Bupati Bangka ancam laporkan hukum perusak kawasan `Kotaku`
Elshinta
Sabtu, 18 September 2021 - 14:06 WIB |
Bupati Bangka ancam laporkan hukum perusak kawasan `Kotaku`
Bupati Bangka Mulkan. ANTARA/Kasmono

Elshinta.com - Bupati Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Mulkan mengancam menindak tegas dengan melaporkan secara hukum siapa saja yang sengaja merusak infrastruktur di skala kawasan "Kotaku" lingkungan nelayan.

"Saya tidak segan-segan menindak tegas bagi siapa saja yang sengaja merusak infrastruktur skala kawasan 'Kotaku' terutama kegiatan penambangan biji timah ilegal," katanya di Sungailiat, Sabtu.

Mulkan mengatakan infrastruktur skala kawasan "Kotaku" dibangun sebagai pusat fasilitas umum kegiatan masyarakat seperti, olahraga, pendidikan, wisata, kuliner dan kegiatan lainnya.

"Infrastruktur skala kawasan Kotaku dibangun sepanjang lebih kurang 300 meter dengan menelan anggaran mencapai lebih dari Rp12 miliar sebagai konsep menangani kawasan permukiman kumuh," tuturnya.

Masyarakat memiliki peranan penting untuk menjaga di kawasan Kotaku karena pengelolaan pengelolaanya kata bupati berbasis pemberdayaan masyarakat yang tergabung dalam kelompok swadaya masyarakat.

"Pemerintah membangun sejumlah infrastruktur umum hendaknya harus dijaga agar tetap bertahan bagus untuk kepentingan bersama," ujar Mulkan.

Menurut dia pemerintah pusat dan daerah sepakat meningkatkan pemerataan pembangunan guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dirreskrimum Polda NTB: Bripka MN tembak Briptu HT dari jarak dekat
Rabu, 27 Oktober 2021 - 15:29 WIB
Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Komisaris Besar Polisi Hari Bra...
Bea Cukai dan BNN ungkap peredaran narkoba jaringan Malaysia di Kolaka
Rabu, 27 Oktober 2021 - 13:07 WIB
Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap peredaran narkoba yang diduga dari jaringan ...
Penyidik Kejati agendakan ulang pemeriksaan dua saksi karena mangkir
Rabu, 27 Oktober 2021 - 12:30 WIB
Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan mengagendakan ulang pemeriksaan terhadap dua ora...
LPSK turun ke Distrik Kiwirok lindungi 8 nakes korban penyerangan KKB
Rabu, 27 Oktober 2021 - 09:59 WIB
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memberikan perlindungan langsung kepada delapan tenaga ...
Pimpinan DPRA dicecar seputar pengadaan Kapal Aceh Hebat oleh KPK
Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:25 WIB
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengaku dicecar pertanyaan seputar pengadaan Kapal Aceh...
Kapolri: Ke depan saya ingin polisi dicintai masyarakat
Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:10 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo berharap ke depan seluruh anggota polisi dapat dicintai ol...
Polres Balangan ungkap kasus peredaran narkoba
Selasa, 26 Oktober 2021 - 22:10 WIB
Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Balangan, Kalimantan Selatan, mengungkap kasus peredaran obat ...
Pemkab Pati pulangkan 14 pemandu karaoke asal luar daerah
Selasa, 26 Oktober 2021 - 20:40 WIB
Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memulangkan 14 pemandu karaoke asal luar daerah yang terjari...
Pengamat sarankan Jaksa Agung benahi kinerja kejaksaan di daerah
Selasa, 26 Oktober 2021 - 19:56 WIB
Baru-baru ini, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan rasa kecewanya atas adanya oknum jaksa yang ...
Pelaku penembakan Briptu HT terancam penjara seumur hidup
Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:59 WIB
Oknum anggota Polsek Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, Brigadir Polisi Kepala MN (38), yang menembak...