IHW minta e-commerce sajikan informasi halal pada layanan produk
Elshinta
Kamis, 14 Oktober 2021 - 15:05 WIB |
IHW minta e-commerce sajikan informasi halal pada layanan produk
Tangkapan layar Direktur Eksekutif IHW Ikhsan Abdullah dalam webinar `Kewajiban Menyajikan Layanan Informasi Halal Bagi E-commerce Demi Terwujudnya Perlindungan dan Kenyamanan Konsumen` yang diikuti di Jakarta, Kamis (14/11/2021). (FOTO ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Elshinta.com - Indonesia Halal Watch (IHW) meminta para pelaku usaha "e-commerce" untuk menyajikan informasi atau keterangan halal pada layanan produk yang ditawarkan pada masyarakat.

“Ini perlu mendapat perhatian dari kita semua, khususnya layanan informasi halal. Banyak sekali e-commerce dalam praktiknya belum menyediakan keterangan layanan informasi halal,” kata Direktur Eksekutif IHW Ikhsan Abdullah dalam webinar "Kewajiban Menyajikan Layanan Informasi Halal Bagi E-commerce Demi Terwujudnya Perlindungan dan Kenyamanan Konsumen" yang diikuti di Jakarta, Kamis.

Menurut dia hingga saat ini, pihak e-commerce masih belum memahami pentingnya kehalalan sebuah produk atau jasa yang ditawarkan dan masih memiliki kekurangan terkait dalam menyajikan layanan informasi produk halal kepada masyarakat.

Ia mengatakan, sebuah produk dapat dikatakan halal bukan hanya setelah produk itu selesai diproduksi. Tetapi, dapat terjamin kehalalannya mulai dari saat menjadi bahan mentah, proses pengolahan bahan, proses distribusi hingga sampai ke tangan konsumen.

Namun, kata dia, meskipun produk yang ditawarkan adalah produk halal, penjual sering tidak memasukkan keterangan tersebut saat mengunggah produk yang ditawarkan dalam sebuah platform digital, sehingga tidak jarang dijumpai konsumen merasa kecewa dengan produk yang diterima.

Pelaku usaha yang telah mendapatkan sertifikat produk halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), juga seringkali tidak menampilkan secara lengkap sertifikat kehalalan produk tersebut.

Ia menjelaskan, apabila informasi yang ditampilkan dan pemahaman e-commerce mengenai produk halal itu tidak dipahami dan diberikan secara lengkap, akan berdampak terhadap kenyamanan dan keamanan konsumsi masyarakat sebagaimana yang diatur dalam pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Kemudian seringkali, muncul self-delclair. Menampilkan sertifikasi halalnya sendiri, logonya juga bukan dari MUI. Tentu ini tidak memberikan kenyamanan dari konsumen dan e-commerce,” kata dia menjelaskan kekurangan lain yang masih terjadi.

Untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, Ikhsan meminta agar pihak e-commerce dapat membuat direktori halal dalam kategori produk, agar konsumsi barang di masyarakat dapat lebih terjamin, termasuk direktori untuk produk yang tidak halal.

Menurut dia, pihak penjual harus betul-betul memperhatikan format dan pelayanan yang lengkap melalui kategori itu, supaya masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam memilih produk. Khususnya pada warga Indonesia yang memiliki beragam agama dan budaya untuk memberikan perlindungan kenyamanan mengkonsumsi produk yang ditawarkan.

“Kami minta semua jasa perdagangan layanan e-commerce itu merubah form yang tersaji selama ini. Yang belum mencantumkan pilihan halal, segera dilaksanakan karena itu adalah kewajiban, mandatori dari UU untuk kebaikan kita semua,” katanya Ikhsan Abdullah.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Mastuki mengatakan pihak e-commerce memiliki kewajiban untuk memberikan keterangan halal tersebut pada konsumen.

“Merujuk pada regulasi dari sisi regulatifnya, itu informasi yang harus dilaksanakan oleh pelaku usaha,” kata Mastuki.

Menurut dia tidak ada perbedaan saat produk yang ditawarkan kini melalui pasar digital dengan menawarkan produk di pasar tradisional atau modern seperti sebelum pandemi COVID-19.

Ia menjelaskan karena dalam perdagangan e-commerce termasuk pada kegiatan pembelian, penjualan, pemasaran menawarkan barang dan jasa seperti makanan, minuman dan kosmetik yang telah disebutkan dalam undang-undang, maka pihak penjual harus memberikan perlindungan pada konsumen.

“Jadi jawaban singkatnya adalah e-commerce wajib memberikan informasi yang setepat-tepatnya pada konsumen,” demikian Mastuki.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kapasitas pembangkit energi baru terbarukan bertambah 386 megawatt
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 09:30 WIB
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat ada penambahan kapasitas pembangkit listrik ener...
Pelanggan PDAM Kotim keluhkan kenaikan tarif di tengah pandemi
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 08:01 WIB
Kenaikan tarif air PDAM Tirta Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terus dikeluh...
Bupati Morut berharap Satpol PP jaga keamanan agar investor nyaman
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 07:45 WIB
Bupati Morowali Utara (Morut) dr. Delis Julkarson Hehi berharap seluruh anggota satuan polisi pamong...
Gubernur Sultra raih penghargaan Duta Inklusi Keuangan dari OJK
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 06:30 WIB
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi berhasil meraih penghargaan sebagai Duta Inklusi dan L...
Anak usia di bawah 12 tahun boleh naik KA lagi
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 06:15 WIB
Anak berusia di bawah 12 tahun kembali diizinkan untuk melakukan perjalanan dengan moda transportasi...
Kemenkes targetkan aplikasi rekam medis hadir tahun depan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 23:55 WIB
Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji menargetkan aplikasi rekam medis...
Kawasan wisata GWK Cultural Park buka kembali bagi kunjungan wisatawan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 22:25 WIB
Kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Kabupaten Badung, Bali, buka kembal...
Menteri KKP tebar 100 ribu benih ikan di Desa Wisata Pamegarsari
Jumat, 22 Oktober 2021 - 21:10 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menebar 100 ribu benih ikan di Situ Lebak Wangi...
 Peringati Hari Santri, Bupati Kudus minta santri sukseskan vaksinasi
Jumat, 22 Oktober 2021 - 20:55 WIB
Sebagai Kota Santri di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sudah barang tentu ada ratusan pondok pesantren...
 Hari Santri, PNS Pemprov Jateng `ngantor` sarungan
Jumat, 22 Oktober 2021 - 20:44 WIB
 Ada yang menarik dengan penampilan para aparatur sipil negara Pemprov Jateng pada Jumat (22/10). P...