Stimulus ketenagalistrikan berlanjut, ringankan beban masyarakat
Elshinta
Minggu, 22 Agustus 2021 - 15:19 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Stimulus ketenagalistrikan berlanjut, ringankan beban masyarakat
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - “Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM darurat khusus di Jawa dan Bali”, demikian Presiden Jokowi dalam jumpa pers dalam pengumuman PPKM. 
 
Presiden Joko Widodo telah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM hingga 23 Agustus 2021. Keputusan tersebut diikuti dengan program stimulus ketenagalistrikan berupa pengurangan tagihan listrik. 
Masyarakat menyambut gembira atas keputusan tersebut. Tama, warga Palembang, merasa senang apalagi disituasi seperti saat ini. 
 
“Kalau kondisi begini mah kayak PPKM ini nggak bisa bebas cari duit gitu, beratlah pokoknya, tapi kalau listrik kayak dikasih keringanan gitu Alhamdulillah banget, jadi ya mudah-mudahan harapannya begini terus sampai akhir covid”. 

Senda dengan Tama, Rukmini warga Seragen, Jawa Tengah yang dimintai tanggapan Elshinta mengatakan, kebijakan itu setidaknya mengurangi pengeluarannya sehari-hari. 
 
“Ya Alhamdulillah Pak, jadi ngurang-ngurangi beban, tadinya biasa 70 ribu jadi 35 ribu, makasi Pak ma Pemerintah!”
 
Mengenai program stimulus ketenagalistrikan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa program tersebut untuk masyarakat yang pelanggan 450 VA dan 900 VA. 

Ia menambahkan, pada awal APBN  2021, sebetulnya hanya ditujukan untuk 1 kuartal saja yaitu kuartal 1 dengan diskon yang sama dengan tahun 2020 yaitu 450 VA diberikan diskon 100%, artinya dibebaskan. Sedangkan yang 950 VA diberikan diskon 50% kemudian diperpanjang dengan diskon  50% untuk  450 VA, dan untuk yang 900 VA turun ke 25%.

“Nah, kami dengan adanya PPKM ini akan memperpanjang lagi diskon 50% untuk 450 VA, dan 900 VA dengan 25% hingga kuartal ketiga. Jadi durasinya diperpanjang 3 bulan, 6 bulan dan sekarang 9 bulan sampai dengan September”, demikian Sri Mulyani dalam sebuah seminar daring di Jakarta. 

Lebih jelasnya Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketanagalistrikan Kementrian ESDM, Ida Nuryatin Finahari mengatakan, aturan detailnya telah dikeluarkan dalam bentuk Peraturan Menteri ESDM. 
 
“Di dalam pengaturan tarif tenaga listrik yang disediakan oleh PT PLN persero diatur dalam peraturan Menteri ESDM nomor 28 tahun 2016 jo nomor 3 tahun 2020, bahwa terdapat 38 golongan pelanggan PT PLN persero yang terdiri dari 25 golongan pelanggan subsidi dan 13 golongan pelanggan non subsidi”, demikian dikatakan Ida. 
 
Masyarakat menyambut baik apa yang telah diperjuangkan oleh pemerintah di bidang stimulus ketenagalistrikan, hal ini disyukuri pula oleh Ibu Siti warga Tangerang, Banten yang dimintai tanggapannya oleh Elshinta dan sekaligus meberikan usulannya. 
 
“Yaa kaya gitu, Apa2 mahal, apa2 mahal. Apalagi PPKM di panjangin mau gimana lagi? Tapi lumayanlah siy, ada potongan listrik juga, kalo boleh usul siy Pak panjangin aja potongannya sampe pandemi selesai,"
 
Berkaca pada usulan itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai bahwa sebenarnya pemerintah telah memberikan subsidi/kemudahan dari tahun-tahun sebelumnya karena sejak tahun 2017 pemerintah tidak menaikan Tarif Dasar Listrik
 
“Sebenarnya, semua sudah mendapatkan subsidi, kenapa? Sejak  tahun 2017 tidak pernah ada kenaikan tarif dasar listrik. Dimana ini menjadi beban pemerintah dengan memberikan dana kompensasi kepada PLN yang dibayarkan sesuai dengan kondisi keuangan negara ini. Jadi sebenarnya semuanya juga mendapatkan, tetapi di tengah kondisi pandemi seperti ini memang golongan 450 VA, trus juga golongan 900 VA yang memang ekonominya adalah menengah kebawah dan memang layak untuk mendapatkan tambahan Subsidi melalui stimulus ini. Saya kira ini menjadi hal yang patut kita apresiasi,” ungkap Mamit. (Redaksi: Haryo Ristamaji)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polda Metro sebut pelaku jadikan pinjol legal sebagai `etalase`
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 07:15 WIB
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menemukan sejumlah pelaku yang mengelol...
Satu tersangka begal handphone di Cipayung masih kritis
Jumat, 22 Oktober 2021 - 22:40 WIB
Satu dari dua tersangka terduga pembegal telepon seluler (telepon seluler) di Cipayung, Jakarta Tim...
Polda Metro: Warna mobil Rachel Vennya tidak sesuai data
Jumat, 22 Oktober 2021 - 22:10 WIB
Polda Metro Jaya mengungkapkan warna mobil Toyota Vellfire B-139-RFS yang digunakan Selebgram Rachel...
Pemkot Jaksel maksimalkan vaksinasi massal di Puskesmas
Jumat, 22 Oktober 2021 - 21:55 WIB
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel) memaksimalkan program vaksinasi massal di setiap ...
DKI buka 32 titik wisata Pulau Seribu kapasitas 5.725 orang
Jumat, 22 Oktober 2021 - 21:40 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka 32 titik wisata di Kepulauan Seribu dengan kapasitas per har...
Wakil Ketua KPID DKI calonkan diri jadi Presidium KAHMI Jaya
Jumat, 22 Oktober 2021 - 21:25 WIB
Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) DKI Jakarta, Rizky Wahyuni mencalonkan diri me...
Polda Metro-Dishub DKI bahas penambahan ganjil genap
Jumat, 22 Oktober 2021 - 20:11 WIB
Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta membahas kemungkinan penambaha...
Pembangunan JIS bawa misi kesejahteraan bagi warga Jakarta
Jumat, 22 Oktober 2021 - 19:47 WIB
Pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) membawa misi kesejahteraan bagi seluruh warga DKI Ja...
Polisi cek keaslian plat RFS di mobil Rachel Vennya
Jumat, 22 Oktober 2021 - 18:35 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya siap memeriksa keaslian plat nomor B-139-RFS yang terpasang ...
Pejabat DKI bergiliran promosikan produk UMK Jakpreneur
Jumat, 22 Oktober 2021 - 18:23 WIB
Para kepala dinas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara bergiliran mempromosikan produk usaha mikr...