Menparekraf ajak pelaku usaha diskusi strategi bangkitkan pariwisata
Elshinta
Senin, 28 Desember 2020 - 17:56 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Menparekraf ajak pelaku usaha diskusi strategi bangkitkan pariwisata
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Setelah meninjau Bandara I Gusti Ngurah Rai pada saat kunjungan kerja perdana ke Bali, Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno langsung bergerak cepat mengajak pelaku usaha pariwisata mendiskusikan kendala yang dihadapi selama pandemi COVID-19, guna merumuskan langkah strategis ke depan.

“Saya ingin mendengar dari para pelaku pariwisata dan pemangku kepentingan mengenai kendala yang dihadapi saat situasi yang penuh tantangan ini yaitu COVID-19,” ujar Sandiaga saat dialog siang, di Jendela Bali The Pandramic Resto, GWK Cultural Park, Minggu (27/12).

Sandiaga mengerti bahwa seluruh stakeholder di sektor pariwisata mengalami banyak kesulitan. “Banyak masyarakat di Provinsi Bali yang kehilangan pekerjaan, mata pencaharian, penghasilan berkurang, makan tabungan. Selain itu, masuk sekarang ke periode manset (makan dari jual hasil aset). Oleh karena itu, kita harus pastikan gerak cepat, agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali ini bisa bertahan dengan kebijakan-kebijakan yang penuh dengan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” ujar Sandiaga dalam rilis yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (28/12). 

Turut hadir Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Hari Sungkari, Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf Henky Manurung, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa, Wakil Bupati Kabupaten Badung, I Ketut Suiasa, Chairman IINTOA (Indonesia Inbound Tour Operator Association) Paul Edmundus Talo, Ketua PHRI Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, dan General Manager Marketing & Event GWK Cultural Park Bali Andre Prawiradisastra.

Chairman IINTOA (Indonesia Inbound Tour Operator Association), Paul Edmundus Talo mengatakan beberapa kendala yang dihadapi. Pertama pihaknya sudah 10 bulan tanpa bekerja, hanya mengeluarkan uang, karena sebagian pegawai masih tetap ada, walaupun sebagian telah dirumahkan. 

“Pengeluaran jalan terus, sementara pemasukan tidak ada. Oleh karena itu, melalui Deputi Bidang Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo, kami berusaha meminta supaya ada dana hibah pariwisata untuk pelaku pariwisata lainnya seperti biro perjalanan yang mendatangkan wisatawan agar mendapat kesempatan untuk menerima dana hibah,” kata Paul.

Kedua, pihaknya mendambakan agar perbatasan atau border segera di buka agar kegiatan pariwisata kembali aktif. “Kami sangat memahami bahwa kebijakan tersebut bukan hanya dari Kemenparekraf saja, tetapi harus bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait. Namun, saya berharap melalui Bapak Menteri bisa memastikan lebih cepat hotel dan restoran, serta industri di sektor ini dapat terbantu dan bangkit lagi,” ujar Paul.

Lebih lanjut, Paul menjelaskan kendala yang ketiga adalah visa. Pihaknya mendambakan VoA (visa on arrival), contohnya negara yang dekat dengan Indonesia, seperti Thailand dan Malaysia yang langsung membuka perbatasannya, sehingga mendatangkan wisatawan dengan VoAnya. Hal itu dinilainya sangat membantu pelaku usaha pariwisata.

Ia melanjutkan di Bali ini pihaknya akan menyelenggarakan lagi event Bali and Beyond Travel Fair, yang merupakan ajang promosi pariwisata terbesar di Indonesia. Event ini menjadi international marketplace yang akan diikuti para buyers di sektor pariwisata dari berbagai negara. Harapannya kegiatan ini dapat meraih peluang untuk mengembangkan kepariwisataan di Indonesia.

Ia menambahkan kegiatan ini rencananya akan berlangsung pada Juni 2021. “Oleh karena itu, kami berharap kesediaan Kemenparekraf untuk mendukung kami dalam melangsungkan event tersebut,” kata Paul.

Terakhir, Paul berharap dapat memperoleh data yang jelas. Ia ingin mengetahui berapa banyak biro perjalanan wisata yang dikeluarkan izinnya secara resmi oleh pemerintah. Karena pihaknya, ingin mengajak biro perjalanan wisata tersebut untuk bekerja sama dengan IINTOA.

Sementara itu, Ketua DPD Putri Bali Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi, Geindah mengatakan bahwa di daerah tujuan wisata (DTW), terkadang pihaknya merasa sedikit termarjinalkan dibanding dengan pelaku usaha hotel dan restoran. Salah satu contohnya bantuan dana hibah hanya ditujukan untuk pelaku hotel dan restoran.

“Padahal kami adalah sarinya dari pariwisata tersebut. Kami sangat menaruh harapan besar terhadap Kemenparekraf untuk mempertimbangkan keseimbangan antara pekerja pariwisata di sektor dan tujuan wisata lainnya,” jelas Geindah.

General Manager Marketing & Event GWK Cultural Park Bali, Andre Prawiradisastra, mengatakan pada saat pandemi GWK sudah menutup destinasi wisatanya sejak Maret 2020 dan saat ini sudah dibuka kembali, namun trafiknya belum seperti sebelum pandemi.

“Rata-rata kunjungan wisatawan ke GWK sebelum pandemi sekitar 2.000 orang perhari pada saat weekday dan 3.000 - 4.000 orang pada saat weekend di luar high season. Sementara, pada saat akhir 2019, GWK sempat mengadakan event kembang api terbesar di Indonesia. Pihaknya menargetkan 10.000 pengunjung, namun ternyata ada 17.000 orang yang datang pada event tersebut,” jelas Andre.

Ia menambahkan saat ini GWK sudah dibuka kembali, rata-rata kunjungan wisatawan perhari sekitar 500 - 1.000 orang. Dalam menghadapi adaptasi kebiasaan baru, pihak GWK pun juga melakukan berbagai persiapan dan inovasi, seperti menyediakan hand sanitizer untuk pengunjung yang dibawa oleh dance performance GWK, melakukan check suhu tubuh, tetap menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, mengatakan bahwa dialog ini betul-betul memberikan semangat dan energi kepada stakeholder di sektor pariwisata.

Karakter masyarakat Bali yang sangat menginspirasi, karena solidaritas dan kolaborasi yang kuat, serta memiliki kesadaran yang luar biasa secara psikologis ini dapat  membangkitkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Masyarakat dan pemerintah harus benar-benar bersatu dan berkolaborasi untuk membuat wisatawan merasa aman dan tenang dalam menghadapi pandemi COVID-19.

Di akhir acara, Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno merespon baik berbagai masukan dan menampung keluhan yang dipaparkan oleh seluruh pemangku kepentingan. Semua kendala dan masukan kata dia, akan segera diusahakan secara cepat untuk dicarikan jalan keluarnya dengan kolaborasi stakeholder terkait.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Luhut: Beli Kreatif Danau Toba kolaborasi bangun pariwisata-ekraf
Minggu, 21 Februari 2021 - 07:29 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut kampanye Beli ...
Tips aman berkendara di jalur banjir
Kamis, 18 Februari 2021 - 11:46 WIB
Kendaraan yang memiliki kerusakan akibat menerobos jalur banjir, tidak akan dapat diterima klaim asu...
Sandiaga catat 3 hal setelah berkantor 3 hari di Bali
Minggu, 14 Februari 2021 - 12:36 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahud...
Kawasan wisata Ancol jadi pilihan warga nikmati libur Imlek
Minggu, 14 Februari 2021 - 08:56 WIB
Liburan Tahun Baru Imlek 2572/tahun 2021, di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, banyak diminati...
TWA Bantimurung ramai dikunjungi pada akhir pekan
Sabtu, 13 Februari 2021 - 18:48 WIB
Taman Wisata Alam (TWA) Bantimurung yang berada di Kabupaten Maros dengan keindahan air terjun dan p...
Langkah strategis pulihkan desa wisata dari Kemenparekraf
Jumat, 12 Februari 2021 - 14:05 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahud...
Imlek di rumah saja, intip jalan-jalan virtual ke Hong Kong
Jumat, 12 Februari 2021 - 10:56 WIB
Berdiam diri di rumah dan tidak bepergian bila tidak ada kebutuhan mendesak saat Imlek adalah cara t...
Bangkitkan pariwisata Nasional, IHGMA digelar Juni 2021 di Danau Toba
Rabu, 10 Februari 2021 - 21:47 WIB
Meski masih dalam masa pandemi Covid-19, namun helatan akbar Kongres Nasional General Manager Hotel ...
Sambut Imlek, Ancol gelar Barongsai Under Water secara virtual
Rabu, 10 Februari 2021 - 20:55 WIB
Menyambut imlek tahun 2021 atau tahun 2572, Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, seti...
ITN Malang lakukan kolaborasi dengan Tirta Rona kembangkan wisata edukasi 
Senin, 08 Februari 2021 - 08:37 WIB
Sebagai salah satu upaya menyelamatkan lingkungan termasuk perubahan iklim, ITN Malang ikut berperan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV