Komunitas Pecinta Hewan desak Pemprov DKI awasi peredaran daging anjing
Elshinta
Jumat, 28 Agustus 2020 - 12:43 WIB | Penulis : Dody Handoko | Editor : Dewi Rusiana
Komunitas Pecinta Hewan desak Pemprov DKI awasi peredaran daging anjing
Komunitas Pecinta Hewan, Animal Defenders Indonesia desak Pemprov DKI Jakarta serius dalam mengawasi keluar-masuk anjing hidup untuk pasokan daging anjing di wilayah ibukota/ Ig Doni

Elshinta.com - Komunitas Pecinta Hewan, Animal Defenders Indonesia mendesak Pemprov DKI Jakarta agar benar-benar serius dalam mengawasi keluar-masuk anjing hidup untuk pasokan daging anjing di wilayah ibukota. 

Selain melanggar hukum, juga berpotensi membawa rabies masuk ke DKI Jakarta karena anjing-anjing dipasok dari daerah-daerah yang masih ada kasus rabies seperti Sukabumi, Pelabuhan Ratu, Ciamis dan sekitarnya.

"Sedangkan DKI berstatus bebas rabies dan mati-matian mempertahankan status tersebut. Ironisnya, di satu sisi mempertahankan status bebas rabies dan di sisi lain malah membiarkan satu jalur yang sangat rentan membawa masuk rabies ke Jakarta. Karenanya, Pemprov DKI Jakarta harus tegas dan kalau perlu memberikan sanksi terhadap para pelanggar. Sebab, sosialisasi dan cara-cara persuasif sudah tidak diindahkan lagi, mereka tetap bandel," ujar Doni Herdaru Tona, Ketua Komunitas Pecinta Hewan, Animal Defenders Indonesia dalam keterangannya, Kamis (7/8).  

Animal Defenders Indonesia juga melayangkan somasi kepada dua raksasa e-commerce secara sekaligus, Selasa (25/8/2020). 

Pasalnya, meski berulangkali diingatkan dan berjanji tidak akan memfasilitasi penjualan makanan olahan daging anjing, GrabFood dan GoFood tetap saja membandel.

"Kami sudah temui mereka dalam konteks friendly reminder pada awal Februari 2020. Melalui pertemuan itu disepakati untuk tidak memberikan ruang pada merchant-merchant nakal yang tetap menjual makanan olahan daging anjing dengan cara-cara licik. Namun faktanya masih kita dapati hal-hal semacam itu di GrabFood maupun GoFood. Karena itu, tadi siang kami secara resmi melayangkan somasi tertulis kepada keduanya," ujar Doni Herdaru.

Dirinya tetap berharap supaya GrabFood dan GoFood berpegang teguh pada komitmen yang pernah dibuat. Makin serius menjaga aplikasi mereka dari pelanggaran-pelanggaran hukum seperti yang telah dijabarkan Animal Defenders Indonesia secara langsung.

Sebagaimana diketahui, Grab Indonesia menjadi raksasa e-commerce ketiga yang digeruduk Animal Defenders Indonesia dalam satu pekan terakhir terkait penjualan daging anjing secara online.

Setelah mengunjungi kantor Tokopedia pada Senin (3/2/2020) dan Gojek pada Rabu (5/2/2020), Animal Defenders Indonesia melanjutkan perjuangannya dengan menyambangi kantor Grab Indonesia, Jumat (7/2/2020).

"Senang mendengar bahwa Grab juga telah aware akan hal ini dan sejalan dengan campaign kita dalam mengenyahkan daging anjing dari menu yang ditawarkan di Grab Food. Grab juga berkomitmen untuk mengupdate atau menambahkan larangan menjual daging anjing dalam kesepakatan maupun aturan mereka," katanya.

Doni menjelaskan, bagi merchant atau restoran yang masih nekad menjual daging anjing dan hewan liar lainnya, Grab Indonesia berjanji akan memberikan sanksi berupa take down menu hingga penghapusan merchant dari aplikasi.

Oleh karena itu, Doni Herdaru Tona meminta agar masyarakat turut berpartisipasi dalam mengawasi penjualan daging anjing secara online. Terkadang, walaupun menu daging anjing sudah di-take down, merchant mengakalinya dengan nama atau keyword baru.

"Jika mereka kreatif mengganti istilah daging anjing agar tidak terdeteksi sistem dan lolos dari pengawasan manual, mari kita juga makin ketat mengawasi merchant-meechant yang sudah kita pantau menjual daging anjing. Apakah mereka mengubah kata-kata tersebut atau beneran sudah tidak menjual lagi," tutur Doni.

Kini, Animal Defenders Indonesia sedikit merasa lega karena langkah mempersempit penjualan daging anjing sudah gencar dilaksanakan dan mendapatkan respon yang baik dari penyedia aplikasi.

Pihaknya sengaja terlebih dahulu menyasar platform e-commerce raksasa lantaran tingginya perputaran penjualan daging anjing dan hewan liar lainnya. Selain itu, SDM berkualitas juga diharapkan mampu menyerap keluhan dan saran terkait potensi pelanggaran aturan karena memfasilitasi penjualan makanan hasil olahan daging anjing.

"Keberhasilan berkomunikasi dengan Tokopedia, Gojek dan Grab serta saling menjaga agar tidak ada kecolongan jual daging anjing di menu, adalah keberhasilan kita semua. Tanpa kawan-kawan yang ikut memberikan info di daerah masing-masing, hal ini akan sangat sulit dicapai," katanya.

Menurut Doni, perjuangan memusnahkan penjualan makanan hasil olahan daging anjing belumlah usai. Namun, dengan dukungan dari semua pihak, hal yang berat dan butuh waktu panjang pun diyakini akan berhasil dalam rangka menuju Indonesia yang lebih baik.

"Mari terus tekan supply and demand di pangsa pasar daging anjing. Demand kita persempit dengan edukasi dan merapikan aplikasi-aplikasi, serta edukasi. Supply kita ganggu dengan banyak rescue, mengadopsi dan merumahkan anjing-anjing tak berpemilik di luar sana," pungkasnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pusat pembelajaran kelor terbesar se-Asia dibangun di Kota Palu
Jumat, 30 Oktober 2020 - 18:00 WIB
Pusat pembelajaran tanaman pohon kelor terbesar se-Asia (Asian Moringa Learning Center-Integrated Or...
Gubernur paparkan langkah Jabar antisipasi COVID-19 saat libur panjang
Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:51 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil memaparkan sejumlah langkah pemprov setempat dalam mencegah penye...
Menteri Desa ajak Muslimat NU sinergi bangun desa
Jumat, 30 Oktober 2020 - 17:08 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meng...
Kunjungan wisatawan di Kepulauan Togean Sulteng naik 100 persen
Jumat, 30 Oktober 2020 - 13:34 WIB
Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) menyebutkan terjadi peningkatan presentasi kunjungan w...
Satgas Palangka Raya keluarkan 472 izin pernikahan selama pandemi
Jumat, 30 Oktober 2020 - 12:01 WIB
Satgas Penanganan COVID-19 Kota Palangka Raya telah mengeluarkan 472 izin pelaksanaan pernikahan sel...
Polres di DKI Jakarta bagikan bansos dan masker
Jumat, 30 Oktober 2020 - 11:16 WIB
Sejumlah Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya melakukan Operasi Zebra Jaya 2020 dengan membagika...
Gus Yaqut: Penuh rahmah dan kasih sayang, Islam sangat menghargai perbedaan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 21:45 WIB
Peradaban umat manusia yang menghargai segala perbedaan, baik agama, suku, ras, kepercayaan, adat is...
Festival Seni Bali Jani II libatkan 1.000 seniman
Kamis, 29 Oktober 2020 - 17:26 WIB
Festival Seni Bali Jani (FSBJ) II Tahun 2020 yang digelar mulai 31 Oktober hingga 7 November 2020 ak...
Pupuk Indonesia telah salurkan 6,9 juta ton pupuk bersubsidi
Kamis, 29 Oktober 2020 - 10:15 WIB
PT Pupuk Indonesia (Persero) telah menyalurkan sebanyak 6.902.343 ton pupuk bersubsidi kepada petani...
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud gelar pameran pusaka Pangeran Diponegoro 
Kamis, 29 Oktober 2020 - 09:21 WIB
Masih dalam rangkaian Pekan Kebudayaan Nasional 2020, Direktorat Jenderal Kebudayaan melalui Museum ...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV