Gerakan menanam pohon berlanjut di tengah pandemi
Elshinta
Senin, 22 Februari 2021 - 21:35 WIB |
Gerakan menanam pohon berlanjut di tengah pandemi
Penyanyi Abdul \\\"Idol\\\" sedang menanam pohon pada kegiatan Program Candi Sadar Lingkungan (Candi Darling) di kawasan kompleks percandian Gedongsongo di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2020). (FOTO ANTARA/HO-DTFL)

Elshinta.com - Di Indonesia gerakan menanam pohon masih terus berlangsung, bahkan saat pandemi COVID-19 yang saat ini tengah berlangsung pun masih dilaksanakan pada berbagai tempat.

Ada cukup banyak gerakan menanam pohon, seperti Hari Gerakan Sejuta Pohon Sedunia yang diperingati setiap 10 Januari.

Kemudian, ada pula Hari Menanam Pohon Nasional (HMPI) yang diperingati setiap 28 November yang dirangkai dengan Bulan Menanam Nasional (BMN).


Di luar itu, tentu saja masih beragam aksi sejenis lainnya, termasuk di tingkat komunitas dan warga.

Presiden Joko Widodo saat HMPI 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kabupaten di Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (9/12) menyampaikan pesan agar pelaksanaan dalam gerakan-gerakan penanaman harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek keilmuan, mulai dari pemilihan jenis, penentuan lokasi, hingga pemeliharaan.

Selain itu, Kepala Negara juga menyerukan kepada seluruh masyarakat agar melakukan penanaman pohon sebanyak 25 batang setiap orang selama hidup.

Presiden menambahkan bahwa selain untuk penyedia udara bersih, penanaman pohon juga merupakan salah satu upaya rehabilitasi hutan dan pemulihan lahan kritis, yang saat ini masih cukup luas.

Begitu substansialnya pohon bagi kehidupan semesta alam sehingga pada tahun sebelumnya (2016), saat puncak peringatan HMPI dan BMN di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Presiden menegaskan bahwa saat orang menanam pohon, berarti jugta menanam doa dan harapan untuk keberlanjutan generasi yang akan datang.

Selain memperbaiki lingkungan, menanam juga harus memberikan manfaat langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam hal ini dibutuhkan pengembangan sebuah model yang mampu mengorporasikan petani, nelayan dan koperasi.

"Program ini akan saya ikuti terus, kalau baik akan kita kembangkan di provinsi dan kabupaten kota lainnya," kata Presiden.

Mengendalikan perubahan iklim
Menteri LHK Siti Nurbaya menyatakan bahwa HMPI erat kaitannya dengan andil Indonesia dalam mengendalikan perubahan iklim.

Langkah mitigasi dengan penanaman pohon merupakan salah satu upaya mengurangi emisi karbon, di mana hal ini sejalan dengan tujuan utama Kesepakatan Paris (Paris Agreement) 2015 untuk menahan laju kenaikan suhu bumi tidak lebih dari 2 derajat Celcius atau sedapatnya menekan hingga 1,5 derajat Celcius.

Ia menyebut kegiatan itu juga menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia berperan signifikan dalam "leading way" penanganan perubahan iklim pada Konferensi Perubahan Iklim Dunia (COP), terkait aksi nyata pengendalian perubahan iklim.

Manfaat pohon bagi kehidupan bisa dirujuk dalam Petunjuk Teknis Penanaman Spesies Pohon Penyerap Polutan Udara yang diterbitkan oleh KLHK (2015), yang disebutkan bahwa pada 1 hektare (ha) Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar, dapat menghasilkan 0,6 ton oksigen untuk 1.500 penduduk/hari dan menyerap 2,5 ton karbon dioksida/tahun.

Satu ha RTH juga dapat menyimpan 900 m3 air tanah/ tahun, mentransfer air sebanyak 4.000 liter/hari, menurunkan suhu 5-8 derajat Celcius, meredam kebisingan 25-80 persen, dan mengurangi kekuatan angin sebesar 75-80 persen.

Di samping itu, kemampuan pohon untuk menyerap CO2 merupakan salah satu cara yang efektif untuk mengatasi perubahan iklim.

Penyebab utama dari perubahan iklim adalah peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia (antropogenik).

CO2 merupakan salah satu gas rumah kaca utama pemicu perubahan iklim. Melalui proses fotosintesis, pohon menyerap CO2, menyimpan karbon dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan oleh makhluk hidup.
 
Inovasi baru
Untuk menjaga kesinambungan gerakan menanam pohon atau penghijauan selama pandemi COVID-19, apa yang mesti dilakukan sehingga mengurangi risiko tertular.

Aksi Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang digagas oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation mencoba melakukan inovasi-inovasi baru untuk mengajak anak muda agar lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan.

Saat memperingati HMPI dan BMN Desember 2020 lalu, Siap Darling menggelar kegiatan bertajuk #OneActionOneTree, yakni sebuah aksi wujud cinta lingkungan yang dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk menunjukkan aksi peduli lingkungan melalui unggahan di media sosial.

Program Associate Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Tania Anggriani menjelaskan bahwa dengan #OneActionOneTree, para Darling Squad,  sebutan untuk anak muda milenial yang terlibat dalam aksi penanaman pohon itu, tetap dapat melakukan aksi sadar lingkungan meskipun terbatas ruang dan waktu.

Dengan mengikuti kampanye aksi sadar lingkungan melalui media soaial, Darling Squad telah turut menularkan inspirasi kepada masyarakat untuk tetap melakukan hal-hal positif.

Kegiatan #OneActionOneTree adalah salah satu program dan inovasi baru dari Siap Darling.

"Kali ini, kegiatan kami tetap berjalan meskipun terdampak pandemi COVID-19. Walau di rumah saja, Darling Squad dapat tetap berpartisipasi dalam aksi peduli lingkungan dengan menyumbangkan minimal satu bibit pohon. Kota berharap semoga kaum muda semakin tergerak dan mencintai bumi," kata Tania.

Aksi pengumpulan bibit pohon yang dimulai sejak 15 November hingga 31 Desember 2020 berhasil mengumpulkan 11,734 bibit pohon dari 768 pelari, pesepeda serta unggahan media sosial.

Dengan contoh dan rujukan tersebut menjadi fakta tak terbantahkan bahwa begitu banyak manfaat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang bisa didapatkan dengan menanam pohon.

Karenanya, tidak henti-hentinya perlu terus digaungkan kepada semua pihak untuk diseru menanam memelihara pohon yang sangat berarti bagi kehidupan, bahkan di saat sedang pandemi COVID-19, yang tentu saja dibarengi dengan kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pertamina targetkan kilang hijau di Cilacap beroperasi Desember 2021
Sabtu, 06 Maret 2021 - 11:49 WIB
 PT Pertamina (Persero) menargetkan aktivitas produksi kilang hijau atau green refinery dengan pr...
Kisah Biyok kakek tunarungu yang raup ratusan juta dari mencuci piring
Sabtu, 06 Maret 2021 - 11:00 WIB
Bagi warga Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, Sumatera Barat, P...
Sebagian kota di Indonesia akan diguyur hujan
Sabtu, 06 Maret 2021 - 10:30 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian kota di wilayah di Indone...
Legislator: Penghentian tol Padang-Pekanbaru hanya untuk 2021
Sabtu, 06 Maret 2021 - 10:15 WIB
Anggota Komisi V DPR RI Athari Gauthi Ardi merespon informasi polemik pembangunan tol Padang-Pekanba...
Ketua DPRD Makassar: Pengalihan Jalan Metro TB langgar undang-undang
Sabtu, 06 Maret 2021 - 08:45 WIB
Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo mengatakan pengalihan status Jalan Metro Tanjung Bunga dari kota ...
Pemprov kaltim perpanjang PPKM mikro
Sabtu, 06 Maret 2021 - 08:30 WIB
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan ...
Warga Kawagit siapkan angkutan longboat bantu angkut material TMMD
Sabtu, 06 Maret 2021 - 08:15 WIB
Warga Distrik Kawagit Kabupaten Boven Digoel menyediakan angkutan jenis  longboat untuk membantu pe...
TELAAH - Perlu perencanaan matang terkait perpres
Sabtu, 06 Maret 2021 - 08:00 WIB
Kedewasaan berpolitik semua pihak adalah suatu keniscayaan untuk mengakhiri polarisasi dan keterbela...
Menag: Haji 2021 masih tunggu keputusan Arab Saudi
Sabtu, 06 Maret 2021 - 07:00 WIB
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menyatakan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 masih menunggu ke...
Gubernur Jateng: PPKM mikro akan diperpanjang
Jumat, 05 Maret 2021 - 23:49 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV