Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah 79 persen
Elshinta
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 14:15 WIB |
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah 79 persen
Foto udara struktur jembatan tertinggi proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Section Tunnel #6 DK 88 di Desa Depok, Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (15/5/2021). Konstruksi jembatan tersebut memiliki tinggi lebih dari 60 meter dan panjang 160 meter tipe Balance Cantilever serta dikerjakan dengan metode cor di tempat menggunakan alat form traveler selama 14 bulan. (ANTARA JABAR/M Ibnu Chazar/agr)

Elshinta.com - Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta- Bandung (KCJB) hingga saat ini sudah mencapai 79 persen, dan PT KCIC pun terus melakukan berbagai upaya sehingga target operasional KCJB di akhir tahun 2022 bisa terwujud.

Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya dalam siaran persnya, Sabtu, menuturkan saat ini PT KCIC bersama konsorsium kontraktor sedang berfokus untuk melakukan percepatan pembangunan di 237 titik konstruksi secara komprehensif.

Pihaknya mengakui pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak tahun 2020 cukup menghambat proses pembangunan KCJB.

“Pandemi cukup memberikan dampak pada proses pembangunan KCJB. Untuk itu sekarang fokus kami adalah melakukan percepatan pembangunan,” ujarnya.

Adapun titik-titik konstruksi yang menjadi prioritas ke depan antara lain penyelesaian pengeboran tiga tunnel yang tersisa dari 13 tunnel yang ada di jalur KCJB.

Ketiga tunnel prioritas itu adalah tunnel 2 sepanjang 1.040 meter di Jatiluhur, Purwakarta, tunnel empat sepanjang 1.315 meter di Plered, Purwakarta, dan tunnel 6 sepanjang 4.478 meter di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu, PT KCIC juga akan menyelesaikan erection girder untuk konstruksi elevated track, terutama yang berada di DK 134 dan DK 134 di daerah Batununggal, Bandung, Jawa Barat.

Tak hanya itu, Mirza menambahkan jika saat ini pekerjaan subgrade 18#, 19#, dan 20# yang berlokasi di perbatasan antara Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta menjadi titik konstruksi yang dikebut pengerjaannya.

Selain percepatan pada konstruksi jalur KCJB, Mirza memaparkan jika saat ini PT KCIC juga sedang melakukan percepatan pembangunan untuk stasiun Halim, Karawang, dan Tegalluar.

"Saat ini, pengerjaan di tiga stasiun KCJB di Halim, Karawang, dan Tegalluar juga sedang kami kebut agar segera siap menyambut para penumpang sesuai target di akhir 2022," katanya.

Sedangkan Electric Multiple Unit (EMU) atau kereta yang akan digunakan ketika
operasional nanti saat ini sedang dalam tahap produksi di pabrik China Railway
Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang yang berada di Qingdao, Tiongkok.

Termasuk juga pembuatan Comprehensive Inspection Train (CIT) atau Kereta
Inspeksi yang nanti digunakan untuk mengecek dan memastikan keamanan jalur kereta cepat.

Untuk operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PT KCIC dengan kementerian terkait saat ini sedang melakukan pembahasan dan harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan.

Di sisi lain, dilakukan juga pelatihan SDM hingga pembuatan SOP sebagai bagian dari persiapan Operation Maintenance Readiness.

"Dengan semua upaya yang kami lakukan, mudah-mudahan target operasional di
tahun 2022 ini bisa tercapai,” ujarnya.

Seperti yang diketahui, pada fase pertama operasi yang ditargetkan di akhir 2022, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menempuh trase sepanjang 142,3 kilometer.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan melintasi 9 kota dan kabupaten di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.

Stasiun keberangkatan sekaligus kedatangan kereta cepat berada di wilayah Jakarta, yakni melalui Stasiun Halim, kemudian melintasi Stasiun Karawang, Stasiun Hub Padalarang dan berakhir di Stasiun Tegalluar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ini harapan para petani atas kehadiran Bendungan Karalloe
Selasa, 23 November 2021 - 18:14 WIB
Kehadiran Bendungan Karalloe yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Selasa, 23 November 2021, din...
PUPR targetkan pengisian air Bendungan Gongseng selesai Februari 2022
Selasa, 23 November 2021 - 15:38 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menargetkan proses pengisian air atau impo...
Bupati Langkat terima Jembatan Sei Wampu 
Senin, 22 November 2021 - 19:34 WIB
PT. Aek Simonggo Energy menyerahkan Jembatan Sei Wampu kepada Pemerintah Kabupaten Langkat, di Desa ...
UMM salurkan bantuan bahan material bangunan bagi warga Jodipan 
Sabtu, 13 November 2021 - 16:35 WIB
Bantuan berupa material dan puluhan kursi pada warga jalan Jodipan Wetan gang 3 RW VI, Kelurahan Jod...
Wamen Budi Arie ajak alumni UI dan Bank Mandiri bersama-sama bangun desa 
Sabtu, 13 November 2021 - 10:26 WIB
Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi mengajak Bank M...
Sinergi pemerintah daerah dan Bakamla RI untuk optimalisasi pembangunan laut NTT
Rabu, 10 November 2021 - 21:46 WIB
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiens  Tim Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) R...
Pandemi tidak halangi Jateng berangkatkan 10 keluarga transmigrasi ke Kalimantan
Rabu, 10 November 2021 - 20:22 WIB
Sempat terhenti karena pandemi Covid-19,  program transmigrasi Pemprov Jateng akan mulai bergulir p...
Menhub instruksikan jajarannya prioritaskan pembangunan bernilai guna
Sabtu, 06 November 2021 - 18:25 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengingatkan jajarannya untuk memprioritaskan pembang...
Menteri PUPR buka peluang investasi dengan Turki
Sabtu, 06 November 2021 - 10:37 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan dengan aso...
 Kodim 1702/Jayawijaya dan masyarakat perbaiki Jembatan Sahayu Yalimo yang dirusak OTK
Kamis, 04 November 2021 - 15:12 WIB
Personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama para pemuda Distrik Abenaho berhasil memperbaiki jem...
InfodariAnda (IdA)
Elshinta
CRI