Universitas Surabaya luncurkan program Indonesia Jangan Berhenti Belajar 
Elshinta
Sabtu, 13 Februari 2021 - 10:24 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Universitas Surabaya luncurkan program Indonesia Jangan Berhenti Belajar 
Sumber foto: Bayu Koosyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Pandemi Corona atau Covid-19 menghantam semua sektor kehidupan di Indonesia. Mulai dari kesehatan, ekonomi dan sosial yang menjadi paling terdampak. 

Tidak hanya untuk mereka yang bekerja, tapi yang masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi pun juga mengalami dampaknya. Apalagi untuk yang baru lulus SMA/SMK dan setara lainnya dan ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. 

Biaya yang akan dikeluarkan terbilang cukup besar di awal tahun masuk, terutama jika masuk ke perguruan tinggi swasta atau perguruan tinggi negeri jalur mandiri. Selain biaya semesteran, juga perlu mempersiapkan besaran biaya pembangunan universitas yang tidak kecil jumlahnya. 

Biaya pendidikan di Indonesia masih terbilang cukup tinggi. Kondisi diperparah, perekonomian keluarga turut terganggu bagi hampir sebagian masyarakat Indonesia yang mayoritas bekerja di sektor nonformal akibat situasi saat ini.

"Kami tidak ingin anak-anak atau generasi Indonesia putus asa. Karena itu kami Ikut berkontribusi membantu upaya pemerintah untuk bangkit dari pendemi dengan membuat program Indonesia Jangan Berhenti Belajar," terang Benny Lianto, Rektor Universitas Surabaya (UBAYA), memberikan semangat untuk terus berkuliah.

"Generasi muda lulusan apapun, harus tetap semangat melanjutkan studinya. Jangan takut soal biaya, sepanjang mereka memiliki minat tinggi kuliah dan punya potensi bagus, maka akan banyak mendapatkan kemudahan beasiswa," sambung sosok dari jurusan Teknik Industri dengan spesialisasi innovation and technopreneurship tersebut.

Bahkan dilanjutkan Benny, UBAYA menawarkan banyak beasiswa yang bisa ditempuh sebagi ikhtiar untuk bisa berkuliah.

UBAYA berupaya keras  memberikan keringanan biaya kuliah bagi  mahasiswa terdampak pandemi Covid-19. Dengan begitu, peraih the Best Private University in East part of Indonesia (menurut QS world university ranking Asia 2021) ingin memastikan calon mahasiswa agar tetap bisa kuliah di masa pandemi.

Komitmen tersebut bakal terus dijaga supaya calon mahasiswa yang terbatas secara finansial dapat menyelesaikan studinya tanpa terkendala biaya.

"Kami prihatin, di awal pandemi hingga kini ada kecenderung banyak pelajar yang minat kuliah tinggi tapi terkedala dan akhirnya tunda kuliah. Kalau didiamkan, kami khawatir dalam suatu masa tertentu Indonesia akan mengalami lost generation," imbuhnya seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Bayu Koosyadi, Sabtu (13/2). 

UBAYA merupakan kampus kebangsaan dan multikultur yang Hari jadinya ditetapkan pada 11 Maret 1968. Universitas ini memiliki tiga kampus. Lokasi kampus 1 berada di Ngagel, kampus 2 berada di Rungkut, dan kampus 3 berada di Trawas. Kampus 1 lebih difokuskan untuk rektorat dan pendidikan vokasi, kampus 2 untuk pendidikan S1 dan pascasarjana, serta kampus 3 untuk kegiatan pembelajaran outdoor sebagai wadah pembentukan karakter mahasiswa

"Indonesia tidak boleh kalah, ayo kuliah demi masa depan yang jauh kebih baik lagi," tegasnya. 

Selama pandemi terjadi Peningkatan peminat di program internasional kami. Mungkin karena mereka tidak bisa study keluar negeri. Tapi kalau pandemi sudah berakhir, mereka tetap bisa melanjutkannya," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sukoharjo perluas ujicoba PTM ke seluruh kecamatan
Selasa, 20 April 2021 - 17:00 WIB
Ujicoba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mulai diperluas, Senin (19...
Pemkab Karawang rehab 797 ruang kelas tahun depan
Selasa, 20 April 2021 - 15:57 WIB
Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat menargetkan perbaikan ruangan kelas rusak di 797 sekolah s...
Resah tak ada formasi dalam P3K, guru bahasa Jawa di DIY mengadu ke DPRD
Selasa, 20 April 2021 - 14:35 WIB
Formasi dalam skema penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tidak mengakomodir g...
 Satgas Covid-19 Cilacap turun langsung cek prokes ujian sekolah
Selasa, 20 April 2021 - 13:47 WIB
Ditengah pandemi Covid-19, proses belajar mengajar di beberapa sekolahan di wilayah Kabupaten Cilaca...
PTM SD hingga SMP di Malang masih ditemukan kekurangan 
Selasa, 20 April 2021 - 13:35 WIB
Hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Malang, Jawa Timur yang dilakukan se...
Kapolrestabes Surabaya jadi guru simulasi sekolah tatap muka
Selasa, 20 April 2021 - 09:30 WIB
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir menjadi guru simulasi sekolah tatap muka yang ...
Kemendikbud sebut daftar periksa PTM terbatas terlalu panjang
Minggu, 18 April 2021 - 14:58 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut daftar periksa Pembelajaran Tatap Muka ...
Belajar tatap muka di Selimbau Kapuas Hulu dihentikan karena COVID-19
Minggu, 18 April 2021 - 11:29 WIB
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat menghen...
Kemendikbud: PJJ berdampak buruk pada keberlangsungan sekolah siswa
Sabtu, 17 April 2021 - 22:25 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebutkan pendidikan jarak jauh (PJJ) memiliki...
Gresik mulai sekolah tatap muka untuk SD dan SMP
Jumat, 16 April 2021 - 21:43 WIB
Kabupaten Gresik, Jawa Timur memulai sekolah atau pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat pendid...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV