Wali Kota Bogor Bima Arya diminta keterangan terkait kasus RS UMMI
Elshinta
Senin, 18 Januari 2021 - 20:25 WIB |
Wali Kota Bogor Bima Arya diminta keterangan terkait kasus RS UMMI
Wali Kota Bogor Bima arya (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Elshinta.com - Wali Kota Bogor Bima Arya diperiksa penyidik di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin, sebagai saksi pelapor dalam kasus dugaan menghalang-halangi penanganan wabah penyakit menular di Rumah Sakit (RS) UMMI, Bogor, Jawa Barat.

"Saya menerima undangan untuk pemeriksaan lanjutan kasus HRS (Rizieq Shihab) di RS UMMI, kalau dua kali kemarin di Bogor, ya hari ini saya memenuhi panggilan di Bareskrim ini," kata Bima di Bareskrim Polri.

Dia menyebut tidak mempersiapkan apa pun untuk menjalani pemeriksaan hari ini. Menurut dia, pihaknya hanya akan menyampaikan kronologi kasus RS UMMI ke penyidik Bareskrim.

"Enggak ada (persiapan), lebih kepada saya akan menjelaskan barangkali kalau diperlukan kembali penguatan kronologis langkah-langkah dari Satuan Tugas (Satgas) kenapa sampai kemudian kami melaporkan kasus ini ke Kepolisian," ujar Bima.

Dia menambahkan bahwa dalam pemeriksaan tersebut, pihaknya membawa sejumlah dokumen mengenai regulasi penanganan COVID-19. Dokumen itu untuk membuktikan bahwa Satgas COVID-19 Bogor sudah bertindak sesuai aturan.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka, yakni Rizieq Shihab, Direktur Utama RS UMMI dr. Andi Tatat dan menantu Rizieq, Muhammad Hanif Alatas.

Penyidik menetapkan ketiganya sebagai tersangka usai gelar perkara pada Jumat (8/1) pekan lalu.

Dalam kasus ini, Rizieq diduga tidak kooperatif melaporkan bahwa pihaknya positif terinfeksi COVID-19 saat menjalani perawatan di RS UMMI. Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu malah mengumumkan dalam keadaan sehat walafiat kepada masyarakat melalui akun Youtube Front TV.

Sementara dr. Andi Tatat diduga bersekongkol untuk menutup-nutupi Rizieq yang positif COVID-19. Andi Tatat menyampaikan dalam konferensi pers bahwa Rizieq tidak terinfeksi COVID-19. Sedangkan Hanif Alatas diduga menutup-nutupi hasil tes swab mertuanya. Hanif mengaku mendatangi RS UMMI, tapi tidak mau melaporkan hasil swab Rizieq ke Satgas COVID-19 Bogor.

Ketiganya akan disangkakan dengan pasal berlapis.

"Terancam Pasal 14 Ayat 1 dan 2 UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman enam bulan hingga satu tahun penjara. Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Tentang Menyiarkan Berita Bohong dan Menerbitkan Keonaran dengan ancaman pidana 10 tahun penjara serta Pasal 216 KUHP yakni dengan sengaja tidak mengikuti perintah yang dilakukan menurut UU atau dengan sengaja menghalangi tindakan pejabat menurut UU, dengan ancaman empat bulan penjara," kata Kabag Penerangan Umum Divhumas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polda Metro kejar teman wanita Robby Abbas terkait kasus narkoba
Jumat, 05 Maret 2021 - 22:09 WIB
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya  tengah melakukan pengejaran terhadap seorang wanita berinisial LL a...
Wali Kota Jakarta Utara jalani vaksinasi di kantornya
Jumat, 05 Maret 2021 - 14:43 WIB
Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menjalani vaksinasi fase pertama di Kantor Wali Kota Admin...
Damkar Jaksel kerahkan 13 unit pemadam tangani kebakaran di Setiabudi
Jumat, 05 Maret 2021 - 11:38 WIB
Suku Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jakarta Selatan mengerahkan 13 unit pemadam untuk memadamkan api...
Komunitas peseluncur akui kesalahan
Jumat, 05 Maret 2021 - 07:24 WIB
Komunitas peseluncur `Jakarta Skateboarding` mengakui kesalahan kolega mereka yang menyebabkan kerum...
Influencer skateboarder audiensi Anies terkait kejadian Hotel Mandarin
Jumat, 05 Maret 2021 - 06:00 WIB
Influencer sekaligus skateboarder Satria Vijie melakukan audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies...
Pemkot Jakut mulai benahi aktivitas sepak bola sesuai prokes
Kamis, 04 Maret 2021 - 23:50 WIB
Pemerintah Kota Jakarta Utara mulai membenahi aktivitas sepak bola di wilayahnya agar dapat menyesua...
Satpol PP: Penertiban pemain skateboard di HI karena langgar prokes
Kamis, 04 Maret 2021 - 22:50 WIB
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menjelaskan penertiban sejumlah pemain papan luncur (skateboard)...
Kapolsektro Menteng: Pembacok polisi kerap cari `lawan` tawuran
Kamis, 04 Maret 2021 - 21:50 WIB
Kapolsek Metro Menteng Ajun Komisaris Besar Polisi Iver Son Manossoh mengungkapkan R (22) terduga pe...
Polda Metro menyediakan armada SIM Keliling untuk warga Jakarta
Kamis, 04 Maret 2021 - 07:01 WIB
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyediakan lima lokasi pelayanan armada SIM Keliling untuk ...
Sejumlah anggota DPRD DKI minta keluarganya turut divaksin COVID-19
Kamis, 04 Maret 2021 - 00:03 WIB
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta kepada Pemerintah Provins...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV