Cerita Anthony Ginting memilih karier sebagai atlet profesional
Elshinta
Jumat, 10 September 2021 - 11:35 WIB |
Cerita Anthony Ginting memilih karier sebagai atlet profesional
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting usai pengalungan medali bulutangkis tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Senin (2/8/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Elshinta.com - "Enggak pernah kepikiran, kalau enggak jadi atlet bulu tangkis, mau jadi apa," ujar Anthony Ginting dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (9/9) malam, bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Pemilik nama panjang Anthony Sinisuka Ginting itu mengaku mulai mengenal olahraga bulu tangkis ketika berusia 5-6 tahun. Oleh Ayahnya, dia kemudian didaftarkan ke sebuah klub bulu tangkis saat umur 7-8 tahun.

Pada usia sekolah dasar tersebut, pria kelahiran Cimahi, 20 Oktober 1996 itu mengatakan memang suka berolahraga. Dia bahkan mengikuti kejuaraan futsal bersama teman-temannya.

Namun menginjak usia remaja, saat duduk di bangku sekolah menengah pertama, dia mulai fokus pada olahraga yang saat ini membawa namanya masuk ke jajaran lima besar pemain terbaik dunia.

Sejak saat itu, kenang Anthony, dia mulai intens latihan dan mengikuti sejumlah pertandingan kejuaraan nasional. Hingga pada 2013, tepatnya saat kelas 1 SMA, ia dipanggil untuk bergabung di pelatnas. 

Jauh sebelum berada di pelatnas, sebenarnya Anthony telah melihat pebulu tangkis Taufik Hidayat sebagai idola. Hingga akhirnya dia dapat mengikuti langkah peraih emas Olimpiade Athena itu untuk berlaga di ajang olahraga multievent tingkat dunia tersebut.

Di Olimpiade Tokyo, yang merupakan debut Anthony di pesta olahraga tertinggi itu, kerja keras, pengorbanan dan dedikasinya kepada olahraga bulu tangkis berbuah manis saat dia berhasil membawa pulang perunggu. 

Anthony mengakhiri puasa medali Olimpiade tunggal putra Indonesia dalam 17 tahun, yang terakhir ketika idolanya Taufik Hidayat menyabet emas, sementara Sony Dwi Kuncoro meraih perunggu pada 2004 di Athena. Satu kata menurut Anthony yang dapat membuatnya berada di titik pencapaiannya saat ini adalah totalitas.

"Di SMP harus pilih sekolah apa bulu tangkis. Kita enggak tahu juga di bulu tangkis ini bakal bagaimana, berhasil apa enggak. Aku sama orang tua sudah mutusin untuk jalanin di bulu tangkis, jadi harus totalitas," kata Anthony.

Totalitas yang dimaksud Anthony, termasuk menjaga pola makan, istirahat dan fokus sepenuhnya kepada latihan, tidak setengah-setengah, dan yang paling penting adalah disiplin. 

Dengan pencapaian tersebut, bukan berarti Anthony tidak pernah merasakan titik terendah secara profesional. Dia mengaku sebagai manusia biasa pernah merasakan jenuh pada profesinya itu, terlebih ketika harus menelan kekalahan saat pertandingan.

Putus asa saat usahanya tidak membuahkan hasil juga pernah dia rasakan. Namun ketika perasaan itu datang, kerja kerasnya saat meniti karier membuat dia kembali semangat dan mengalihkan fokusnya ke turnamen berikutnya.

Ketika rasa "down" melanda, Anthony punya resep tersendiri. Sederhana, rahasianya adalah makan makanan enak.

"Mencoba berpikir positif dan coba cara yang buat refresh otak... Simple sih, makan makanan enak sudah termasuk. Kalau turnamen di negara A, kalau saya habis kalah, ajak teman makan di luar sambil cari udara, lihat pemandangan sekitar sudah refresh juga," ujar Anthony.

Saat berkelliling dunia untuk mengikuti turnamen, dia menyebut Jepang sebagai negara yang paling dia senangi. Sayangnya pada Olimpiade Tokyo, para atlet tidak diziinkan keluar dari Kampung Atlet sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona.  Padahal, sebelum pandemi dia mengaku suka mencicipi segala macam makanan, dan Jepang menjadi favoritnya.

Jika punya resep untuk mengatasi perasaan "down," Anthony juga punya kunci untuk sukses di pertandingan. Dia sama sekali tidak membawa persoalan pribadi ke dalam lapangan.

"Belajar seprofesional mungkin," kata dia.

Meski tidak meraih medali emas dalam Olimpiade Tokyo, seperti yang dia targetkan, Anthony tetap bersyukur, dan menyimpan target itu menjadi sebuah keinginan untuk diulang selanjutnya pada Olimpiade Paris, "kalau 2024 mudah-mudahan masih sehat," kata dia.

Untuk dapat mewujudkan keinginannya itu, Anthony sekarang fokus pada setiap turnamen yang ia jalani, termasuk yang terdekat adalah Piala Sudirman dan Thomas-Uber Cup. Sementara kata pensiun masih jauh dari Anthony saat ini, dia berkeinginan untuk berkecimpung di luar bidang bulu tangkis. Entah itu pengusaha, kata dia, saat sudah tidak lagi produktif di dunia yang digelutinya itu.

Masih dalam suasana peringatan Haornas ke-38, Anthony memberikan pesan khusus kepada mereka yang ingin menjadi seorang atlet profesional. Menurut pebulu tangkis yang saat ini berusia 25 tahun itu, peran orang tua sangat penting untuk menentukan pilihan anak untuk menekuni bidang olahraga.

"Tidak mudah untuk memilih itu, jadi jangan setengah-setengah buat menjalaninya. Karena kita bisa melihat juga perhatian pemerintah, BUMN, swasta juga tidak setengah-setengah, jadi harus totalitas," ujar Anthony. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
PBSI perketat persiapan tim Piala Sudirman jelang keberangkatan
Selasa, 14 September 2021 - 17:50 WIB
Menjelang keberangkatan tim Piala Sudirman pada 21 September, Pengurus Pusat Persatuan Bulu tangkis ...
Cerita Anthony Ginting memilih karier sebagai atlet profesional
Jumat, 10 September 2021 - 11:35 WIB
`Enggak pernah kepikiran, kalau enggak jadi atlet bulu tangkis, mau jadi apa,` ujar Anthony Ginti...
Leani Ratri belum puas dengan dua emas dan satu perak di Tokyo
Senin, 06 September 2021 - 06:31 WIB
Atlet para-bulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila mengaku belum puas dengan raihan dua medali ema...
Emas Kejuaraan Dunia 2021 jadi target besar Greysia sebelum pensiun
Kamis, 19 Agustus 2021 - 19:34 WIB
Pelatih kepala ganda putri Indonesia Eng Hian mengatakan bahwa setelah raihan emas Olimpiade masih a...
Pelatih Greysia/Apriyani dapat bonus Rp2,5 miliar dari pemerintah
Jumat, 13 Agustus 2021 - 12:14 WIB
Pelatih bulu tangkis ganda putri Indonesia Eng Hian mendapat bonus Rp2,5 miliar dari pemerintah sete...
Cetak sejarah Indonesia, berikut fakta ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu!
Selasa, 03 Agustus 2021 - 18:57 WIB
Raih emas pada pertandingan Olimpiade Tokyo 2020, ganda putri cabang olahraga bulutangkis Greysia Po...
Kemenangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berlanjut di media sosial
Selasa, 03 Agustus 2021 - 13:17 WIB
Kemenangan pasangan pebulu tangkis Greysia Polii dan Apriyani Rahayu tidak hanya berhenti pada seleb...
Peraih emas Axelsen berikan ucapan untuk Chen Long dan Anthony Ginting
Selasa, 03 Agustus 2021 - 11:27 WIB
 Peraih medali emas Olimpiade Tokyo nomor tunggal putra bulu tangkis Viktor Axelsen turut mengucapk...
Kesabaran berujung sejarah dan emas kedelapan Indonesia dari Olimpiade
Senin, 02 Agustus 2021 - 17:35 WIB
Sebelum final ganda putri Olimpiade Tokyo 2020 antara pasangan Indonesia Greysia Polli/Apriyani Raha...
Presiden Jokowi: Emas Greysia/Apriyani kado ulang tahun kemerdekaan
Senin, 02 Agustus 2021 - 16:12 WIB
Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat kepada pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu y...
Live Streaming Radio Network