Polri: Tidak ada kompromi untuk kerumunan massa
Elshinta
Kamis, 01 Oktober 2020 - 08:33 WIB | Penulis : Dewi Rusiana | Editor : Administrator
Polri: Tidak ada kompromi untuk kerumunan massa
Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/3n7Spz1

Elshinta.com - Polri kini tidak lagi bertoleransi terhadap tiap kerumunan yang ada. Kasus ramainya panggung dangdut yang diadakan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal menjadi pelajaran dan yang terakhir, tidak boleh lagi ada kerumunan massa selama pandemi COVID-19 ini.

Melalui laman resminya, Rabu (30/9), Polri menyatakan bahwa jika Polri dengan tegas menindak Kapolsek Tegal Selatan yang membiarkan panggung dangdut berjalan, maka langkah yang sama pasti akan dilakukan untuk kelompok masyarakat manapun yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan melanggar protokol kesehatan.

Tidak heran, jika kemudian polisi dengan tegas membubarkan acara KAMI di Surabaya, yang tidak berizin dan mengumpulkan jumlah orang yang lebih banyak dari yang masih diperbolehkan. Meski menampilkan mantan panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, polisi tidak takut untuk membubarkannya.

Langkah tegas yang sama polisi lakukan saat memastikan untuk tidak mengeluarkan izin keramaian untuk pertandingan sepakbola Liga 1 dan Liga 2. Masih terlalu berisikonya pertandingan tersebut untuk mengumpulkan massa di luar stadion, menyebabkan Polri belum bisa memberikan izin event tersebut.

"Meski tidak populer, apa yang dilakukan polisi masih realistis dan harus didukung. Kita tentu tidak ingin, apapun eventnya dan siapapun penyelenggaranya, menjadi cluster terbaru bagi penyebaran COVID-19," papar Polri. 

"Saat ini, yang diperlukan adalah kedewasaan setiap elemen masyarakat, untuk tetap patuh pada protokol kesehatan. Jadi, saat sekarang ini, langkah Polri rasanya wajib kita ikuti," imbuh Polri.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tingkatkan pelayanan dan raih predikat WBK, Rutan Kelas 1 Tangerang resmikan 3 inovasi pelayanan    
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 14:46 WIB
Dalam meningkatkan pelayanan dan menciptakan satuan kerja berpredikat PBK rumah tahanan klas 1 Tange...
Diduga lakukan penodaan agama, anggota DPD dilaporkan ke polisi
Jumat, 30 Oktober 2020 - 15:29 WIB
Anggota DPD daerah pemilihan Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, dilaporkan ke Polda Bali oleh...
Dua anggota Polres OKU diberhentikan karena terlibat narkoba
Jumat, 30 Oktober 2020 - 15:19 WIB
Dua anggota Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan diberhentikan secara tidak hormat dari instit...
Polisi cek viral pengendara mobil terobos oneway di jalur Puncak
Jumat, 30 Oktober 2020 - 09:28 WIB
Satlantas Polres Bogor masih mengidentifikasi pengendara mobil berpelat nomor cantik yang viral neka...
Petugas Lapas Tungkal gagalkan penyelundupan sabu-sabu dalam pempek
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:39 WIB
Zulkifli (24) seorang pemuda Sungai Saren, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi ditangkap petugas la...
Tidak ada razia selama Operasi Zebra Jaya 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 - 09:55 WIB
Polda Metro Jaya tidak melakukan razia di suatu lokasi tertentu (stasioner) selama Operasi Zebra Jay...
Dirut BEI Inarno Djajadi  berharap tata kelola makin terjaga
Selasa, 27 Oktober 2020 - 20:31 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi berharap tata kelola di pasar modal ke d...
Jrx SID jelaskan arti postingannya sebut \
Selasa, 27 Oktober 2020 - 19:01 WIB
Terdakwa atas dugaan kasus ujaran kebencian dan dugaan pencemaran nama baik IDI, Jrx, menjelaskan ma...
Vanessa Angel minta tak dipisahkan dengan anak saat jalani hukuman
Senin, 26 Oktober 2020 - 20:04 WIB
 Terdakwa kasus kepemilikan psikotropika Vanessa Angel meminta kepada majelis hakim untuk tidak mem...
Dua mantan anggota DPRD Kota Bandung divonis 5 dan 6 tahun penjara
Senin, 26 Oktober 2020 - 15:01 WIB
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis kepada dua mantan anggota DPRD Kota Bandun...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV