Biden rencanakan bantuan ekonomi triliunan dolar akibat pandemi
Elshinta
Sabtu, 09 Januari 2021 - 13:11 WIB |
Biden rencanakan bantuan ekonomi triliunan dolar akibat pandemi
Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mengatakan orang Amerika membutuhkan lebih banyak bantuan ekonomi akibat pandemi virus corona sekarang.

Biden mengatakan akan menyampaikan rencana yang menelan biaya "triliunan dolar" pekan depan.

Biden, seraya memperkenalkan beberapa anggota tim ekonominya, berbicara pada Jumat (8/1) setelah data menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan pekerjaan untuk pertama kalinya dalam delapan bulan pada Desember ketika pandemi COVID-19 yang bangkit kembali menutup restoran dan bisnis lainnya.

Dia mengatakan usul itu mencakup bantuan bagi pemerintah negara bagian dan lokal yang bergulat dengan pandemi, serta dukungan baru bagi orang-orang yang kehilangan pekerjaan atau tidak mampu membayar sewa.

Biden juga menyerukan untuk menaikkan upah minimum menjadi 15 dolar (Rp212.000), janji kampanye, dan mengirimkan 2.000 dolar (Rp28,2 juta) dalam pembayaran tunai langsung. Demokrat meminta pembayaran tunai itu dalam tagihan bantuan terakhir, yang disahkan pada Desember, tetapi hanya bisa memaksa Partai Republik menyetujui 600 dolar (Rp8,4 juta).

"Kami membutuhkan lebih banyak bantuan langsung yang mengalir ke keluarga, usaha kecil, termasuk menyelesaikan pekerjaan untuk mendapatkan orang-orang bahwa pembayaran langsung bantuan 2.000 dolar. 600 dolar tidak cukup," katanya.

Biden mengatakan dia akan mengungkap rencana itu pada Kamis.(Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
CDC: Guru dapat berperan dalam penularan COVID-19 di sekolah
Rabu, 24 Februari 2021 - 11:31 WIB
Guru mungkin memainkan peran penting dalam penularan COVID-19 di sekolah-sekolah, ujar Pusat Pengend...
AS tuntut tiga peretas Korea Utara karena curi Rp18,2 T uang digital
Kamis, 18 Februari 2021 - 14:50 WIB
Amerika Serikat menuntut tiga ahli program komputer asal Korea Utara atas kasus peretasan dan pencur...
Jaksa Agung New York gugat Amazon terkait isu keselamatan pekerja
Rabu, 17 Februari 2021 - 18:34 WIB
 Jaksa Agung negara bagian New York, Letitia James, menggugat Amazon.com Inc pada Selasa (16/2) ter...
Mantan presiden Trump kembali lolos dari pemakzulan
Minggu, 14 Februari 2021 - 17:58 WIB
Senat Amerika Serikat pada Sabtu (13/2) malam membebaskan mantan presiden Donald Trump dalam persida...
Sekolah-sekolah AS akan buka kembali di tengah pandemi
Sabtu, 13 Februari 2021 - 13:37 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Jumat akan mengeluarkan pedoma...
AS jatuhkan sanksi pada junta militer Myanmar serta bisnisnya
Jumat, 12 Februari 2021 - 23:16 WIB
Amerika Serikat, Kamis (11/2), menjatuhkan sanksi terhadap Panglima Militer Myanmar Jenderal Min Aun...
Industri chip AS minta pemerintahan Biden danai pabrik
Kamis, 11 Februari 2021 - 22:29 WIB
Sekelompok perusahaan produsen chip di AS pada hari Kamis mengirim surat kepada Presiden Joe Biden d...
AS telah suntikkan 31 juta lebih dosis vaksin COVID-19
Senin, 01 Februari 2021 - 15:11 WIB
Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan telah menyuntikkan 31.12...
Produsen vaksin AstraZeneca ajukan persetujuan penuh di Brazil
Sabtu, 30 Januari 2021 - 11:45 WIB
Regulator kesehatan Brazil Anvisa mengatakan pada Jumat bahwa pihaknya menerima permintaan persetuju...
Panduan pembuatan bom ditemukan di rumah Proud Boy penyerbu Capitol
Sabtu, 30 Januari 2021 - 11:30 WIB
Aparat penegak hukum AS menemukan instruksi pembuatan bom di dalam rumah seorang anggota kelompok ek...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV