MemoRI 15 September
15 September 1945: Sekutu mendaratkan pasukannya di Jakarta setelah Indonesia merdeka
Elshinta
Penulis : Calista Aziza | Editor : Calista Aziza
15 September 1945: Sekutu mendaratkan pasukannya di Jakarta setelah Indonesia merdeka
https://bit.ly/32sM8po

Elshinta.com - Seorang perwira pasukan sekutu bernama Mayor Greenhalgh, melakukan aksi terjun payung di lapangan udara Kemayoran tanggal 14 September 1945. Ia memiliki tugas membuat markas besar pasukan sekutu di Jakarta. Setelah kedatangannya, datanglah kapal penjelajah Cumberland di Tanjung Priok. Pasukan ini dipimpin oleh Panglima Skuadron (Penjelajah V Inggris) dan Laksamana Muda W.R. Patterson yang merupakan komando dari SEAC (South East Asia Command).

Penjelajah Cumberland yang datang membentuk lembaga AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies). Tugas AFNEI adalah menerima kekuasaan dari Jepang, melucuti dan memulangkan orang Jepang, membebaskan tawanan sekutu, menjaga keamanan dan menyelidiki pihak yang diduga penjahat perang setelah Perang Dunia II selesai. AFNEI dipimpin oleh seorang Letnan Jenderal Sir Philip Christison.

Baca juga Sekutu lucuti tentara Jepang di Jakarta

Awalnya bangsa Indonesia senang hati menyambut kedatangan mereka, karena mengumandangkan perdamaian. Akan tetapi, pasukan Inggris ini membawa pejabat-pejabat NICA yang dikirim secara diam-diam. Merasa tugasnya tidak akan berhasil tanpa bantuan pemerintah Indonesia, Letjen Sir Philip Christison melakukan upaya politik dengan melakukan perundingan bersama pihak Indonesia pada 25 Oktober 1945.

Hasilnya adalah pengakuan secara de facto atas Republik Indonesia oleh AFNEI sebagai pimpinan militer sementara di Indonesia. Christison berjanji tidak akan mencampuri persoalan yang menyangkut status ketatanegaraan Indonesia. Nyatanya, kedatangan sekutu di kota-kota yang dituju selalu menimbulkan insiden, bahkan pertempuran. Penyebabnya sangat jelas, seringkali sekutu tidak menghormati kedaulatan RI. Selain itu, mereka juga tidak menghargai pemimpin-pemimpin Indonesia, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Nah, akhirnya terjadi pertikaian antara Indonesia dan Belanda. 

Sumber: ruangguru.com

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
MPR: Sudah waktunya turunkan seluruh matra tumpas KKB di Papua
Minggu, 19 September 2021 - 15:44 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan bahwa sudah waktunya negara menindak tegas teroris kelompok...
MPR ajak warganet jaga semangat Bhinneka Tunggal Ika
Minggu, 19 September 2021 - 14:36 WIB
Kepala Biro Humas dan Sistem Informasi MPR RI Siti Fauziah berharap para warganet (netizen) bijak da...
Jalin sinergitas, Pemkab Langkat terima audiensi DPD Partai Gelora
Minggu, 19 September 2021 - 13:55 WIB
Dewan Pengurus Daerah (DPD) partai Gelora Kabupaten Langkat beraudiensi ke Pemerintah Kabupaten Lang...
19 September 1945: Babak awal perlawanan arek-arek Surabaya
Minggu, 19 September 2021 - 06:00 WIB
Setelah proklamasi kemerdekaan, Pemerintah Indonesia gencar-gencarnya memberikan informasi kepada ra...
Survei: Elektabilitas PDI Perjuangan dan PSI unggul di DKI
Sabtu, 18 September 2021 - 18:15 WIB
Lembaga survei Jakarta Research Center (JRC) menyebutkan elektabilitas PDI Perjuangan dan Partai So...
 Sah! Mahyaruddin pimpin Golkar Tanjungbalai
Sabtu, 18 September 2021 - 13:55 WIB
Mahyaruddin Salim Batubara terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungbalai ...
Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua harap nakes segera diungsikan
Sabtu, 18 September 2021 - 12:15 WIB
Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua mengharapkan para tenaga medis dan pendidik di Distrik Kiwir...
18 September 1948: Operasi penumpasan gerakan separatis, PKI Madiun
Sabtu, 18 September 2021 - 06:00 WIB
Pemberontakan PKI Madiun terjadi pada 18 September 1948. PKI melakukan pemberontakan terhadap pemer...
Erick Thohir ungkap kunci utama dalam perampingan jumlah BUMN
Jumat, 17 September 2021 - 22:15 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan kunci utama terkait perampingan jumlah BUMN yakni perbaikan ...
Presenter Sonny Tulung gabung ke Partai Emas
Jumat, 17 September 2021 - 19:12 WIB
Presenter Sonny Tulung bergabung dengan Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas). Ia dipercaya menjaba...
Live Streaming Radio Network