Budaya gotong royong yang kian melekat di tengah pandemi
Elshinta
Kamis, 14 Januari 2021 - 11:10 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Budaya gotong royong yang kian melekat di tengah pandemi
Sumber foto: Dudi Supriyadi/elshinta.com.

Elshinta.com - Pandemi Covid-19 memberi dampak hampir di seluruh sendi kehidupan.Termasuk juga dampak positifnya. Salah satunya, pandemi Covid-19 telah membuat budaya gotong royong semakin kuat dan lekat. Hal itu juga yang ditunjukan pemuda RW 07 Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Di wilayah ini terdapat Kelompok Pemuda Mandiri yang punya misi memberdayakan masyarakat sekitar dari hasil kebun di RW 07. Perkebunan yang dikelola oleh Kelompok Pemuda Mandiri saat ini termasuk dalam program Buruan SAE dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertania (Dispangtan) Kota Bandung. Bahkan sebelum program tersebut bergulir mereka telah melakukan hal tersebut secara swadaya.

Lurah Sukawarna, R Nana Hadiana mengatakan pembentukan Kelompok Pemuda Mandiri sebetulnya sejak akhir 2019 lalu guna memaksimalkan potensi yang ada di wilayah tersebut.

"Jadi waktu itu saya memanggil potensi-potensi yang ada di sini, khususnya para pemuda. Akhirnya kita memaksimalkan potensi yang ada. Banyak lahan kosong, kenapa tidak dimanfaatkan berkebun," katanya saat ditemui Kontributor Elshinta, Dudi Supriyadi, di Sekretariat Kelompok Pemuda Mandiri RW 07, Kamis (14/1). 

"Jadi di sini pemudanya juga hobi berkebun. Ada juga yang beternak. Akhirnya dikumpulkan menjadi satu kelompok. Supaya istilahnya mereka tidak bergerak masing-masing," lanjutnya.

Menurut Nana, setelah berkelompok akan lebih mudah untuk meminta bantuan pada Dinas terkait, seperti Dispangtan untuk fasilitas dan hal lainnya.

"Dan kebetulan juga saat ini masa pandemi Covid-19, dikaitkan juga dengan ketahanan pangan. Kita pun mendukung dari awalnya swadaya masyarakat dan kewilayahan hingga ke Dinas," katanya.

"Dan alhamdulillah setelah seperti ini masyarakat banyak yang ingin berkebun juga. Jadi para pemuda ini juga selain membagikan hasil panen, membuat olahan yang diproduksi sehingga bisa dijual," imbuh Nana.

Sementara itu, Sekretaris Kelompok Pemuda Mandiri, Maman Suryawaman mengatakan visi-misi dari Kelompok Pemuda Mandiri adalah ingin menyejahterakan semua anggotanya.

Sehingga harus ada terobosan atau inovasi setelah kegiatan berkebun dinilai berhasil. Terlebih ada 12 titik lokasi yang dijadikan kebun.

"Awalnya kita fokus di perkebunan dulu. Semakin ke sini hasil panen lumayan banyak. Kita pun mengolah hasil panennya, seperti membuat Kriuk Pakcoy," katanya.

"Jadi masyarakat yang lain, seperti ibu-ibu di lingkungan ini bisa ikut andil juga dengan memasak olahan pakcoy itu. Kita juga sedang merencanakan inovasi lain yang bisa memberdayakan," ungkapnya.

Menurut Maman, ke depan para Pemuda Mandiri tersebut ingin mengolah dan memproduksi keperluan perkebunan seperti media tanam, sampai pupuk untuk dipasarkan.

"Jadi seperti sekam bakar, awalnya kita juga beli tapi dari segi harga ya lumayan. Akhirnya kepikiran untuk membuatnya," katanya.

Maman mengaku berterima kasih kepada Kewilayahan dan Dinas terkait yang juga turut andil bagian di lingkungan RW 07 bersama Kelompok Pemuda Mandiri.

"Saya juga berterima kasih kepada aparat di Kelurahan yang ikut membantu, dan Dispangtan dengan program Buruan SAE juga membantu memberikan keperluan berkebun ini seperti bibit, OTG (Organic Tower Garden), polybag, dan yang lainnya," ucapnya. 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bahlil ungkap diminta Jokowi capai Rp900 triliun investasi pada 2021
Senin, 25 Januari 2021 - 17:05 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan dirinya diminta oleh P...
Bank Dunia setujui pinjaman 500 juta dolar AS untuk risiko bencana
Sabtu, 23 Januari 2021 - 20:57 WIB
Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pemberian pinjaman senilai 500 juta dolar AS atau sek...
Pemerintah lanjutkan stimulus keringanan tagihan listrik
Sabtu, 23 Januari 2021 - 17:10 WIB
Pemerintah memperpanjang pemberian stimulus ketenagalistrikan berupa diskon tarif tenaga listrik dan...
Menteri Trenggono ajak stakeholder maritim bersatu lawan `illegal fishing`
Sabtu, 23 Januari 2021 - 15:11 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengajak para pemangku kepentingan di bidang ma...
Akhir perdagangan hari ini, IHSG turun 1,66% ke 6.307
Jumat, 22 Januari 2021 - 17:47 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di atas 6.200 pada akhir perdagangan hari ni se...
Rupiah spot melemah 0,25% ke Rp14.035 per dolar AS di akhir perdagangan hari ini 
Jumat, 22 Januari 2021 - 16:56 WIB
Rupiah spot ditutup pada level Rp14.035 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Jumat ...
KKP: Gerakkan perikanan budidaya jadi penopang ketahanan pangan di tengah pandemi
Jumat, 22 Januari 2021 - 16:35 WIB
Perikanan Budidaya diyakini mampu menghasilkan perputaran ekonomi yang luar biasa, baik untuk kebutu...
Ekspor Jateng akan maksimalkan produk herbal
Jumat, 22 Januari 2021 - 15:36 WIB
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan terus bergerak meningkatkan ekspor kendati pandemi belum usai. ...
IHSG ditutup melemah seiring meredanya euforia pelantikan Biden
Kamis, 21 Januari 2021 - 18:11 WIB
 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah seir...
BI kembali pertahankan suku bunga acuan 3,75 persen
Kamis, 21 Januari 2021 - 16:56 WIB
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuan atau BI seven days reverse repo...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV