Penjabat menlu Afghanistan desak donor internasional lanjutkan bantuan
Elshinta
Rabu, 15 September 2021 - 09:51 WIB |
Penjabat menlu Afghanistan desak donor internasional lanjutkan bantuan
Orang-orang mengadakan pawai protes terhadap keputusan Taliban untuk memaksa mereka meninggalkan rumah mereka di Kandahar, Afghanistan, Selasa (14/9/2021). ANTARA FOTO/ASVAKA News Agency/Handout via REUTERS/FOC/sa. (via REUTERS/ASVAKA NEWS AGENCY)

Elshinta.com - Penjabat menteri luar negeri Afghanistan pada Selasa (14/9) mendesak donor internasional untuk melanjutkan bantuan saat pemerintah Taliban berupaya menopang keuangan negara yang sangat bergantung pada bantuan luar pasca 40 tahun perang.

Menyusul pengambilalihan oleh Taliban setelah berhasil menyapu bersih pasukan pemerintah pada Agustus lalu, sebagian besar donor internasional membekukan bantuan.

"Afghanistan adalah negara yang dilanda perang dan membutuhkan bantuan masyarakat internasional di berbagai sektor, terutama pendidikan, kesehatan dan pembangunan," kata Amir Khan Muttaqi saat konferensi pers di Kabul.

"Proyek mangkrak harus diselesaikan untuk menghindari pemborosan sumber daya," lanjutnya. Ia juga menyerukan bantuan lainnya dari donor multilateral seperti Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia (ADB) serta Bank Pembangunan Islam.

Pasca pengambilalihan, Amerika Serikat membekukan deposit bank yang berdenominasi dolar Afghanistan yang menjadi cadangan bank sentral.

Masyarakat internasional semestinya tidak mempolitisasi bantuan mereka untuk Afghanistan, kata Muttaqi.

"(Kami) membantu AS sampai evakuasi orang terakhir mereka, namun sayangnya AS, malah berterima kasih kepada kami dengan pembekuan aset kami," ucapnya.

"AS adalah negara yang hebat sehingga harus memiliki kesabaran yang luar biasa, kami harus saling membantu."

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Batalkan pesanan kapal selam, Australia disebut buat kesalahan besar
Minggu, 19 September 2021 - 17:48 WIB
Australia telah membuat kesalahan diplomatik “besar” dengan membatalkan pesanan kapal selam buat...
Anak-anak perempuan di Afghanistan kembali bersekolah
Minggu, 19 September 2021 - 17:27 WIB
Sejumlah siswi sekolah dasar di Afghanistan kembali bersekolah pada Sabtu (18/9), namun siswi senior...
Krisis dengan Prancis, Australia bela keputusannya tentang kapal selam
Minggu, 19 September 2021 - 16:22 WIB
Australia bersikap `berani, terbuka, dan jujur` pada Prancis atas kekhawatirannya dengan kerja sama...
Hong Kong gelar pemungutan suara untuk 1.500 anggota Komite Pemilu
Minggu, 19 September 2021 - 13:22 WIB
Hong Kong menggelar pemungutan suara untuk memilih 1.500 anggota Komite Pemilihan Umum (EC) pada Min...
Ledakan di Afghanistan tewaskan sejumlah orang
Minggu, 19 September 2021 - 11:15 WIB
Serangkaian ledakan di Kota Jalalabad, Afghanistan menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sek...
Pesawat tempur China masuki zona pertahanan udara Taiwan
Sabtu, 18 September 2021 - 21:38 WIB
Angkatan udara Taiwan pada Jumat (17/9) berusaha menghalau 10 pesawat China yang memasuki zona perta...
Kepala negara tak perlu tunjukkan bukti vaksinasi di sidang umum PBB
Jumat, 17 September 2021 - 17:07 WIB
Semua presiden, perdana menteri, dan diplomat, yang akan mengikuti Sidang Majelis Umum Perserikatan ...
Dubes Kim tegaskan donasi vaksin dari AS diberikan tanpa syarat
Jumat, 17 September 2021 - 12:39 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang disumban...
Warga Australia divaksin dijanjikan kebebasan bahkan saat COVID naik
Jumat, 17 September 2021 - 12:19 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat menjanjikan lebih banyak kebebasan bagi warga ya...
Presiden pariwisata dunia terpukau baju adat Gorontalo Menparekraf
Kamis, 16 September 2021 - 20:39 WIB
Presiden Forum Institut Pariwisata Dunia (WTFI) Bulut Bagci mengaku terpukau dengan pakaian adat Gor...
Live Streaming Radio Network