Emas melonjak 42,3 dolar karena dolar melemah, perubahan kebijakan Fed
Elshinta
Sabtu, 29 Agustus 2020 - 10:29 WIB |
Emas melonjak 42,3 dolar karena dolar melemah, perubahan kebijakan Fed
Ilustrasi. Foto: Antara

Elshinta.com - Emas berjangka melonjak lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), sehari setelah aksi jual tajam, karena dolar AS melemah dan Federal Reserve AS mengisyaratkan strategi suku bunga rendah yang berkepanjangan.

Pada Jumat (28/8) kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, melambung 42,3 dolar AS atau 2,19 persen menjadi ditutup pada 1.974,90 dolar AS per ounce.​​​​​​​

Emas berjangka jatuh 19,9 dolar AS atau 1,02 persen menjadi 1.932,60 dolar AS​​​​​​​ pada Kamis (27/8) setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS naik menyusul pidato Ketua Fed Jerome Powell tentang strategi kebijakan bank sentral AS.

Pada Rabu (26/8), emas berjangka melonjak 29,4 dolar AS atau 1,53 persen menjadi 1.952,5 dolar AS, setelah merosot 16,1 dolar AS atau 0,83 persen menjadi 1.923,10 dolar AS pada Selasa (26/8) dan turun 7,8 dolar AS atau 0,4 persen menjadi 1.939,2 dolar AS pada Senin (24/8).

"Aksi jual yang cukup besar dalam greenback telah menopang emas," kata David Madden, analis pasar di CMC Markets Inggris.

"The Fed mengatakan dapat membiarkan inflasi berjalan di atas target dua persen untuk beberapa waktu tampaknya mereka akan menjaga kebijakan moneter mereka sangat longgar, yang akan membantu emas."

Dolar jatuh ke level terendah lebih dari satu minggu, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, dan berada di jalur untuk membukukan persentase penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juli.

Powell mengatakan pada Kamis (27/8) bahwa bank sentral akan mengadopsi target inflasi rata-rata, yang berarti suku bunga kemungkinan akan tetap rendah meskipun inflasi naik sedikit di waktu mendatang.

Di sisi lain, bank-bank sentral global dan pemerintah-pemerintah telah memompa stimulus besar-besaran ke pasar untuk menopang ekonomi mereka yang rusak akibat virus corona, membantu emas meningkat lebih dari 28 persen sejauh tahun ini.

"Pergeseran kebijakan Fed kemungkinan besar akan menyalakan kembali 'perdagangan inflasi', yang secara historis bullish untuk aset-aset keras (seperti emas)," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Suku bunga rendah cenderung mendukung emas, yang juga merupakan lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 59,2 sen atau 2,18 persen menjadi ditutup pada 27,79 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik 11,9 dolar AS atau 1,28 persen menjadi menetap pada 940 dolar AS per ounce, demikian Antara. (Anj)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pandemi virus corona tingkatkan krisis demografi Jepang
Selasa, 27 Oktober 2020 - 21:16 WIB
 Jatuhnya angka kehamilan dan pernikahan di Jepang selama pandemi virus corona cenderung meningkatk...
Malaysia laporkan 1.240 kasus COVID-19 dengan tujuh kematian
Senin, 26 Oktober 2020 - 20:19 WIB
ementerian Kesehatan Malaysia (KKM) melaporkan pada Senin hingga pukul 12.30 waktu setempat bahwa te...
Vaksin COVID-19 buatan Oxford ciptakan respons imun pada lansia
Senin, 26 Oktober 2020 - 19:48 WIB
 Calon vaksin COVID-19 buatan Universitas Oxford dan AstraZeneca Plc mampu memproduksi kekebalan t...
Google kucurkan  Rp11,7 miliar berantas hoaks di Indonesia
Senin, 26 Oktober 2020 - 18:18 WIB
Google melalui lembaga filantropis Google.org mengumumkan hibah 800.000 dolar AS atau sekitar Rp11,7...
WHO tangkal informasi menyesatkan COVID-19 lewat Wikipedia
Senin, 26 Oktober 2020 - 14:31 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya menangkal informasi menyesatkan tentang COVID-19 lewat Wik...
552 pekerja migran ilegal dipulangkan dari Malaysia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:19 WIB
Sebanyak 552 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal dipulangkan dengan menggunakan pesawat carter dar...
137 OTG teridentifikasi positif COVID-19 di Xinjiang
Senin, 26 Oktober 2020 - 10:31 WIB
Sedikitnya 137 orang tanpa gejala teridentifikasi positif COVID-19 di Daerah Otonomi Xinjiang pada M...
Bom bunuh diri di pusat pendidikan Kabul tewaskan 24 orang
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:47 WIB
ebuah bom bunuh diri di sebuah pusat pendidikan di ibu kota Afghanistan, Kabul, menewaskan 24 orang ...
Infeksi corona meningkat, Jerman ingatkan lagi agar hindari kontak
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:23 WIB
Kanselir Jerman Angela Merkel pada Sabtu mengingatkan kembali masyarakat Jerman agar membatasi konta...
Lembaga Brazil impor vaksin COVID-19 China yang ditolak Bolsonaro
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 18:48 WIB
Badan pengawas kesehatan Brazil, Anvisa, pada Jumat (23/10) mengizinkan lembaga biomedis Butantan...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV