Emas jatuh, investor beralih ke dolar berlindung dari virus Corona
Elshinta
Sabtu, 26 September 2020 - 09:29 WIB |
Emas jatuh, investor beralih ke dolar berlindung dari virus Corona
Ilustrasi. Emas batangan. Foto: Antara

Elshinta.com - Emas berjangka jatuh pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah menguat sehari sebelumnya, karena investor mencari perlindungan dalam dolar dari meningkatnya kasus virus Corona dan ketidakpastian atas stimulus AS berikutnya untuk membantu perekonomian.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, turun 10,6 dolar AS atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 1.866,3 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (24/9/2020), naik 8,5 dolar AS atau 0,45 persen menjadi 1.876,90 dolar AS per ounce.

Emas berjangka anjlok 39,2 dolar AS atau 2,05 persen menjadi 1.868,40 dolar AS pada Rabu (23/9/2020), setelah turun tiga dolar AS atau 0,16 persen menjadi 1.907,60 dolar AS pada Selasa (22/9/2020), setelah terpuruk 51,5 dolar AS atau 2,62 persen menjadi 1.910,60 dolar AS pada Senin (21/9/2020).

"Partai Republik dan Demokrat berada di halaman yang sama tentang menempatkan beberapa stimulus tetapi mereka tidak dapat memutuskan jumlah dan ketidakpastian yang mendorong investor menuju dolar," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.

Untuk minggu ini, emas berjangka jatuh turun 4,9 persen, terbesar dalam setidaknya enam minggu, karena dolar mencatat minggu terbaiknya sejak awal April.

Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut, seperti emas, lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan unit moneter lain.

Indeks dolar terus menguat pada Jumat (25/9/2020) sebagai reaksi terhadap pernyataan beberapa anggota Federal Reserve yang menunjukkan bahwa konsensus sebelumnya tentang suku bunga tetap nol selama tiga tahun ke depan tidak akurat dan bahwa suku bunga bisa naik lebih tinggi.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS pada Jumat (25/9/2020) menunjukkan bahwa pesanan barang tahan lama meningkat 0,4 persen pada Agustus, menawarkan beberapa dukungan untuk emas dan mencegah penurunannya sampai batas tertentu.

Seorang anggota parlemen utama mengatakan Demokrat di DPR AS sedang mengerjakan paket stimulus virus corona senilai 2,2 triliun dolar AS yang dapat dipilih minggu depan.

Federal Reserve minggu ini berbicara tentang pentingnya lebih banyak stimulus fiskal di tengah kekhawatiran investor akan pukulan ekonomi lain dari pandemi virus Corona.

Saham-saham di sebagian besar dunia, euro dan tembaga, semuanya menuju minggu-minggu terburuk sejak puncak gejolak virus corona, karena investor membuang aset-aset berisiko dan memilih dolar yang dinilai lebih aman.

Para analis pasar berpendapat bahwa prospek jangka menengah untuk logam mulia tetap bullish karena gelombang kedua pandemi COVID-19 telah melanda Eropa, dan mungkin segera datang ke Amerika Serikat, demikian Antara.  (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KBRI Praha gelar diskusi kerja sama perdagangan dan industri RI - Ceko
Rabu, 28 Oktober 2020 - 14:27 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia di Praha bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa...
Pandemi virus corona tingkatkan krisis demografi Jepang
Selasa, 27 Oktober 2020 - 21:16 WIB
 Jatuhnya angka kehamilan dan pernikahan di Jepang selama pandemi virus corona cenderung meningkatk...
Malaysia laporkan 1.240 kasus COVID-19 dengan tujuh kematian
Senin, 26 Oktober 2020 - 20:19 WIB
ementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan pada Senin hingga pukul 12.30 waktu setempat bahwa te...
Vaksin COVID-19 buatan Oxford ciptakan respons imun pada lansia
Senin, 26 Oktober 2020 - 19:48 WIB
 Calon vaksin COVID-19 buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc mampu memproduksi kekebalan t...
Google kucurkan  Rp11,7 miliar berantas hoaks di Indonesia
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:18 WIB
Google melalui lembaga filantropis Google.org mengumumkan hibah 800.000 dolar AS atau sekitar Rp11,7...
WHO tangkal informasi menyesatkan COVID-19 lewat Wikipedia
Senin, 26 Oktober 2020 - 14:31 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya menangkal informasi menyesatkan tentang COVID-19 lewat Wik...
552 pekerja migran ilegal dipulangkan dari Malaysia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:19 WIB
Sebanyak 552 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dipulangkan dengan menggunakan pesawat carter dar...
137 OTG teridentifikasi positif COVID-19 di Xinjiang
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:31 WIB
Sedikitnya 137 orang tanpa gejala teridentifikasi positif COVID-19 di Daerah Otonomi Xinjiang pada M...
Bom bunuh diri di pusat pendidikan Kabul tewaskan 24 orang
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:47 WIB
ebuah bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul, menewaskan 24 orang ...
Infeksi corona meningkat, Jerman ingatkan lagi agar hindari kontak
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:23 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Sabtu mengingatkan kembali masyarakat Jerman agar membatasi konta...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV