Ilmuwan: Ada bukti baru varian Afrika Selatan mengikat sel lebih mudah
Elshinta
Selasa, 19 Januari 2021 - 09:45 WIB |
Ilmuwan: Ada bukti baru varian Afrika Selatan mengikat sel lebih mudah
Ilustrasi - Varian baru virus Coronavirus, Covid-19 SARS-CoV-2. ANTARA/Shutterstock/pri. (ANTARA/Shutterstock)

Elshinta.com - Para ilmuwan menemukan bukti biologis baru bahwa, yang disebut varian virus corona Afrika Selatan mengikat lebih mudah dan kuat ke sel manusia, sehingga membuatnya lebih menular, menurut ahli epidemiologi setempat Salim Abdool Karim pada Senin.

Ia mengungkapkan hal itu saat presentasi riset varian tersebut, yang dikenal sebagai 501Y.V2, oleh tim ilmuwan. Varian itu diidentifikasi oleh para ahli genomika Afrika Selatan akhir tahun lalu.

Itulah yang mendorong infeksi COVID-19 setempat mencapai puncak harian baru di atas 21.000 kasus awal Januari ini.

Para ilmuwan dan politikus Inggris mengungkapkan kekhawatiran bahwa vaksin yang saat ini disuntikkan kepada masyarakat atau dalam pengembangan kurang ampuh melawan varian COVID-19 Afrika Selatan.

Varian tersebut memiliki lebih dari 20 mutasi, termasuk peningkatan protein yang digunakan virus itu  untuk menginfeksi sel manusia.

Namun, Abdool Karim mengatakan belum ada jawaban untuk masalah  itu, meski para ilmuwan di seluruh dunia sedang mempelajarinya.

Pakar Afrika Selatan menyebutkan bahwa karena vaksin menghasilkan respons imun yang luas, maka tidak mungkin mutasi pada  lonjakan protein  akan melenyapkan efek vaksin sepenuhnya.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Indonesia - UEA berkomitmen dorong transformasi ekonomi
Senin, 08 Maret 2021 - 16:21 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia da...
Beijing jamin masa depan Hong Kong lebih baik pascaperubahan pemilu
Senin, 08 Maret 2021 - 13:05 WIB
Pemerintah Pusat China di Beijing menjamin masa depan Hong Kong akan lebih baik dengan adanya peruba...
IHSG awal pekan menguat ikuti kenaikan bursa saham AS
Senin, 08 Maret 2021 - 10:25 WIB
 Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan menguat mengikuti ke...
Menlu China nyatakan bantu Indonesia jadi pusat produksi vaksin ASEAN
Senin, 08 Maret 2021 - 06:45 WIB
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan keseriusannya membantu Indonesia sebagai pusat produksi...
Paus Fransiskus mendarat di Mosul Irak utara
Minggu, 07 Maret 2021 - 18:25 WIB
Paus Fransiskus tiba di Mosul pada Minggu untuk berdoa di kota Irak utara yang hancur itu, yang pern...
Mahasiswa Indonesia di AS galang donasi melalui lomba virtual
Minggu, 07 Maret 2021 - 11:49 WIB
Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) Midwest mengadakan lomba “The Amazing ...
Auckland bebas dari penguncian virus corona sepekan
Minggu, 07 Maret 2021 - 09:21 WIB
Auckland, kota terbesar di Selandia Baru, bebas pada Minggu dari penguncian yang ketat selama sepeka...
WHO minta negara-negara jangan kendur perangi Covid-19
Sabtu, 06 Maret 2021 - 19:10 WIB
Kedatangan vaksin COVID-19 semestinya tidak menggiurkan negara-negara untuk melonggarkan upaya melaw...
Koran Inggris wajib muat kemenangan Meghan Markle dalam kasus privasi
Sabtu, 06 Maret 2021 - 13:07 WIB
Surat kabar Inggris Mail on Sunday harus menerbitkan pernyataan halaman depan yang mengatakan Meghan...
Laporan hasil temuan tim WHO ke China diperkirakan pertengahan Maret
Sabtu, 06 Maret 2021 - 12:56 WIB
Laporan hasil temuan dari misi WHO, yang bertolak ke Wuhan China untuk menyelidiki asal mula virus p...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV