Peneliti Jepang kembangkan tes peringatan dini kasus parah COVID-19
Elshinta
Sabtu, 26 September 2020 - 10:51 WIB |
Peneliti Jepang kembangkan tes peringatan dini kasus parah COVID-19
Seorang pekerja medis melakukan tes pelatihan walk-in style polymerase chain reaction (PCR) untuk penyakit virus corona (COVID-19), di fasilitas darurat di Yokosuka, Tokyo Selatan, Jepang, Kamis (23/4/2020). Foto: Antara

Elshinta.com - Para peneliti Jepang mengembangkan tes darah yang menurut mereka  bisa saja dijadikan sebagai sistem peringatan dini kasus parah COVID-19, dan mengerahkan 500 mesin prototipe untuk menguji keampuhannya secara nasional.

Peneliti dari Pusat Nasional Medis dan Kesehatan Global yang sebelumnya menguji lima senyawa dalam darah 28 pasien, menemukan bahwa pembacaan serum CCL17 yang rendah menjadi prediksi dari infeksi serius COVID-19.

Hasil itu menunjukkan bahwa tes awal untuk serum dapat membantu menentukan pasien mana yang memerlukan rawat inap rumah sakit, katanya melalui dokumen yang dirilis September ini.

"Jika CCL17 lebih kecil dari 100 pikogram per milimeter, kemudian kami meminta mereka untuk dirawat inap, namun jika di atas dari 400, pasien dapat tinggal di hotel atau rumah mereka dan diperiksa setiap tiga hari," kata kepala peneliti Masaya Sugiyama kepada Reuters, Jumat (25/9).

Menurutnya, data lain diperlukan guna memastikan hasil dari riset mikro tersebut, kata Sugiyama. Namun sejak uji coba 28 pasien, kelompok tersebut telah bermitra dengan sebuah perusahaan Jepang untuk mengembangkan mesin uji prototipe untuk serum.

Hampir 500 perangkat kini digunakan di negara tersebut, yang memberikan hasilnya dalam waktu 20 menit, katanya.

Kelompok peneliti bersiap mencari persetujuan regulasi untuk perangkat tersebut di Jepang dan sedang memeriksa opsi lisensi dan ekspor untuk pasaran di luar negeri, menurut Sugiyama, yang menolak menyebutkan nama perusahaan yang dimaksud.

"Siapa yang akan berkembang menjadi (potensi) kasus kematian atau mereka yang tanpa gejala sangat penting untuk diklarifikasi," katanya. "Metode ini akan tersedia di seluruh dunia, dan jika mereka mengujinya, maka (penentuan) akan sangat mudah dipahami." Demikian Antara.  (Anj) 

 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Ledakan pipa gas di Irak sebabkan dua tewas, 51 lainnya terluka
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 19:12 WIB
Sedikitnya dua orang tewas dan 51 orang mengalami luka-luka akibat sebuah ledakan pipa gas di Irak b...
Pria yang tabrakkan mobilnya ke Masjidil Haram telah ditangkap polisi 
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 13:11 WIB
Kepolisian Arab Saudi telah menangkap pria yang menabrakkan mobilnya ke Masjidil Haram pada Jumat (3...
Korban tewas gempa Turki dan kepulauan Yunani jadi 19 orang
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 11:07 WIB
Sebanyak 19 orang tewas di Turki dan Yunani setelah gempa yang kuat melanda Laut Aegean, pada Jumat ...
Harga emas `rebound`, saat reli dolar AS terhenti dan kasus virus meningkat
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 09:39 WIB
Harga emas naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound dari penurunan dua hari berun...
Uni Eropa desak WHO lebih transparan dalam penanganan pandemi
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 09:21 WIB
Uni Eropa (EU) mendesak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) segera dirombak, agar lebih kuat menangani ...
Enam tewas dan 202 luka-luka akibat gempa Turki
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 07:20 WIB
Sebanyak enam orang meninggal dunia dan 202 orang terluka dalam gempa kuat yang mengguncang Laut Aeg...
Diduga berkaitan dengan penyerang Nice, satu orang ditahan
Jumat, 30 Oktober 2020 - 20:56 WIB
Seorang pria berusia 47 tahun ditahan karena dicurigai telah melakukan kontak dengan pelaku serangan...
Saham Hong Kong rugi empat hari beruntun, indeks HSI turun 1,95 persen
Jumat, 30 Oktober 2020 - 18:47 WIB
Saham-saham Hong Kong kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat, mencatat kerugian untuk h...
AS pecahkan rekor penularan dengan 91.000 lebih kasus baru COVID-19
Jumat, 30 Oktober 2020 - 14:05 WIB
Amerika Serikat memecahkan rekor kasus harian COVID-19 pada Kamis, dengan 91.000 lebih kasus baru, s...
KBRI Bangkok fasilitasi pemulangan ABK Indonesia
Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:36 WIB
KBRI Bangkok pada 29 Oktober 2020  memfasilitasi pemulangan empat orang anak buah kapal (ABK) asal ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV