Menlu RI: Keselamatan, kehidupan warga Afghanistan prioritas utama
Elshinta
Selasa, 14 September 2021 - 12:08 WIB |
Menlu RI: Keselamatan, kehidupan warga Afghanistan prioritas utama
Menlu Retno Marsudi (2/9/2021). (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Elshinta.com - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat mengikuti secara virtual Pertemuan Tingkat Tinggi PBB untuk Situasi Kemanusiaan di Afghanistan menekankan bahwa keselamatan dan kehidupan warga Afghanistan harus menjadi prioritas utama.

"Keselamatan dan kehidupan masyarakat Afghanistan adalah prioritas utama," kata Menlu Retno Marsudi dalam pernyataannya ketika mengikuti pertemuan virtual tersebut, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Selasa.

Pertemuan Tingkat Tinggi PBB dilaksanakan secara virtual pada Senin (13/9) untuk menggalang dukungan negara-negara bagi bantuan kemanusiaan di Afghanistan.​ Pertemuan tingkat tinggi tersebut diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan dihadiri oleh pejabat tinggi setingkat menteri dari seluruh negara anggota PBB dan organisasi internasional.

Selain Menlu RI, pertemuan itu juga diikuti oleh para menlu dari 35 negara, antara lain Jerman, Inggris, Turki, Pakistan, Iran, Uni Emirat Arab, dan Norwegia. Dalam pembukaan pertemuan, Sekjen PBB menyampaikan bahwa kondisi kemanusiaan di Afghanistan telah menjadi salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia dalam sejarah.

Situasi kemanusiaan di negara itu makin diperparah dengan adanya kekeringan, kerusakan infrastruktur layanan publik mendasar, serta pandemi COVID-19. Saat ini diperkirakan lebih dari 11 juta warga Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan darurat. Untuk itu, dibutuhkan setidaknya pendanaan sebesar 606 juta dolar AS untuk situasi di Afghanistan.

Sekjen PBB mengimbau dukungan negara-negara, terutama secara finansial, untuk memastikan keberlangsungan bantuan bagi masyarakat Afghanistan yang membutuhkan. Indonesia terus mengharapkan adanya pemerintahan yang inklusif, perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan upaya mencegah merebaknya terorisme di Afghanistan.

Menlu RI menekankan bahwa pemerintahan yang inklusif adalah kondisi yang penting untuk mewujudkan Afghanistan yang aman serta dapat memulihkan kembali kepercayaan komunitas internasional. Terkait situasi kemanusiaan terkini, Menlu Retno menegaskan bahwa komunitas internasional memegang tanggung jawab untuk memastikan bantuan tersampaikan secara cepat dan lancar.

"Indonesia berkomitmen memberikan bantuan sebesar 3 juta dolar AS kepada masyarakat Afghanistan, melalui mitra lokal yang terpercaya," ujar Menlu Retno saat menyampaikan tentang dukungan konkret Indonesia.

Dari total bantuan Indonesia tersebut, sebesar 150.000 dolar AS diperuntukkan bagi bantuan kemanusiaan dalam situasi darurat. Sementara sebesar 2,85 juta dolar AS ditujukan untuk mendukung pembangunan di Afghanistan selama 3 tahun ke depan, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pertambangan.

Pada akhir pernyataannya, Menlu Retno menyampaikan komitmen berkelanjutan Indonesia untuk terus mendukung upaya perbaikan dan pembangunan kembali Afghanistan. Menurut dia, solidaritas internasional dalam pertemuan tersebut merupakan momentum yang baik untuk mendorong lompatan positif bagi tercapainya perdamaian berkelanjutan bagi masyarakat Afghanistan.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Indonesia telah secara konsisten memberikan bantuan bagi pembangunan di Afghanistan. Total bantuan yang telah disampaikan oleh Indonesia kepada Afghanistan hingga saat ini mencapai 10 juta dolar AS. Kontribusi tersebut diberikan diantaranya melalui program kerja sama trilateral dan peningkatan kapasitas di bidang UMKM, pemberdayaan perempuan, pemerintahan yang baik, serta pengelolaan sumber daya alam di Afghanistan.​

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Batalkan pesanan kapal selam, Australia disebut buat kesalahan besar
Minggu, 19 September 2021 - 17:48 WIB
Australia telah membuat kesalahan diplomatik “besar” dengan membatalkan pesanan kapal selam buat...
Anak-anak perempuan di Afghanistan kembali bersekolah
Minggu, 19 September 2021 - 17:27 WIB
Sejumlah siswi sekolah dasar di Afghanistan kembali bersekolah pada Sabtu (18/9), namun siswi senior...
Krisis dengan Prancis, Australia bela keputusannya tentang kapal selam
Minggu, 19 September 2021 - 16:22 WIB
Australia bersikap `berani, terbuka, dan jujur` pada Prancis atas kekhawatirannya dengan kerja sama...
Hong Kong gelar pemungutan suara untuk 1.500 anggota Komite Pemilu
Minggu, 19 September 2021 - 13:22 WIB
Hong Kong menggelar pemungutan suara untuk memilih 1.500 anggota Komite Pemilihan Umum (EC) pada Min...
Ledakan di Afghanistan tewaskan sejumlah orang
Minggu, 19 September 2021 - 11:15 WIB
Serangkaian ledakan di Kota Jalalabad, Afghanistan menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai sek...
Pesawat tempur China masuki zona pertahanan udara Taiwan
Sabtu, 18 September 2021 - 21:38 WIB
Angkatan udara Taiwan pada Jumat (17/9) berusaha menghalau 10 pesawat China yang memasuki zona perta...
Kepala negara tak perlu tunjukkan bukti vaksinasi di sidang umum PBB
Jumat, 17 September 2021 - 17:07 WIB
Semua presiden, perdana menteri, dan diplomat, yang akan mengikuti Sidang Majelis Umum Perserikatan ...
Dubes Kim tegaskan donasi vaksin dari AS diberikan tanpa syarat
Jumat, 17 September 2021 - 12:39 WIB
Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Sung Y Kim menegaskan bahwa vaksin COVID-19 yang disumban...
Warga Australia divaksin dijanjikan kebebasan bahkan saat COVID naik
Jumat, 17 September 2021 - 12:19 WIB
Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat menjanjikan lebih banyak kebebasan bagi warga ya...
Presiden pariwisata dunia terpukau baju adat Gorontalo Menparekraf
Kamis, 16 September 2021 - 20:39 WIB
Presiden Forum Institut Pariwisata Dunia (WTFI) Bulut Bagci mengaku terpukau dengan pakaian adat Gor...
Live Streaming Radio Network