WHO: Kematian COVID-19 global bisa capai 2 juta sebelum vaksin merata
Elshinta
Sabtu, 26 September 2020 - 13:29 WIB |
WHO: Kematian COVID-19 global bisa capai 2 juta sebelum vaksin merata
Bendera Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Foto : Antara

Elshinta.com - Jumlah kematian COVID-19 global bisa mencapai 2 juta sebelum vaksin ampuh digunakan secara merata atau bahkan bisa lebih tinggi angkanya jika tidak ada tindakan bersama untuk mengekang pandemi, menurut pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (25/9).

"Jika kita tidak melakukan itu semua, (2 juta kematian) ... tidak hanya dibayangkan, tetapi sangat mungkin terjadi," kata Mike Ryan,  ketua program kedaruratan badan PBB tersebut saat konferensi pers pada Jumat.

Jumlah kematian akibat COVID-19 selama sembilan bulan sejak virus ditemukan di Tiongkok hampir mencapai 1 juta.

"Kita tidak keluar dari hutan mana pun, kita tidak keluar dari hutan di Afrika," kata Ryan, dihimpun Antara.

Menurutnya, kaum muda seharusnya tidak disalahkan dalam lonjakan infeksi baru-baru ini meski muncul kekhawatiran bahwa mereka mendorong penyebaran virus setelah pembatasan dan penguncian di seluruh dunia dilonggarkan.

Sebaliknya, pertemuan orang dengan segala usia di ruangan tertutup mendorong epidemi, katanya.

WHO masih berdiskusi dengan Tiongkok mengenai kemungkinan keterlibatannya dalam skema pembiayaan COVAX, yang dibentuk untuk menjamin akses global vaksin COVID-19 secara cepat dan merata, sepekan setelah batas waktu untuk bergabung dengan skema tersebut berakhir.

"Kami sedang berdiskusi dengan Tiongkok mengenai peran yang mungkin mereka mainkan saat kami mengalami progres," kata Bruce Aylward, penasihat senior WHO sekaligus ketua program ACT-Accelerator untuk mendukung vaksin, obat serta diagnostik melawan COVID-19.

Ia memastikan bahwa Taiwan menandatangani skema tersebut, bahkan meski pihaknya bukanlah anggota WHO, sehingga menambah total partisipan menjadi 159.

Pembicaraan dengan Tiongkok juga membahas kemungkinan ekonomi terbesar kedua dunia tersebut memasok vaksin untuk skema COVAX, katanya.

WHO pada Jumat menerbitkan draf kriteria penilaian penggunaan darurat vaksin COVID-19 guna membantu mendampingi produsen obat saat uji klinis vaksin sudah dalam tahap lanjutan, kata asisten dirjen WHO, Mariangela Simao.

Sebelumnya pada Jumat pejabat kesehatan Tiongkok  menyebutkan WHO memberinya dukungan untuk mulai memberikan vaksin COVID-19 eksperimental kepada masyarakat bahkan saat uji klinis masih berlangsung. (Anj) 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Meksiko akan bayar efek samping vaksin COVID-19
Rabu, 21 Oktober 2020 - 16:30 WIB
Pemerintah Meksiko akan membayar untuk menutupi semua kewajiban yang timbul jika terdapat efek sampi...
Emas menguat didorong pelemahan dolar dan spekulasi stimulus AS
Rabu, 21 Oktober 2020 - 09:57 WIB
Emas naik tipis pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), mencatat kenaikan untuk hari kedua be...
UNICEF mulai amankan ratusan juta jarum suntik untuk vaksin COVID-19
Selasa, 20 Oktober 2020 - 17:20 WIB
UNICEF, badan PBB yang menyediakan bantuan kemanusiaan untuk anak-anak, pada Senin (19/10) mengataka...
Ada nama jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi
Selasa, 20 Oktober 2020 - 12:10 WIB
Nama Presiden Joko Widodo diabadikan sebagai sebuah nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada S...
Emas menguat, rebound dari penurunan akhir pekan lalu
Selasa, 20 Oktober 2020 - 10:50 WIB
Emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), rebound dari penurunan akhir pekan lalu...
Infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta
Senin, 19 Oktober 2020 - 14:02 WIB
Jumlah infeksi virus corona di India mencapai 7,55 juta pada Senin, mengalami peningkatan 55.722 kas...
Prancis akan usir 231 tersangka ekstremis usai serangan terhadap guru
Senin, 19 Oktober 2020 - 11:55 WIB
Prancis sedang bersiap untuk mengusir 231 orang asing dalam daftar pantauan pemerintah untuk dugaan ...
Bursa Asia menguat di awal pekan, didorong optimisme stimulus AS dan vaksin Covid-19
Senin, 19 Oktober 2020 - 09:58 WIB
Mayoritas bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini.
Armenia dan Azerbaijan saling tuduh langgar gencatan senjata
Minggu, 18 Oktober 2020 - 20:24 WIB
Armenia dan Azerbaijan pada Minggu saling tuduh melanggar gencatan senjata kemanusiaan yang baru dal...
Bahasa Indonesia masuk pendidikan ekstra kurikuler sekolah di Ottawa
Minggu, 18 Oktober 2020 - 14:58 WIB
Bahasa Indonesia masuk dalam program pendidikan ekstra kurikuler di sebagian taman kanak-kanak (TK) ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV