Ketua IMF: Stimulus moneter tambahan berisiko pada stabilitas keuangan
Elshinta
Rabu, 25 November 2020 - 10:15 WIB |
Ketua IMF: Stimulus moneter tambahan berisiko pada stabilitas keuangan
Ketua IMF Kristina Georgieva. (ANTARA/AFP)

Elshinta.com - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan pada Selasa (24/11/2020) bahwa stimulus moneter tambahan dapat menimbulkan risiko penting bagi stabilitas keuangan, mendesak kebijakan fiskal untuk memainkan peran penting dalam pemulihan pascapandemi.

"Sekarang, banyak bank sentral kembali ke lab, meninjau kerangka kerja mereka untuk mengidentifikasi strategi dan alat inovatif yang akan mendukung pemulihan dari krisis ini dan seterusnya," kata Georgieva pada sebuah acara yang membahas konsekuensi dari suku bunga "lebih rendah untuk lebih lama" di seluruh dunia.

"Sementara kerangka dan perangkat baru dapat mempercepat pemulihan, stimulus moneter tambahan dapat menimbulkan risiko penting bagi stabilitas keuangan," kata Georgieva, menambahkan kondisi keuangan yang lebih longgar dapat mendorong pengambilan risiko yang berlebihan.

"Pembuat kebijakan moneter perlu menyeimbangkan dorongan jangka pendek untuk inflasi dan output terhadap peningkatan kerentanan keuangan makro," katanya.

Georgieva mencatat bahwa kebijakan moneter tidak boleh dan tidak dapat melakukan tugasnya sendiri untuk melawan krisis dan mendukung pemulihan.

"Kebijakan fiskal memiliki peran penting untuk dimainkan - pembuat kebijakan telah meningkatkan dukungan fiskal selama krisis, dan perlu terus melakukannya untuk mendukung pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif," katanya.

"IMF sangat mendukung upaya ini. Menemukan alat kebijakan dan pendekatan yang tepat untuk merangsang ekonomi kita, sambil mengelola risiko, merupakan upaya yang kritis," kata Ketua IMF itu.

Dalam sebuah makalah yang dirilis Selasa (24/11/2020), Tobias Adrian, penasihat keuangan dan direktur Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF, berpendapat bahwa "sudah waktunya untuk memposisikan penumpukan endogen kerentanan keuangan makro di jantung pembuatan kebijakan moneter dan mengusulkan model sangat hemat untuk efek itu."

"Ada pengakuan yang berkembang, bahwa alat makroprudensial tidak mengatasi semua risiko terhadap stabilitas keuangan," tulis Adrian, mencatat semua bank sentral harus memantau dengan cermat jalur risiko endogen di samping jalur kebijakan yang lebih tradisional untuk output dan inflasi.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Seorang petugas kebersihan terima vaksin COVID-19 pertama di India
Sabtu, 16 Januari 2021 - 19:56 WIB
 Seorang petugas kebersihan, Manish Kumar, jadi orang pertama yang menerima suntikan vaksin COVID-1...
Palestina akan kembali gelar pemilu setelah absen selama 15 tahun
Sabtu, 16 Januari 2021 - 16:56 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Jumat (15/1) mengumumkan pemerintah akan menggelar pemilihan p...
Takut ditinggalkan pengguna, WhatsApp tunda rencana kebijakan privasi
Sabtu, 16 Januari 2021 - 14:17 WIB
Lantaran takut ditinggalkan para penggunanya, WhatsApp menunda rencana kebijakan privasi yang akan r...
Harga minyak tergelincir akibat penguncian di China
Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:30 WIB
Harga minyak tergelincir lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan...
Harga emas jatuh 21,5 dolar tertekan penguatan `greenback`
Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:15 WIB
Harga emas turun tajam lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mencata...
Kurs dolar AS menguat di tengah kekhawatiran penyebaran COVID-19
Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:00 WIB
Nilai tukar dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat ...
Turki suntik vaksin COVID-19 Sinovac ke 285.000 petugas kesehatan
Jumat, 15 Januari 2021 - 13:36 WIB
Turki pada Kamis (14/1) mulai memberikan suntikan vaksin  COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac ...
Saham Hong Kong dibuka melemah, indeks HSI terpangkas 0,36 persen
Jumat, 15 Januari 2021 - 10:11 WIB
Saham-saham Hong Kong dibuka lebih rendah pada Jumat pagi, setelah meningkat sehari sebelumnya, deng...
WhatsApp dituntut soal privasi data di India
Jumat, 15 Januari 2021 - 09:01 WIB
Platform perpesanan milik Facebook, WhatsApp, menghadapi tantangan hukum dengan diajukannya sebuah p...
Twitter cabut pembatasan sementara akun vaksin COVID Rusia
Jumat, 15 Januari 2021 - 07:45 WIB
Platform media sosial Twitter mencabut pembatasan sementara yang diberlakukan terhadap akun resmi ya...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV