Asosiasi petani minta pemerintah kaji ulang kebijakan impor beras
Elshinta
Senin, 08 Maret 2021 - 17:17 WIB |
Asosiasi petani minta pemerintah kaji ulang kebijakan impor beras
Ilustrasi: Sejumlah buruh menurunkan beras impor dari Vietnam di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha) (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/)

Elshinta.com - Asosiasi petani dari Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional meminta kepada pemerintah untuk meninjau dan mengkaji ulang terkait kebijakan impor beras yang akan dilakukan pada saat produksi beras dalam negeri diprediksi meningkat.

"Sehubungan dengan adanya rencana impor komoditi beras, KTNA meminta pemerintah meninjau dan mengkaji ulang kebijakan impor beras," kata Sekretaris Jenderal KTNA Yadi Sofyan Noor dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan berdampak penurunan harga jual hasil panen padi petani serta membuat mental petani tertekan karena merasa kurang dihargai jerih payahnya selama ini.

Dia mengatakan para petani telah berusaha memanfaatkan waktu, tenaga, dan modal usahanya, untuk meningkatkan hasil produksi pertanian dalam rangka mengantisipasi kelangkaan pangan.

Yadi mengungkapkan saat ini di beberapa wilayah Indonesia sudah memasuki masa panen yaitu di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, serta Kalimatan Selatan. Dia memastikan bahwa awal Maret hingga Mei merupakan masa panen raya.

"Maka untuk itu diharapkan pemerintah melalui Perum Bulog dapat menyerap dan menampung hasil produksi padi di daerah-daerah," katanya.

Selain itu, lanjut dia, ada potensi peningkatan produksi beras tahun 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan adanya potensi peningkatan produksi padi pada 2021 yaitu potensi produksi padi subround Januari hingga April 2021 sebesar 25,37 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), mengalami kenaikan sebanyak 5,37 juta ton atau 26,88 persen dibandingkan subround yang sama tahun 2020 sebesar 19,99 juta ton GKG.

KTNA, kata dia, sangat mengapresiasi pernyataan Presiden RI pada saat Rapat Kerja Kementerian Pertanian pada 11 Januari untuk berhati-hati dengan impor, dan saat rapat kerja Kementerian Koordinator Perekonomian dengan Kementrian Perdagangan pada 4 Maret untuk tidak menambah impor serta meningkatkan hasil produksi dalam negeri.

"Untuk itu KTNA berharap pemerintah lebih mengantisipasi permasalahan yang akan muncul terutama pada saat panen raya komoditas padi, agar hasil panen lebih optimal untuk mencukupi pangan nasional," kata Yadi.

Pemerintah berencana melakukan impor beras sekitar 1 juta ton pada awal tahun 2021. Jumlah tersebut dialokasikan untuk penyediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 500 ribu ton, dan kebutuhan Perum Bulog sebanyak 500 ribu ton dengan memperhatikan serapan produksi padi nasional.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Menag: Larangan mudik karena negara ingin lindungi warganya
Kamis, 22 April 2021 - 19:11 WIB
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan keputusan pemerintah yang melarang mudik Lebaran 2021 k...
GeNose C19 hadir di Bandara Internasional Syamsudin Noor
Kamis, 22 April 2021 - 17:14 WIB
Bandara Internasional Syamsudin Noor sediakan layanan GeNose C19 di Kedatangan Internasional mulai K...
BMKG: Siklon tropis Surigae melemah
Kamis, 22 April 2021 - 16:56 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Pattimura Ambon meny...
BPOM masih butuh kelengkapan data vaksin Sinopharm dan Sputnik
Kamis, 22 April 2021 - 13:16 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) masih membutuhkan tambahan data terkait efikasi, keamanan dan...
Gangguan operator seluler dan internet karena gempa, Kemkominfo BAKTI siapkan bantuan
Kamis, 22 April 2021 - 12:55 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Infor...
Kebakaran hanguskan enam ruko di Phikei, Wamena
Kamis, 22 April 2021 - 12:00 WIB
Sebanyak enam rumah toko di Komplek Pertokoan Phikei, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, terbakar ...
101 lukisan dan patung kelas dunia dilelang di Jakarta
Kamis, 22 April 2021 - 11:30 WIB
Sebanyak 101 lukisan dan patung yang dihasilkan oleh maestro seni lukis dan patung kenamaan dunia ak...
Antispasi mudik lebaran, Polda Jatim siapkan 20 lokasi penyekatan
Kamis, 22 April 2021 - 11:12 WIB
Antisipasi larangan mudik lebaran Idul Fitri, Polda Jatim menyiapkan 7 Rayon dan 1 Rayon khusus yang...
 Peringati Hari Kartini PP Salatiga apresiasi perempuan marjinal tangguh
Kamis, 22 April 2021 - 10:45 WIB
DPC Srikandi Pemuda Pancasila (PP) Kota Salatiga, Jawa Tengah terus bergerak dan berkiprah. Rabu (21...
KAI Kembali Operasikan KA Purwojaya dan KA Wijayakusuma
Kamis, 22 April 2021 - 10:33 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengoperasikan KA Purwojaya relasi Cilacap-Purwokerto-Gambir p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV