Analisis BPPT terkait kejadian hujan ekstrim melanda wilayah Indonesia
Elshinta
Sabtu, 16 Januari 2021 - 13:22 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Analisis BPPT terkait kejadian hujan ekstrim melanda wilayah Indonesia
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT) peringatkan hujan ekstrim  yang melanda beberapa wilayah Indonesia. Di Kalimantan Selatan, tingkat curah hujan yang terjadi telah mencapai 270 mm perhari. 

“Hujan yang terjadi beberapa hari ini dan cukup lebat lebih disebabkan karena adanya daerah pertemuan atau pumpun angin di wilayah Kalimantan Selatan, dimana akan menyebabkan penumpukan massa udara dan menyebabkan pertumbuhan awan yang cukup masif didaerah tersebut. Seperti terlihat pada gambar gradien angin bahwa sejak beberapa hari lalu terjadi daerah konvergensi angin dan terlihat lebih kuat,” ujar Jon Arifian, Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca di Jakarta, Sabtu (16/1). 

Jon Arifian mengatakan dari analisis vector angin global tanggal 8 – 12 Januari 2021, wilayah Indonesia  merupakan area pertemuan angin dari Samudera Pasifik (Timur) dan Samudera Hindia (Barat) yang menyebabkan pengumpulan massa udara di wilayah Indonesia bagian tengah. Pengumpulan massa udara yang cukup masif berpotensi menyebabkan hujan ekstrim seperti halnya yang terjadi di Kalimantan Selatan. 

Dari beberapa penakar hujan milik BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), tingkat curah hujan yang terjadi di Kalimantan Selatan telah mencapai 270 mm perhari , sehingga masuk dalam kategori sangat ekstrim.

“Banjir setinggi 2-3 meter melanda Kalimantan Selatan dan menyebabkan rumah warga terendam banjir. Hujan yang terjadi beberapa hari sebelumnya dan hujan ekstrim tadi malam merupakan penyebab terjadinya banjir. Pusat curah hujan tertinggi terletak di wilayah Kalimantan Selatan bagian barat dan selatan, seperti terlihat pada gambar peta intesitas curah hujan BMKG,” ungkap Jon Arifian dalam rilis tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Sabtu (16/1). 

Kendati demikian, Jon mengatakan, peluang hujan di Kalimantan Selatan dalam beberapa hari kedepan berdasarkan beberapa prediksi ECMWF dan GFS, akan berangsur menurun. ”Kalaupun ada hujan pada beberapa hari setelahnya intensitasnya akan lebih ringan dari tanggal 14 dan 15 Januari 2021,” tutur Jon. 

Sementara untuk wilayah-wilayah lain, kata Jon, masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrim. “Saat ini wilayah Indonesia masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga ekstrim karena Indonesia masih dalam kondisi La Nina walaupun kategori lemah. Untuk itu saya menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan terjadinya cuaca ektrim,” tegasnya. 

Fenomena hujan ekstrim, lanjut Jon Arifian, memang  kerap terjadi di Indonesia dan disebabkan oleh banyak hal. “Cuaca dan iklim di Indonesia dipengaruhi  faktor global seperti misalnya fenomena La Nina, MJO, dan angin monsoon dan lainnya. Seperti misalnya index Nino 3.4 saat ini menunjukkan nilai -0.57 yang menunjukkan wilayah Indonesia mengalami La Nina lemah. Selain itu Maden Julian Oscilation (MJO) saat ini berada di kuadran 3 sehingga peningkatan aktifitas pertumbuhan awan berada di Samudra Indonesia sebelah barat Sumatera. Demikian juga dengan nilai IOD juga cenderung netral yaitu di nilai -0.24,” paparnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
OJK ingatkan masyarakat waspadai investasi Tiktok Cash dan Snack Video
Jumat, 05 Maret 2021 - 00:05 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulut Gorontalo Malut (Slutgomalut) Darwisman mengingatkan kepad...
DPR desak pemerintah tuntaskan program restrukturisasi Jiwasraya
Kamis, 04 Maret 2021 - 23:20 WIB
Pemerintah diminta segera menuntaskan penyelamatan polis melalui program restrukturisasi polis PT As...
Mensos serahkan barang HTT kepada lansia dan PPKS senilai Rp3,5 miliar
Kamis, 04 Maret 2021 - 23:05 WIB
Kementerian Sosial RI menyerahkan barang Hadiah Tidak Tertebak (HTT) dan paket bantuan untuk Lanjut ...
Gubernur Bengkulu tegaskan nelayan jangan gunakan trawl
Kamis, 04 Maret 2021 - 22:35 WIB
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menegaskan nelayan di daerah itu untuk tidak lagi menggunakan alat...
Survei: Dua juta anak terancam miskin jika bansos dihentikan
Kamis, 04 Maret 2021 - 22:05 WIB
Survei kolaborasi antara UNICEF, UNDP, Prospera dan The SMERU Insittute memperkirakan sebanyak dua j...
UMKM Depok diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat
Kamis, 04 Maret 2021 - 21:35 WIB
Wali Kota Depok Mohammad Idris memberikan apresiasi kepada komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah ...
KIT Batang anggarkan Rp557,5 juta relokasi 215 makam
Kamis, 04 Maret 2021 - 21:20 WIB
PT Pembangunan Perumahan (PP) Grand Batang City Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, menga...
2.000 personil TNI-Polri divaksinasi massal 
Kamis, 04 Maret 2021 - 20:40 WIB
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau pelaksanaan kegiatan vaksinasi dengan tema `Serbua...
Askrindo salurkan bantuan untuk korban banjir Bekasi-Karawang
Kamis, 04 Maret 2021 - 20:35 WIB
PT Asuransi Kredit Indonesia atau Askrindo menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Muara Gembon...
Rektor IPB: rumput laut dan limbah sawit bisa jadi pakan ternak
Kamis, 04 Maret 2021 - 20:20 WIB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mendorong para peneliti dan perguruan tinggi untuk...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV