Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara divonis 12 tahun penjara
Elshinta
Senin, 23 Agustus 2021 - 16:15 WIB |
Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara divonis 12 tahun penjara
Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara dan penasihat hukumnya Maqdir Ismail mengikuti sidang pembacaan vonis dari gedung Pusat Edukasi AntiKorupsi KPK Jakarta, Senin (23/8). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Elshinta.com - Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara divonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menerima suap  Rp32,482 miliar dari 109 perusahaan penyedia bantuan sosial sembako COVID-19 di wilayah Jabodetabek.

"Menyatakan, terdakwa Juliari Batubara telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama secara berlanjut sebagaimana dakwaan alternatif pertama. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda sejumlah Rp500 juta dengan ketentuan bila denda tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 6 bulan," kata ketua majelis hakim Muhammad Damis di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Vonis tersebut lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang meminta agar Juliari Batubara divonis 11 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Juliari juga diminta untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp14.597.450.000.

"Menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp14.597.450.000. Bila terdakwa tidak membayar uang pengganti tersebut dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka dipidana penjara selama 2 tahun," tambah hakim.

Majelis hakim juga memutuskan agar Juliari dicabut hak politiknya dalam periode tertentu.

"Menetapkan pidana tambahan terhadap terdakwa berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya," ungkap hakim Damis.

Dalam perkara ini Juliari P Batubara selaku Menteri Sosial RI periode 2019-2024 dinyatakan terbukti menerima uang sebesar Rp1,28 miliar dari Harry Van Sidabukke, sebesar Rp1,95 miliar dari Ardian Iskandar Maddanatja serta uang sebesar Rp29,252 miliar dari beberapa penyedia barang lain.

Tujuan pemberian suap itu adalah karena Juliari menunjuk PT Pertani (Persero) dan PT Mandala Hamonangan Sude yang diwakili Harry Van Sidabukke, PT Tigapilar Agro Utama yang diwakili Ardian Iskandar serta beberapa penyedia barang lainnya menjadi penyedia dalam pengadaan bansos sembako.

Uang suap itu diterima dari Matheus Joko Santoso yang saat itu menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako periode April-Oktober 2020 dan Adi Wahyono selaku Kabiro Umum Kemensos sekaligus PPK pengadaan bansos sembako COVID-19 periode Oktober-Desember 2020.

Hakim menilai Juliari terbukti memerintahkan Matheus Joko dan Adi Wahyono untuk meminta "commitment fee" sebesar Rp10 ribu per paket kepada perusahaan penyedia sembako.

"Perbuatan terdakwa telah merekomendasikan dan mengarahkan perusahaan penyedia bansos sembako COVID-19 adalah bentuk intervensi sehingga tim teknis tidak bisa bekerja normal dan tidak melakukan seleksi di awal proses meski perusahaan tidak memenuhi kualifikasi sebagai penyedia," ungkap anggota majelis Joko Subagyo.

Uang "fee" sebesar Rp14,7 miliar sudah diterima oleh Juliari dari Matheus Joko dan Adi Wahyono melalui perantaraan orang-orang dekat Juliari yaitu tim teknis Mensos Kukuh Ary Wibowo, ajudan Juliari bernama Eko Budi Santoso dan sekretaris pribadi Juliari Selvy Nurbaity.

Matheus Joko dan Adi Wahyono kemudian juga menggunakan "fee" tersebut untuk kegiatan operasional Juliari selaku mensos dan kegiatan operasional lain di Kemensos seperti pembelian ponsel, biaya tes "swab", pembayaran makan dan minum, pembelian sepeda Brompton, pembayaran honor artis Cita Citata, pembayaran hewan kurban hingga penyewaan pesawat pribadi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polresta Surakarta serahkan SPDP dan SP2HP keluarga korban Gilang
Kamis, 28 Oktober 2021 - 15:47 WIB
Polres Kota Surakarta menyerahkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dan surat pemberi...
Polisi jadwalkan pemeriksaan Rachel Vennya pekan depan
Kamis, 28 Oktober 2021 - 14:51 WIB
Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan selebgram Rachel Vennya pekan depan terkait duga...
Polisi temukan selongsong peluru di Pospol Aceh usai ditembak OTK
Kamis, 28 Oktober 2021 - 14:18 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy membenarkan polisi menemukan selongsong peluru d...
KPK amankan dokumen kasus gratifikasi dan TPPU Puput Tantriana Sari
Kamis, 28 Oktober 2021 - 13:06 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dokumen dan alat elektronik dari penggeledahan bebera...
Kejaksaan segera tetapkan tersangka kasus korupsi Terminal Bunut Hilir
Kamis, 28 Oktober 2021 - 12:53 WIB
Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, segera menetapkan tersangka terkait kasus dugaan ti...
Pos Polisi Panton Reue Aceh Barat diberondong senjata api
Kamis, 28 Oktober 2021 - 12:42 WIB
Sebuah Pos Polisi di Kecamatan Panton Reue, Kabupaten Aceh Barat, Kamis diberondong senjata api oleh...
KPK dalami pengaturan proyek oleh adik mantan Bupati Lampung Utara
Kamis, 28 Oktober 2021 - 12:19 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami berbagai proyek pekerjaan di Pemkab Lampung Utara yang ...
Kesadaran nelayan Jepara lengkapi diri dengan `life jacket` meningkat
Kamis, 28 Oktober 2021 - 11:56 WIB
Kesatuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Kepolisian Resor Jepara, Jawa Tengah, mencatat kesadar...
KPK dalami pembagian persentase `fee` untuk tersangka Budhi Sarwono
Kamis, 28 Oktober 2021 - 11:09 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pembagian persentase fee untuk tersangka Bupati Banjarn...
Jumhur Hidayat harap hakim PN Jakarta Selatan adil jatuhkan vonis
Kamis, 28 Oktober 2021 - 10:46 WIB
Aktivis buruh Jumhur Hidayat berharap majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhk...