MemoRI 14 Januari
14 Januari 1946: Mengusir tentara Belanda dari Kalimantan
Elshinta
Penulis : | Editor : Administrator
14 Januari 1946: Mengusir tentara Belanda dari Kalimantan
Tentara NICA (Netherland Indies Civil Administration) -blog.ruangguru.com

Elshinta.com - Memboceng Sekutu yang mempunyai tugas melucuti senjata tentara Jepang, Belanda datang lagi ke Indonesia dengan membonceng romobongan. Mereka masih ingin menguasai Indonesia. Kemerdekaan yang diprokalimirkan oleh Presiden Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945 mereka pungkiri.

Sambutan diberikan kepada Belanda oleh para pejuang dari berbagai daerah wilayah Indonesia, di antaranya di Kalimantan. Tepat hari ini 75 tahun yang lalu. Belanda masuk Wilayah Kalimantan.

Sebanyak lebih kurang 250 orang dengan senjata lengkap datang ke Kalimantan dengan menumpang lima kapal.

Mereka menyerang daerah Kota Waringin. Namun para penjuang di Kalimantan bersatu melawan.

Sambutan panas pun diterima pasukan Belanda di mana-mana. Seperti ditulis JU Lontaan dalam buku Menjelajah Kalimantan, “Seluruh kekuatan yang ada bangkit membalas dan menyerang tentara NICA. TKR (Tentara Keamanan Rakyat), Angkatan Muda, dan seluruh rakyat Kumai dan Pangkalan Bun bangkit melawan melibatkan diri dalam kancah pertempuran yang sengit.”

Pertempuran mengakibatkan 21 pejuang gugur dan 50 tentara Belanda yang tewas diangkut ke kapal.

Selanjutnya, tanggal 14 Januari, Pemerintah daerah Kalimantan menggelar upacara untuk mengenang jasa para pejuang Kalimantan mengusir Belanda dari Bumi Borneo.

 


 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
25 Januari 2006: Meninggalnya Wapres ke-lima Soedharmono
Senin, 25 Januari 2021 - 06:00 WIB
Letnan Jenderal TNI H. Soedharmono, S.H. lahir di Cerme, Gresik, Jawa Timur, Indonesia, 12 Maret 192...
24 Januari 1905: Gugurnya Sultan Muhammad Seman dari Banjar
Minggu, 24 Januari 2021 - 06:00 WIB
Putra dari Pangeran Antasari itu disebut juga Pagustian atau Kesultanan Banjar Baru. Ia merupakan pe...
23 Januari 1950: Kudeta Angkatan Perang Ratu Adil, tuntut RIS akui negara Pasundan  
Sabtu, 23 Januari 2021 - 06:00 WIB
Sekelompok Angkatan Perang Ratu Adil  (APRA) dipimpin oleh Kapten Westerling masuk kota Bandung. Me...
22 Januari 2019: Banjir di Sulawesi Selatan 10 tahun terparah waktu itu  
Jumat, 22 Januari 2021 - 06:00 WIB
Sebanyak 59 orang dilaporkan meninggal, 25 orang hilang, 47 orang luka-luka, 6.596 orang terdampak, ...
21 Januari 1942: Jepang menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda
Kamis, 21 Januari 2021 - 06:00 WIB
Pada 21 Januari 1942 Jepang menembak jatuh pesawat Catalina-Belanda. Jepang membutuhkan minyak untuk...
20 Januari 1978: Soeharto membreidel 7 media massa
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:00 WIB
Pada 20 Januari 1978 tujuh surat kabar harian Jakarta, yaitu Kompas, Merdeka, Sinar Harapan, Pelita,...
19 Januari 2011: Gayus Tambunan divonis, total hukuman 30 tahun namun beberapa kali jalan-jalan sampai ke luar negeri
Selasa, 19 Januari 2021 - 06:00 WIB
Gayus Tambunan divonis penjara total 30 tahun karena kasus suap, pencucian uang hingga  penggelapa...
18 Januari 1999: SH Mintardja meninggal, tetapi komiknya belum tamat
Senin, 18 Januari 2021 - 06:00 WIB
SH Mintardja penulis komik silat Nusantara yang sangat produktif. Hingga tutup usia, salah satu kary...
17 Januari 1948: Perjanjian Renville Belanda menang banyak, Amin Sjarifuddin mundur
Minggu, 17 Januari 2021 - 06:00 WIB
Perjanjian Renville hanya membuat wilayah Indonesia semakin sedikit. Wilayah yang kaya sumber alam d...
16 Januari 1926: Hari kelahiran Bu Kasur, seniman dan tokoh pendidikan   
Sabtu, 16 Januari 2021 - 06:00 WIB
Bersama suaminya, Soerdjono alias Pak Kasur, mereka pernah mendidik tokoh-tokoh nasional Indonesia, ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV