AS jatuhkan sanksi pada junta militer Myanmar serta bisnisnya
Elshinta
Jumat, 12 Februari 2021 - 23:16 WIB |
AS jatuhkan sanksi pada junta militer Myanmar serta bisnisnya
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang perjuangan untuk mengatasi pandemi COVID-19, di depan potret Abraham Lincoln di Gedung Putih di Washington, AS (26/1/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS / Kevin Lamarque/aww.)

Elshinta.com - Amerika Serikat, Kamis (11/2), menjatuhkan sanksi terhadap Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing, selaku pimpinan tertinggi negara saat ini, dan beberapa petinggi militer lainnya sebagai respons terhadap kudeta di Naypyitaw pada 1 Februari 2021.

AS memperingatkan sanksi ekonomi lebih banyak kemungkinan juga diberlakukan pada Myanmar, yang saat ini dikendalikan oleh junta militer.

Departemen Keuangan AS mengatakan pihaknya menandai delapan penerima sanksi, termasuk menteri pertahanan serta tiga perusahaan di industri perhiasan dan giok. AS juga memperpanjang sanksi terhadap dua petinggi militer karena mereka diyakini terlibat menggulingkan pemerintahan yang terpilih secara demokratis di Myanmar.

Namun, Washington tidak menjatuhkan sanksi untuk Myanmar Economic Holdings Limited (MEHL) dan Myanmar Economic Corporation (MEC0, meskipun keduanya adalah perusahaan yang dikendalikan oleh militer.

Presiden AS Joe Biden pada Rabu(10/2)  mengesahkan perintah eksekutif soal pemberlakuan sanksi terhadap mereka yang terlibat dalam kudeta militer di Myanmar.

Jenderal Min Aung Hlaing meluncurkan kudeta terhadap pemerintah di Naypyitaw dan menangkap penasihat negara Aung San Suu Kyi serta Presiden Win Myint pada awal Februari.

"Kudeta 1 Februari merupakan serangan langsung terhadap upaya transisi menuju pemerintahan yang demokratis dan sah secara hukum di Burma," kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen melalui pernyataan. Burma merupakan nama lain Myanmar.

"Kami juga menyiapkan aksi selanjutnya jika militer Burma tidak mengubah keadaan. Jika ada lebih banyak kekerasan terhadap warga yang menggelar aksi damai, militer Burma akan melihat bahwa sanksi hari ini baru permulaan," kata Yellen menambahkan.

Sanksi yang dijatuhkan AS ditujukan pada Jenderal Min Aung Hlaing dan Wakil Panglima, Soe Win.

Keduanya telah menerima sanksi dari AS pada 2019 karena mereka diyakini terlibat dalam kekerasan terhadap etnis Rohingya dan kelompok minoritas lainnya di Myanmar.

Sementara enam orang lain yang kena sanksi merupakan anggota Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional. Empat orang yang kena sanksi merupakan anggota Dewan Pemerintahan Negara, termasuk Menteri Pertahanan Myanmar Mya Tun Oo.

Tiga perusahaan yang jadi sasaran sanksi Washington adalah Myanmar Ruby Enterprise, Myanmar Imperial Jade Co, LTD, dan Cancri (Gems and Jewellery) Co, LTD. Penyelidik PBB pada 2019 menyebut perusahaan-perusahaan itu merupakan bagian dari MEHL.

Kantor Kepresidenan AS, Gedung Putih, mengatakan sanksi itu dapat berlaku sementara jika militer "segera mengembalikan kekuasaan ke pemerintahan yang terpilih secara demokratis, mencabut status darurat, membebaskan seluruh tahanan yang ditangkap secara sewenang-wenang, dan memastikan tidak ada kekerasan dalam mengawal aksi damai massa".

Pemerintahan Biden juga tengah menggalang gerakan internasional untuk secara terpadu merespons kudeta militer di Myanmar.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Meksiko laporkan 2.192 kematian akibat COVID-19
Minggu, 11 April 2021 - 12:37 WIB
Pemerintah Meksiko pada Sabtu (10/4) melaporkan 2.192 kematian virus corona baru yang dikonfirmasi.
Trump akan bantu Republik menangi kursi Kongres 2022
Minggu, 11 April 2021 - 10:47 WIB
Mantan Presiden AS Donald Trump berusaha memosisikan dirinya sebagai dalang Partai Republik pada Sab...
Insiden anti Asia di AS, KJRI Houston pastikan keamanan para WNI
Jumat, 09 April 2021 - 10:09 WIB
Konsulat Jenderal RI di Houston, Amerika Serikat, memastikan keamanan warga negara Indonesia yang be...
Brazil umumkan rekor 4.249 kematian harian COVID-19
Jumat, 09 April 2021 - 08:20 WIB
Kementerian Kesehatan Brazil pada Kamis (8/4) mengumumkan rekor 4.249 kematian harian COVID-19 dan 8...
Penembakan di Texas tewaskan 1 orang, lukai 4 lainnya
Jumat, 09 April 2021 - 08:09 WIB
Sedikitnya satu orang tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam penembakan di kawasan industri  di T...
Seorang Ibu coba selamatkan bocah 9 tahun dalam penembakan California
Jumat, 02 April 2021 - 14:03 WIB
Salah satu dari empat korban fatal dalam penembakan di pinggiran kota Los Angeles pada Rabu (31/3) a...
FB bekukan halaman Presiden Venezuela Maduro, muat info sesat COVID
Sabtu, 27 Maret 2021 - 19:10 WIB
Facebook telah membekukan halaman Presiden Venezuela Nicolas Maduro karena melanggar kebijakan menye...
Brazil catat rekor 100.158 kasus COVID-19 sehari
Jumat, 26 Maret 2021 - 10:07 WIB
Brazil pada Kamis (25/3) mencatat rekor 100.158 kasus baru COVID-19 dalam sehari, kata Kementerian K...
Uji coba terbaru AS menunjukkan vaksin AstraZeneca 76 persen ampuh
Kamis, 25 Maret 2021 - 13:04 WIB
AstraZeneca pada Kamis mengatakan vaksin COVID-19 buatannya 76 persen ampuh dalam mencegah penyakit ...
Bos Tesla janji tak bocorkan data ke mana pun, bantah jadi mata-mata
Minggu, 21 Maret 2021 - 11:59 WIB
CEO Tesla Elon Musk berjanji tidak akan membocorkan data yang dihimpun dari kendaraan listrik buatan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV