Kejari Purwakarta dalami kasus dugaan beras PKH bercampur biji plastik
Elshinta
Rabu, 30 September 2020 - 16:36 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Kejari Purwakarta dalami kasus dugaan beras PKH bercampur biji plastik
Sumber foto: Tita Sopandi/elshinta.com.

Elshinta.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Jawa Barat masih mendalami kasus dugaan beras Program Keluarga Harapan (PKH) yang diduga bercampur biji plastik. Pengumpulan bukti dan keterangan pun menjadi langkah pertama dalam proses pendalaman atas kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negri Kabupaten Purwakarta, Andin Adyaksantoro, Rabu (30/9) mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan guna menelusuri mengapa terjadi kasus seperti ini. 

"Sejauh ini baru satu titik yang  ditemukan, dari satu karung beras terdapat biji plastik, dan juga berbau," ungkap Andin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Tita Sopandi.

Sementara itu, dugaan kasus ini mengemuka setelah adanya pengakuan dari warga berkaitan dengan beras yang diterimanya sebagai bantuan PKH, yaitu Yuyum warga Sukatani, berawal ketika memasak nasi di rice cooker terdapat bulir yang janggal. Tadinya mereka mengira bulir-bulir itu pengawet, sehingga meneruskan memasak beras itu sampai matang.

Begitu dimakan terasa kesat, pahit dan kasar dan bulir seperti pengawet itu pun sudah hancur dan bercampur nasi. Saat hendak mencuci beras lagi, menemukan lagi bulir yang sama. Ketika dikumpulkan ada sekitar 30 bulir, langsung dibuang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Vanessa Angel minta tak dipisahkan dengan anak saat jalani hukuman
Senin, 26 Oktober 2020 - 20:04 WIB
 Terdakwa kasus kepemilikan psikotropika Vanessa Angel meminta kepada majelis hakim untuk tidak mem...
Dua mantan anggota DPRD Kota Bandung divonis 5 dan 6 tahun penjara
Senin, 26 Oktober 2020 - 15:01 WIB
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis kepada dua mantan anggota DPRD Kota Bandun...
Operasi Zebra Jaya sasar 5 jenis pelanggaran 
Senin, 26 Oktober 2020 - 13:26 WIB
Operasi Zebra Jaya 2020 resmi digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, mulai hari ini hingga...
150 aparat gabungan Jakarta Timur gelar Operasi Zebra di tiga titik
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:05 WIB
Sebanyak 150 personel gabungan Jakarta Timur menggelar Operasi Zebra 2020 di tiga titik tersebar di ...
 Rawan korupsi, KPK monitor Pilkada di NTB
Minggu, 25 Oktober 2020 - 19:25 WIB
Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu provinsi dari 26 daerah yang pernah terjadi tindak pi...
Polres Cianjur proses hukum pendaki berfoto bugil
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 17:12 WIB
Polres Cianjur, Jawa Barat, akan memproses secara hukum pelaku foto bugil di kawasan Alun-Alun Surya...
KPK panggil wali kota Tasikmalaya sebagai tersangka
Jumat, 23 Oktober 2020 - 13:13 WIB
KPK, Jumat (23/10), memanggil Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, sebagai tersangka kasus suap ter...
Tim intelijen kejaksaan tangkap DPO tipikor Kejari Belawan di Singkil
Jumat, 23 Oktober 2020 - 10:11 WIB
Boy MF Tampubolon seorang rekanan pengadaan sarana dan alat penangkap ikan pada Dinas Pertanian dan ...
TGPF Intan Jaya: KKSB dibalik kasus pembunuhan di Intan Jaya
Rabu, 21 Oktober 2020 - 22:16 WIB
Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan Menko Polhukam telah melaporkan seluruh hasil ...
RUU Kejaksaan tonggak Restorative Justice di Indonesia
Rabu, 21 Oktober 2020 - 21:54 WIB
Aliansi Publik Indonesia (API) kembali menggelar diskusi virtual tentang Rancangan Undang-undang (RU...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV