Rumbela Desa Jatilaksana, ubah bambu hitam jadi kerajinan tangan
Elshinta
Minggu, 22 November 2020 - 15:37 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Rumbela Desa Jatilaksana, ubah bambu hitam jadi kerajinan tangan
Sumber foto: Faizol Yuhri/elshinta.com.

Elshinta.com - Di tangan masyarakat Desa Jatilaksana, Kecamatan Pangkalan, bambu hitam jadi bernilai ekonomis. Bersama mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), penduduk Jatilaksana bertahan di tengah pandemi.

Ide untuk membuat kerajinan tangan dari bambu hitam sebenarnya bukan yang pertama. Jauh sebelumnya sudah ada pengrajin bambu hitam di Jatilaksana. Namun, seiring waktu berjalan, mereka stop produksi. Kini, mulai Juli 2020, kerajinan bambu hitam bangkit lagi.

Mahasiswa Unsika di bawah PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengajak masyarakat mengatasi dampak pandemi dengan membuat Rumbela (Rumah Belajar).

Salah seorang mahasiswa, Dewinta Novilisia menuturkan, selama tiga bulan program berjalan, Rumbela Desa Jatilaksana sudah menghasilkan tiga macam kerajinan tangan dari bambu hitam, yaitu asbak, lampion, dan pot.

"Sasaran PHP2D ada tiga. Pemuda desa, ibu-ibu PKK, dan masyarakat desa secara umum. Alhamdulillah program berjalan dengan lancar," tuturnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Faizol Yuhri, Minggu (22/11). 

Ke depan, mahasiswa sedang merancang buku saku yang nantinya akan memandu anggota Rumbela untuk memasarkan produk bambu hitam.

"Karena pelatihan kreativitas sudah selesai, sekarang ini kami sedang menyusun pelatihan kewirausahaan. Bedanya, pelatihan kreativitas berisi bagaimana caranya memanfaatkan bambu hitam jadi kerajinan tangan, kalau kewirausahaan berisi bagaimana cara memasarkan kerajinan tangan. Kami juga akan memfasilitasi masyarakat untuk pelatihan cara mengemas produk yang baik dan benar," tutur Dewinta.

Soal strategi pemasaran, meski belum diputuskan berapa harga satuan kerajinan tangan, produk kerajinan tangan bakal dipasarkan secara daring dan luring. "Kalau daring, dipasarkan via online shop dan media sosial. Kalau luring, dititipkan ke toko-toko suvenir dan oleh-oleh di sekitar Loji-Pangkalan," sambungnya.

Dewinta dan rekan-rekannya optimistis, produk bambu hitam bakal laris manis mengingat Desa Jatilaksana adalah jalur emas pariwisata gunung andalan Karawang.

Sementara itu di tempat yang sama, dosen Unsika yang mendampingi program mahasiswa, Neng Ulya, S.Pd., M.Pd menambahkan, PHP2D tidak hanya memberikan fasilitas pelatihan ke masyarakat. Tapi juga memberikan hibah alat dan mesin produksi.

"PHP2D sebentar lagi berakhir. Saat ini kami sedang mendorong masyarakat untuk mengisi struktur organisasi Rumbela sehingga ketika kami kembali ke kampus, masyarakat masih meneruskan produksi kerajinan bambu hitam," kata Ulya.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Rumbela Jatilaksana yang juga menjabat sebagai aparatur desa, Acim Bahrudin, S.Ip menuturkan, potensi Rumbela dalam meningkatkan ekonomi masyarakat belum bisa diprediksi karena masih dalam proses pemasaran. Namun, adanya Rumbela di tengah masyarakat bisa menjadi inspirasi.

Tidak hanya kerajinan tangan dari bambu hitam. Acim menambahkan, Rumbela juga memproduksi bros dari limbah rumah tangga.

Harapan Acim, melalui Rumbela, masyarakat bisa meningkatkan dan mengembangkan potensi diri dalam kerajinan tangan. "Juga bisa menjadi wadah dalam pengembangan kreativitas," tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Satgas: Pasien sembuh COVID-19 bertambah 3.842 jadi 433.649 orang
Kamis, 26 November 2020 - 16:45 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyebutkan hingga Kamis, (26/11) 2020, pasien sembuh dari...
KPU Sumsel minta antisipasi temuan simulasi pilkada
Kamis, 26 November 2020 - 15:15 WIB
Komisi Pemilihan Umum Sumatera Selatan meminta tujuh kabupaten mengevaluasi serta mengantisipasi tem...
Satgas Nusantara Polri gelar bakti sosial dan kesehatan di Bantul
Kamis, 26 November 2020 - 15:05 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Nusantara yang dibentuk Kepolisian Republik Indonesia, bersama Kepolisian Daer...
BPJS Kesehatan paparkan penanganan COVID-19 di forum internasional
Kamis, 26 November 2020 - 14:50 WIB
BPJS Kesehatan memaparkan aksi gotong royong Indonesia tangani COVID-19 di forum internasional Techn...
PT Timah santuni anak yatim dan lansia di Bangka Barat
Kamis, 26 November 2020 - 14:05 WIB
BUMN PT Timah Tbk menyalurkan santunan kepada anak yatim dan warga lanjut usia (lansia) di Desa Belo...
Bebenah rumah cegah demam berdarah
Kamis, 26 November 2020 - 13:35 WIB
Memasuki penghujung Bulan November, suara hujan yang menghempas kaca jendela makin sering terdengar ...
Merokok sembarangan di Aceh bisa di penjara
Kamis, 26 November 2020 - 13:25 WIB
Merokok sembarangan di Aceh bisa dihukum penjara tiga hari atau denda paling banyak Rp500 ribu, dima...
Jelang libur panjang, DAMRI siapkan ribuan armada `Bus Sehat`
Kamis, 26 November 2020 - 12:05 WIB
Penyelenggara jasa angkutan penumpang dan barang dengan bus, DAMRI, telah mempersiapkan angkutan unt...
Akademisi: Reuni 212 perlu dilarang karena pandemi COVID-19 belum menurun
Kamis, 26 November 2020 - 11:50 WIB
Riris Andono Ahmad mengatakan menyarankan pemerintah harus terus melarang kegiatan-kegiatan yang men...
RI kecam terulangnya kasus penyiksaan pekerja migran di Malaysia
Kamis, 26 November 2020 - 11:15 WIB
Indonesia mengecam keras berulangnya kasus penyiksaan pekerja migran di Malaysia, yang kali ini dial...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV