AS jatuhkan sanksi pada dua jenderal Myanmar pascakudeta
Elshinta
Selasa, 23 Februari 2021 - 13:30 WIB |
AS jatuhkan sanksi pada dua jenderal Myanmar pascakudeta
Pengunjuk rasa membuat salam tiga jari sambil berdiri di belakang spanduk saat berunjuk rasa mengecam kudeta militer di Yangon, Myanmar, Rabu (17/2/2021). REUTERS/Stringer/WSJ/djo (REUTERS/STRINGER)

Elshinta.com - Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/2) menjatuhkan sanksi kepada dua jenderal, anggota junta militer Myanmar, serta mengancam akan mengambil langkah lanjutan atas kudeta di negara itu.

Kantor Pengendalian Aset Asing di bawah Departemen Keuangan AS menyebut sanksi itu ditujukan bagi Jenderal Maung Maung Kyaw yang merupakan kepala pasukan angkatan udara, dan Letnan Jenderal Moe Myint Tun, mantan kepala staf angkatan darat dan komandan biro operasi khusus di militer.

“Pihak militer harus menyudahi aksi mereka dan segera mengembalikan pemerintahan Burma yang terpilih secara demokratis, jika tidak Departemen Keuangan tidak akan ragu untuk mengambil langkah lebih lanjut,” kata departemen tersebut dalam sebuah keterangan.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mendukung pernyataan tersebut.

“Kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah lebih lanjut terhadap siapa saja yang melakukan kekerasan dan menindas keinginan rakyat,” kata Blinken.

Di Myanmar sendiri, aksi unjuk rasa menentang otoritas militer membuat kegiatan usaha tutup. Sejumlah besar demonstran berkumpul dengan damai, kendati terdapat kekhawatiran akan jalan kekerasan setelah otoritas memperingatkan bahwa konfrontasi mungkin berakhir maut.

Tiga pekan setelah mengambil alih kekuasaan, junta militer tak dapat mencegah aksi unjuk rasa dan gerakan sipil yang menyerukan pihak militer untuk mundur serta membebaskan pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi.

“Kami meminta militer dan kepolisian untuk menghentikan semua serangan terhadap para pengunjuk rasa damai, segera membebaskan semua yang ditahan dengan tidak adil, menghentikan serangan dan intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis, serta mengembalikan pemerintahan yang terpilih secara demokratis,” kata Blinken.

Sebagaimana sejumlah nama anggota militer yang menjadi sasaran sanksi gelombang pertama dari AS, dua jenderal yang baru disanksi ini juga telah ditunjuk sebagai anggota Dewan Pemerintahan Negara oleh otoritas junta militer Myanmar.

Sanksi tersebut membekukan aset apapun yang mungkin mereka miliki di AS dan secara umum melarang warga Amerika menjalin relasi dengan mereka.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kemlu, KBRI Yangon terus pantau keamanan WNI di Myanmar
Jumat, 05 Maret 2021 - 08:58 WIB
Kementerian Luar Negeri RI terus memperhatikan perkembangan situasi terkait krisis di Myanmar dan se...
Malaysia kenalkan kit uji COVID-19 sampel air liur
Kamis, 04 Maret 2021 - 16:24 WIB
Perusahaan Malaysia, Alif Masyhur Sdn Bhd dan Fjord Diagnostics Sdn Bhd (Alif-fjord) memperkenalkan ...
Indonesia serukan penghentian kekerasan di Myanmar
Selasa, 02 Maret 2021 - 22:52 WIB
Indonesia menyerukan penghentian kekerasan di Myanmar, yang terjadi di tengah unjuk rasa massal mene...
Pengadilan Myanmar layangkan dua dakwaan lagi terhadap Suu Kyi
Senin, 01 Maret 2021 - 19:58 WIB
Pengadilan Myanmar, Senin, mengajukan dua dakwaan lagi terhadap Aung San Suu Kyi, kata pengacara san...
Indonesia sampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan di Myanmar
Minggu, 28 Februari 2021 - 19:47 WIB
Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas penggunaan kekerasan di Myanmar, yang telah m...
Indonesia jalin komunikasi dengan pihak berkonflik di Myanmar
Rabu, 24 Februari 2021 - 21:50 WIB
 Indonesia tengah menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat konflik politik di Myanmar, ...
Lakukan `shuttle diplomacy`, Menlu RI bahas isu Myanmar dengan ASEAN
Selasa, 23 Februari 2021 - 15:28 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi melakukan diplomasi ulang alik atau shuttle diplomacy dengan ...
AS jatuhkan sanksi pada dua jenderal Myanmar pascakudeta
Selasa, 23 Februari 2021 - 13:30 WIB
Amerika Serikat (AS) pada Senin (22/2) menjatuhkan sanksi kepada dua jenderal, anggota junta militer...
Vaksin perdana tiba, Malaysia akan mulai program vaksinasi Covid-19 lebih awal 
Minggu, 21 Februari 2021 - 12:45 WIB
Malaysia meningkatkan upaya vaksinasi Covid-19 dua hari lebih cepat dari rencana setelah gelombang p...
Pengunjuk rasa yang tertembak peluru pasukan Myanmar meninggal dunia
Jumat, 19 Februari 2021 - 23:19 WIB
Mya Thwate Thwate Khaing, pengunjuk rasa yang kepalanya tertembak peluru pasukan keamanan Myanmar, m...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV