Dolar melonjak dipicu data ekonomi kuat, indeks sentuh dukungan teknis
Elshinta
Selasa, 24 November 2020 - 07:40 WIB |
Dolar melonjak dipicu data ekonomi kuat, indeks sentuh dukungan teknis
Mata uang dolar Amerika Serikat. ANTARA/REUTERS/Sertac Kayar/am.

Elshinta.com - Dolar AS melonjak terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya dari level terendah hampir tiga bulan pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), ketika data menunjukkan bahwa aktivitas bisnis AS berkembang pada tingkat tercepat dalam lebih dari lima tahun pada November, dan indeks mencapai dukungan teknis yang kuat.

Indeks manajer pembelian (PMI) sektor manufaktur dan jasa IHS Markit, keduanya bahkan melampaui perkiraan paling optimistis dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan keduanya akan mendatar, menawarkan penyeimbang data yang menunjukkan momentum ekonomi melambat setelah rebound kuat kuartal ketiga dari penurunan bersejarah musim semi lalu.

"Dolar berbalik lebih tinggi di New York pada Senin (23/11), dengan hasil PMI Markit yang lebih baik menjadi pendorong utama," kata Ronald Simpson, direktur pelaksana, analisis mata uang global di Action Economics.

Indeks dolar terakhir menguat 0,18 persen menjadi 92,482, setelah sebelumnya turun ke 92,013, terendah sejak 1 September. Euro melemah 0,10 persen menjadi 1,1844 dolar.

Greenback juga melonjak 0,63 persen terhadap safe haven yen Jepang menjadi 104,475 yen.

Minat terhadap aset berisiko yang lebih kuat menghambat daya tarik mata uang AS pada Senin pagi setelah AstraZeneca mengatakan bahwa vaksin COVID-19-nya bisa sekitar 90 persen efektif dan akan bersiap untuk mengirimkan data ke otoritas di seluruh dunia yang memiliki kerangka kerja untuk persetujuan bersyarat atau lebih awal.

Penembusan yang menyakinkan pada indeks dolar di bawah dukungan di sekitar 92 dapat mengantarkan pelemahan baru, kata analis.

Matthew Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak mengatakan bahwa ia akan menunggu konfirmasi bahwa setiap penembusan signifikan, sebelum mengasumsikan pelemahan lebih lanjut, tetapi menambahkan bahwa jika indeks jatuh di bawah 92 "itu akan menjadi sangat bearish untuk greenback secara teknis.

Banyak analis melihat dolar kemungkinan berkinerja buruk tahun depan ketika pertumbuhan global diperkirakan akan membaik karena vaksin untuk virus corona diluncurkan.

"Itu berarti pelemahan dolar bagi kami karena karakteristik kontrasiklikalnya dolar," kata Vassili Serebriakov, ahli strategi valas di UBS di New York.

Pound Inggris mungkin menjadi salah satu yang berkinerja terbaik terhadap greenback saat diuntungkan dari pertumbuhan internasional yang lebih cepat dan melewati kekhawatiran Brexit yang telah membebani mata uang.

"Kami pikir sterling akan mendapat keuntungan baik dari pemulihan siklikal global ketika cenderung berkinerja baik dalam peningkatan pertumbuhan dan juga akan mendapat manfaat dari gerakan mendekati kesepakatan Brexit, yang menurut kami pasar tidak sepenuhnya memperhitungkan," kata Serebriakov .

Sterling terakhir naik 0,29 persen menjadi 1,3322 dolar. Sterling didorong oleh optimisme atas vaksin COVID-19 dan ketika investor bertaruh Inggris dan Uni Eropa akan mencapai kesepakatan perdagangan Brexit.

Indeks dolar turun sedikit setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden terpilih AS Joe Biden berencana untuk mencalonkan mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen untuk menjadi Menteri Keuangan berikutnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Saham Hong Kong ditutup 2,55 persen lebih rendah
Kamis, 28 Januari 2021 - 18:11 WIB
Saham Hong Kong ditutup turun 746,76 poin atau 2,55 persen menjadi 28.550,77 poin pada Kamis (28/1).
Pimpin pertemuan COVAX AMC, Menlu Retno bahas distribusi vaksin
Kamis, 28 Januari 2021 - 13:20 WIB
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memimpin pertemuan COVAX AMC Engagement Group guna membahas dis...
China laporkan kematian kedua COVID-19 tahun ini
Kamis, 28 Januari 2021 - 10:01 WIB
China melaporkan kasus kematian keduanya pada pasien positif COVID-19 tahun ini atau dalam delapan b...
China minta penjelasan Indonesia tentang awak kapal tanker sitaan
Rabu, 27 Januari 2021 - 20:55 WIB
China meminta penjelasan Indonesia terkait 25 orang warganya, yang termasuk diantara 61 kru dari dua...
Saham Hong Kong berakhir merosot, indeks HSI tergerus 0,32 persen
Rabu, 27 Januari 2021 - 18:56 WIB
Saham-saham Hong Kong menghapus keuntungan awal menjadi berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu,...
Brazil larang masuk pendatang Afrika Selatan terkait varian baru COVID
Rabu, 27 Januari 2021 - 09:40 WIB
Brazil pada Selasa (26/1) melarang masuk pendatang asal Afrika Selatan guna menghentikan penyebaran ...
China temukan bir impor tercemar COVID-19
Rabu, 27 Januari 2021 - 09:15 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (CDC) Kota Tinjin, China, menemukan  bir impor y...
Malaysia larang upacara Thaipusam
Rabu, 27 Januari 2021 - 08:30 WIB
 Pemerintah Malaysia melarang pelaksanaan upacara penganut agama Hindu Thaipusam pada Kamis 28 Janu...
WHO keluarkan imbauan klinis baru untuk pengobatan pasien COVID
Selasa, 26 Januari 2021 - 22:03 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (26/1) mengeluarkan imbauan klinis baru untuk pengobata...
PM Ardern: Pintu masuk Selandia Baru mungkin terus tertutup di 2021
Selasa, 26 Januari 2021 - 15:56 WIB
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, Selasa, bahwa pintu masuk ke negara itu aka...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV