumkan bahwa pabrik ...
Pemerintah dukung langkah APBI jalankan `good mining practice`
Sabtu, 04 Desember 2021 - 11:11 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendukung langkah Asosiasi Pertambangan Batubara I...
Hampir seluruh wilayah Indonesia diguyur hujan pada Sabtu
Sabtu, 04 Desember 2021 - 10:59 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hampir seluruh wilayah Indonesia ak...
InfodariAnda (IdA)