Banyak warga AS abaikan peringatan perjalanan COVID-19
Elshinta
Selasa, 24 November 2020 - 09:45 WIB |
Banyak warga AS abaikan peringatan perjalanan COVID-19
Ruang freezer di mana daging turkey disimpan untuk pembagian dan pemotongan terlihat menjelang Thanksgiving dan di tengah penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di LaGrange, Indiana, Michigan, Amerika Serikat, Jumat (20/11/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Emily Elconin/hp/cfo

Elshinta.com - Jutaan orang Amerika Serikat tampak mengabaikan peringatan kesehatan masyarakat dan melakukan perjalanan menjelang libur Thanksgiving pekan ini.

Sikap warga itu kemungkinan memicu lonjakan infeksi virus corona yang mengkhawatirkan sebelum serangkaian vaksin baru yang menjanjikan tersedia secara luas.

Dengan infeksi COVID-19 AS mencapai rekor rata-rata 168.000 kasus baru per hari, orang Amerika berbondong-bondong ke bandara bertentangan dengan saran dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ahli bedah umum AS dan Dr.Anthony Fauci, ahli terkemuka tentang penyakit menular negara itu.

Bagi orang Amerika, liburan panjang akhir pekan, yang dimulai pada Kamis, secara tradisional merupakan periode perjalanan tersibuk dalam setahun, dan 2020 mungkin terbukti tidak terkecuali.

Sekitar 1 juta penumpang melewati gerbang keamanan bandara pada Minggu, jumlah tertinggi sejak Maret. Ini adalah kedua kalinya dalam tiga hari pemeriksaan perjalanan udara AS melampaui 1 juta, meskipun jumlahnya turun hampir 60% dari waktu yang sama tahun lalu, kata Badan Keamanan Transportasi AS.

American Automobile Association juga memperkirakan 45 juta hingga 50 juta orang akan pergi ke jalan raya selama liburan, dibandingkan dengan 55 juta pada 2019.

Tingkat infeksi virus corona yang melonjak, kematian dan rawat inap terus berlanjut.

Jumlah rata-rata selama tujuh hari kematian COVID-19 AS naik selama 12 hari berturut-turut, mencapai 1.500 pada Senin, menurut hitungan data resmi Reuters, sementara rawat inap virus corona secara nasional melonjak hampir 50% selama dua minggu terakhir.

Hingga saat ini, virus pernapasan yang sangat menular itu menewaskan lebih dari 255.000 orang Amerika, dengan lebih dari 12 juta terinfeksi sejak pandemi dimulai.

Pejabat pemerintah negara bagian dan lokal memberlakukan kembali sejumlah pembatasan pada kehidupan sosial dan ekonomi dalam beberapa pekan terakhir untuk mengurangi penyebaran, karena para ahli medis memperingatkan lonjakan itu menekan sumber daya sistem perawatan kesehatan negara.

Mengimbau penduduk tinggal di rumah dan menghindari pertemuan selama musim liburan, Gubernur Andrew Cuomo mengingatkan warga New York tentang hari-hari awal pandemi yang suram ketika sebanyak 800 orang tewas dalam satu hari di seluruh negara bagian.

Rawat inap melonjak 122% di negara bagian New York selama tiga minggu terakhir, kata Cuomo, mendorong pembukaan kembali fasilitas medis darurat di Staten Island.

Pejabat kesehatan mendesak orang Amerika menahan godaan untuk lengah, seraya mencatat bantuan yang akan tiba dalam bentuk vaksin yang menjanjikan menjelang distribusi awal AS.

Kepala kampanye AS untuk pengiriman cepat vaksin mengatakan suntikan pertama dapat mulai diberikan kepada petugas kesehatan dan penerima prioritas tinggi lainnya pada awal pertengahan Desember, dalam satu atau dua hari setelah menerima persetujuan peraturan.

Vaksin dari Pfizer Inc dan mitranya di Jerman, BioNTech, diharapkan mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS, dengan vaksin kedua dari Moderna Inc akan ditinjau FDA sebelum akhir tahun.

Uji coba tahap akhir dari kedua vaksin tersebut sekitar 95% efektif dalam mencegah infeksi. Pembuat vaksin ketiga Inggris, AstraZeneca, mengumumkan kandidatnya terbukti 90% efektif tanpa efek samping yang serius, dan 700 juta dosis dapat tersedia secara global pada akhir kuartal pertama tahun 2021.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
FBI periksa puluhan demonstran Capitol setelah seorang polisi tewas
Sabtu, 16 Januari 2021 - 17:38 WIB
Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menginterogasi puluhan orang yang diduga terlibat dal...
AS kirim tim ke Indonesia selidiki kecelakaan pesawat Sriwijaya
Rabu, 13 Januari 2021 - 14:05 WIB
Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat pada Selasa mengatakan akan mengirim ...
Alasan Ford tutup tiga pabrik mereka di Brasil
Rabu, 13 Januari 2021 - 09:31 WIB
Keputusan Ford Motor Co untuk menutup tiga pabrik mereka di Brasil, semat-mata hanya untuk menekan b...
CDC: 9 juta warga AS telah divaksinasi COVID-19
Selasa, 12 Januari 2021 - 12:00 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa hampir sembilan juta warga AS t...
Pence akan hadiri pelantikan Biden, Trump tak akan hadir
Minggu, 10 Januari 2021 - 21:45 WIB
Wakil Presiden AS Mike Pence akan menghadiri pelantikan pasangan presiden-wakil presiden terpilih, J...
FBI tahan dua perusuh gedung Kongres AS yang fotonya viral
Minggu, 10 Januari 2021 - 19:55 WIB
Agen Federal Amerika Serikat menahan dua orang perusuh dalam penyerbuan pada Rabu (6/1) di gedung Ko...
Biden rencanakan bantuan ekonomi triliunan dolar akibat pandemi
Sabtu, 09 Januari 2021 - 13:11 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat Joe Biden mengatakan orang Amerika membutuhkan lebih banyak bantua...
Setelah rusuh Capitol, Pelosi minta Trump mundur
Sabtu, 09 Januari 2021 - 11:36 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi meminta Presiden Donald Trump mengundurka...
Biden berencana percepat pelepasan vaksin COVID-19 ke negara bagian
Sabtu, 09 Januari 2021 - 09:47 WIB
Presiden terpilih Joe Biden mungkin mempercepat distribusi vaksin COVID-19 ke negara bagian AS, kata...
Twitter blokir akun Trump secara permanen
Sabtu, 09 Januari 2021 - 09:26 WIB
Platform media sosial Twitter menangguhkan akun Presiden AS Donald Trump secara permanen, mempertimb...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV