Anak petani jadi calon dokter berkat beasiswa Bidikmisi
Elshinta
Sabtu, 20 Februari 2021 - 23:18 WIB |
Anak petani jadi calon dokter berkat beasiswa Bidikmisi
Febri Fatma Lailatul Laeli atau biasa disapa Eli (tengah) bersama kedua orang tuanya yang menjadi petani di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. (ANTARA/ HO - Humas Unej)

Elshinta.com - Universitas Jember (Unej), Jawa Timur, kembali menggelar wisuda secara daring dan merupakan wisuda periode II tahun akademik 2020/2021 dengan jumlah lulusan 1.046 orang yang diwisuda oleh Rektor dari gedung Auditorium kampus setempat, Sabtu.

Rasa syukur, haru, bangga dan bahagia terjalin jadi satu, walaupun mereka diwisuda tanpa tatap muka secara langsung dan menggunakan daring seiring dengan pandemi COVID-19.

Salah satu wisudawan yang ikut merasakan kebahagiaan adalah Febri Fatma Lailatul Laeli, S.Ked karena berkat kerja keras disertai doa dan dukungan beasiswa Bidikmisi, akhirnya wisudawan asal Fakultas Kedokteran itu meraih gelar Sarjana Kedokteran dan selangkah lagi akan berhasil meraih impiannya menjadi seorang dokter.

Mahasiswi yang biasa dipanggil Eli itu merasa bersyukur telah menyandang gelar Sarjana Kedokteran dan tahapan kuliah dilalui dengan baik, sehingga kini tinggal mengikuti pendidikan profesi yang diharapkan bisa lancar seperti saat kuliah.

Eli adalah putri kedua dari pasangan Suyono yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan ibunya Surip yang menjadi ibu rumah tangga di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember.

Untuk kehidupan sehari-hari, bapaknya harus menyewa lahan seluas kurang lebih 180 meter persegi untuk ditanami padi di musim hujan dan jagung di musin kemarau, terkadang juga mengadu keberuntungan dengan menanam tembakau.

Namun, jika sedang tak mampu menyewa lahan, Suyono terpaksa menjadi buruh tani untuk menghidupi kebutuhan keluarganya yang tinggal di desa tersebut.

Prestasinya yang moncer selama bersekolah di SMAN Ambulu Jember membuat Eli dipercaya mendapatkan beasiswa Bidikmisi pada tahun 2016 saat masuk ke Universitas Jember melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) karena dia langganan menempati peringkat pertama secara paralel di sekolahnya.

Kala mengikuti SBMPTN, Eli mantap memilih Universitas Jember sebagai pilihan, dengan Fakultas Kedokteran sebagai pilihan pertama, disusul Fakultas Kedokteran Gigi sebagai pilihan selanjutnya. Kedua pilihan fakultas itu didukung penuh oleh orang tuanya.

"Sejak kecil saya bercita-cita bekerja di bidang kesehatan, khususnya dokter karena menurut saya profesi di bidang kesehatan itu mulia karena tugasnya menolong orang," tuturnya.

Bantu di sawah
Awalnya ia sempat ragu juga dengan masalah biaya ketika memilih Fakultas Kedokteran di Unej, namun saat mengutarakan niatnya masuk ke Fakultas Kedokteran justru orang tuanya sangat mendukung.

Bapaknya yang aktif mencari informasi biaya kuliah kepada para petugas kesehatan, kenalan, bahkan kepada kakak kelas Eli yang sudah kuliah karena maklum kemampuan keluarganya terbatas, sehingga harus benar-benar berhitung.

Namun, dengan dukungan orang tua dan beasiswa Bidikmisi membuatnya yakin bisa mengenyam pendidikan di bangku kuliah, sehingga amanah tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Rajin membaca catatan kuliah dan buku yang direkomendasikan oleh dosen menjadi kewajibannya sehari-hari, selain berdiskusi dengan sesama kawan di kampus.

Anak petani itu terbiasa belajar saat dini hari menjelang shalat shubuh agar lebih konsentrasi, berusaha belajar sungguh-sungguh supaya harapan orang tuanya untuk menjadi dokter terwujud, apalagi belum ada warga di desanya yang menjadi seorang dokter.

Kesibukan menjalani kuliah, tidak lantas menjadikan Eli absen membantu orang tua setiap kali ada kesempatan pulang kampung ke Desa Kesilir, bahkan ia turun langsung membantu orang tuanya di lahan sawah yang disewa bapaknya.

Jika saat panen tiba, Eli juga tak malu ikut memanen padi atau jagung. Bahkan ketika sedang menanam tembakau, ia pun ikut memetik daun tembakau di pagi hari kemudian diteruskan pada sorenya dengan mempersiapkan tembakau untuk proses dikeringkan, atau disujen.

Sementara jika belum panen, Eli juga membantu bapaknya ikut membersihkan rumput dan gulma di sawah agar tanamannya tidak mudah terserang hama atau penyakit.

Prestasi Eli selama kuliah ternyata tidak mengecewakan karena ada beberapa prestasi diraihnya yakni menjadi juara pertama literatur review bidang kedokteran yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang dan juara ketiga karya ilmiah poster bidang kedokteran yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada tahun 2018.

Berprasangka baik
Anak pasangan Suyono dan Surip itu juga aktif di organisasi mahasiswa yang gemar meneliti di kampusnya dan lebih istimewa lagi, ia berhasil menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Kedokteran dalam jangka waktu 4 tahun 1 bulan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sangat memuaskan yakni 3,71.

Ia bersyukur dapat kuliah di Fakultas Kedokteran Unej yang fokus pada Agromedis yakni aplikasi ilmu kedokteran yang berfokus pada kesehatan masyarakat pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan.

Eli mengenal betul jika masyarakat agraris memiliki permasalahan kesehatannya sendiri yang berbeda dengan komunitas lain karena ia juga berasal dari keluarga petani, sehingga tahu permasalahan kesehatan yang dihadapi petani, termasuk belum tumbuhnya kesadaran di kalangan petani untuk menggunakan pelindung dalam bekerja di lahan.

Ia berharap ilmu yang sudah diterima di bangku kuliah dapat disumbangkan untuk kemaslahatan petani, paling tidak untuk warga Desa Kesilir yang merupakan tanah kelahirannya.

Menjadi anak petani dan hidup pas-pasan, ia berpesan kepada adik kelasnya yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk tidak putus asa dalam usaha meraih cita-cita karena jika ada kemauan pasti akan ada jalan, seperti juga yang sudah di jalaninya mengenyam pendidikan di Fakultas Kedokteran Unej.

"Saya hanya berpesan bahwa apapun keadaanmu, jangan takut untuk memiliki dan mewujudkan cita-cita, harus percaya diri, gali passion (gairah) masing-masing serta selalu berprasangka baik kepada Allah, Insyaallah akan selalu ada jalan," ujarnya.

Sementara Rektor Unej Iwan Taruna dalam pidato wisudanya mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah lulus dengan nilai baik dan merupakan gelaran wisuda Unej untuk pertama kali di tahun 2021.

Ia berharap segenap keluarga besar Unej tetap optimis menatap masa depan dan yakin dengan berbagai tantangan yang muncul karena pandemi COVID-19 justru akan melahirkan lulusan Unej yang tangguh, adaptif, kreatif dan inovatif.

Wisudawan asal Lumajang dari Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Marta Dwi Lestari SPd menjadi peraih IPK tertinggi dengan IPK 3,94 setelah menjalani kuliah selama 3 tahun 10 bulan 29 hari.

Sementara Selly Alan Sinta A.Md menjadi peraih IPK tertinggi di jenjang diploma dengan IPK 3,64 yang merupakan lulusan Program Studi D3 Usaha Perjalanan Wisata FISIP yang menyelesaikan kuliahnya dalam jangka waktu 2 tahun, 11 bulan dan 14 hari.

Kuota Bidikmisi 
Kuota mahasiswa kurang mampu yang menerima beasiswa Bidikmisi atau kini berganti nama menjadi Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Unej tentu setiap tahun selalu berubah, namun tidak sedikit beberapa mahasiswa penerima beasiswa itu sukses meraih prestasi dengan IPK cumlaude.

Kepala Sub Bagian Humas Universitas Jember Rokhmad Hidayanto mengatakan Unej menyalurkan beasiswa Bidikmisi bagi 1.700-an mahasiswa yang kurang mampu pada tahun 2019, kemudian pada tahun 2020 jumlah penerimanya bertambah menjadi 1.876 mahasiswa.

Untuk tahun 2021, lanjut dia, masih belum diterbitkan kuota penerima KIP di Unej karena biasanya data tersebut dikeluarkan pada bulan April.

Ia mengakui ada beberapa mahasiswa penerima beasiswa tersebut sukses kuliah dengan IPK cumlaude di tengah keterbatasan biaya yang dimiliki orang tuanya, sehingga banyak dilirik perusahaan atau lembaga yang berkompeten.

Beasiswa Bidikmisi atau kini menjadi KIP tersebut terbukti mampu menjadi jembatan dan penyelamat bagi mahasiswa yang kurang mampu untuk mewujudkan impian dan cita-citanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Gresik mulai sekolah tatap muka untuk SD dan SMP
Jumat, 16 April 2021 - 21:43 WIB
Kabupaten Gresik, Jawa Timur memulai sekolah atau pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat pendid...
Pembelajaran tatap muka harus tetap dilaksanakan
Jumat, 16 April 2021 - 12:35 WIB
Fungsi guru tidak bisa digantikan sepenuhnya dengan teknologi, pembelajaran tatap muka harus tetap d...
DIY mulai uji coba pembelajaran tatap muka pekan depan
Kamis, 15 April 2021 - 21:56 WIB
Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menggelar ...
UI tegaskan pelaksanaan UTBK mengacu kebijakan LTMPT
Kamis, 15 April 2021 - 16:48 WIB
Universitas Indonesia (UI) menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perg...
 Cegah kekerasan anak lewat strategi perlindungan terpadu di desa
Kamis, 15 April 2021 - 16:25 WIB
Upaya pencegahan terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak terus dilakukan. Meskipun di tengah pan...
Mendikbud ucapkan duka cita untuk dua guru di Papua yang dibunuh KKB
Kamis, 15 April 2021 - 15:24 WIB
Ucapan duka turut disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nadiem Makarim atas gugurnya dua...
Pekanbaru larang pembukaan sekolah di 32 kelurahan di zona merah
Kamis, 15 April 2021 - 12:59 WIB
Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru di Provinsi Riau melarang pembukaan sekolah untuk kegiatan pembelaja...
Semangat pantang menyerah peserta UTBK SBMPTN di Universitas Jember
Kamis, 15 April 2021 - 12:15 WIB
Nabila Fikianurohmah harus menggunakan kursi roda saat mengikuti ujian tulis berbasis komputer selek...
Ayo kembali ke sekolah!
Kamis, 15 April 2021 - 06:01 WIB
Menjelang berakhirnya libur panjang kenaikan kelas menuju tahun ajaran baru biasanya stasiun televis...
Kemendikbud : Kewajiban tes cepat peserta UTBK tergantung daerah
Rabu, 14 April 2021 - 22:38 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan kewajiban tes cepat bagi peserta Ujia...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV