Tuntut keadilan, 13 nelayan Patimban aksi jalan kaki ke Jakarta
Elshinta
Kamis, 19 November 2020 - 18:40 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Tuntut keadilan, 13 nelayan Patimban aksi jalan kaki ke Jakarta
Sumber foto: Teddy Widara/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebanyak 13 orang nelayan Désa Patimban, Pusakanagara, Subang, Jawa Barat melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta dengan tujuan menuntut penegakan keadilan atas kompensasi akibat dampak proyek pembangunan Pelabuhan Internasional Patimban.

Dalam aksi ini juga menuntut KPK untuk menuntaskan kasus di Subang. Sebagaimana dikatakan koordinator aksi yaitu Asep Warna Toha menyebutkan tujuannya ialah supaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan hutang kasus perkara yang melibatkan pejabat Kabupatén Subang. Kemudian para nelayan menuntut kompensasi a pembangunan pelabuhan Patimban.

"Aksi dimulai dari Kantor Pemda menuju ke arah Kalijati kemudian dilanjutkan ke Ciasem. Dengan tempat yang dituju Kantor KPK, Istana Presiden, Kementerian Perhubungan dan DPR RI," ujarnya kepada Kontributor Elshinta Teddy Widara, Kamis (19/11).

Rute yang ditempuh ialah dari Kantor Bupati menuju Jalan protokol Otista dilanjut ke Kalijati- Purwadadi- Ciasem-Cikampek- Pemda Krw- Cikarang- Bekasi- Pemkot Bekasi- Cakung-Pulogadung- Cempaka Putih- Senen-Matraman- KPK-Kemenhub-Istana- Mahkamah Konstitusi-DPR RI.

Perjalanan ditempuh selama empat hari empat malam. Pertama akan bermalam di Ciasem, kedua di Karawang, ketiga di Bekasi dan terakhir di Jakarta.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sesosok mayat pria tak dikenal ditemukan warga Pantai Gemi
Rabu, 20 Januari 2021 - 16:23 WIB
Warga di sekitar Lingkungan XI, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumater...
Padam beberapa jam, aliran listrik Medan kembali normal
Rabu, 20 Januari 2021 - 14:47 WIB
Setelah sempat padam beberapa jam karena ada gangguan di instalasi regasifikasi milik Perta Arun Gas...
20 Januari 1978: Soeharto membreidel 7 media massa
Rabu, 20 Januari 2021 - 06:00 WIB
Pada 20 Januari 1978 tujuh surat kabar harian Jakarta, yaitu Kompas, Merdeka, Sinar Harapan, Pelita,...
19 Januari 2011: Gayus Tambunan divonis, total hukuman 30 tahun namun beberapa kali jalan sampai ke luar negeri
Selasa, 19 Januari 2021 - 06:00 WIB
Gayus Tambunan divonis penjara total 30 tahun karena kasus suap, pencucian uang hingga  penggelapa...
18 Januari 1999: SH Mintardja meninggal, tetapi komiknya belum tamat
Senin, 18 Januari 2021 - 06:00 WIB
SH Mintardja penulis komik silat Nusantara yang sangat produktif. Hingga tutup usia, salah satu kary...
17 Januari 1948: Perjanjian Renville Belanda menang banyak, Amin Sjarifuddin mundur
Minggu, 17 Januari 2021 - 06:00 WIB
Perjanjian Renville hanya membuat wilayah Indonesia semakin sedikit. Wilayah yang kaya sumber alam d...
16 Januari 1926: Hari kelahiran Bu Kasur, seniman dan tokoh pendidikan   
Sabtu, 16 Januari 2021 - 06:00 WIB
Bersama suaminya, Soerdjono alias Pak Kasur, mereka pernah mendidik tokoh-tokoh nasional Indonesia, ...
Berita duka, ulama tanah air Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf meninggal dunia
Jumat, 15 Januari 2021 - 20:08 WIB
Seorang lagi, ulama tanah air berpulang. Habib Ali bin Abdurahman Assegaf meninggal dunia di Rumah ...
Lima rumah makan dan  tempat hiburan kena denda dan pencabutan izin usaha
Jumat, 15 Januari 2021 - 10:55 WIB
Dalam pelaksanaan dan perketatan PSBB juga pembatasan kegiatan masyarakat di Kabupaten Tangerang, Ba...
15 Januari 1974: Protes mahasiswa menentang invansi modal asing
Jumat, 15 Januari 2021 - 06:00 WIB
Kebijakan ekonomi Pemerintahan Soeharto yang terlalu berpihak kepada investasi asing, menjadi pemicu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV