Wapres: Produk inovasi karya anak bangsa hanya sedikit yang komersial
Elshinta
Senin, 10 Agustus 2020 - 16:57 WIB |
Wapres: Produk inovasi karya anak bangsa hanya sedikit yang komersial
Sumber Foto: https://bit.ly/2F1gFRU

Elshinta.com - Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan peneliti-peneliti di Indonesia banyak menghasilkan produk inovasi, namun hanya sedikit dari hasil tersebut yang bisa dipasarkan untuk keperluan masyarakat.

"Banyak inovasi yang dihasilkan oleh anak bangsa, namun hanya sedikit yang dapat dikomersialkan atau dipasarkan. Jika inovasi tidak dapat dikomersialkan, maka inovasi tersebut kurang bermakna bagi bangsa ini," kata Ma'ruf Amin saat membuka acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 di Jakarta, Senin (10/8).

Ma'ruf mengatakan Pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk penelitian dan inovasi, namun jumlah sumber daya peneliti di Indonesia masih kurang, yakni hanya 89 orang per 1 juta penduduk. "Indonesia mempunyai alokasi anggaran 2,130.3 miliar dolar AS (sekitar Rp31,3 triliun), lebih besar dibanding Vietnam. Tetapi jumlah sumber daya peneliti Indonesia hanya 89 per 1 juta penduduk, sedangkan Vietnam jumlah penelitinya 673 orang per 1 juta penduduk," katanya.

Pemerintah Indonesia juga berperan besar dalam bidang penelitian cukup besar, kata Ma'ruf. Sementara kegiatan penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D) di Vietnam lebih banyak diberikan oleh industri. "Alokasi R&D di Indonesia itu terbesar dari Pemerintah, sebanyak 40 persen; sedangkan alokasi anggaran R&D di Vietnam yang paling besar dari sektor industri, sebanyak 52 persen," tukasnya.

Sementara itu, merujuk pada data Global Innovation Index (GII) Tahun 2019, Indonesia menduduki peringkat rendah di dunia, khususnya di negara-negara Asia Tenggara. Indonesia berada di posisi ke-85 dari 129 negara di dunia, kata Ma'ruf. "Sedangkan di ASEAN, peringkat inovasinya Indonesia ada di posisi kedua terendah, di atas Kamboja. Bandingkan dengan Singapura di peringkat ke delapan, dan Malaysia peringkat ke-35, yang ekonominya berbanding lurus dengan budaya inovasinya," jelasnya.

Oleh karena itu, Wapres berharap dengan adanya peringatan Hakteknas, masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya inovasi dan penelitian dalam memenuhi kebutuhan akan pengembangan teknologi. "Hakteknas ini saya anggap penting dalam mendorong budaya inovasi di Tanah Air. Saya harap melalui acara ini dapat mendorong budaya inovasi masyarakat Indonesia," ujarnya, demikian Antara. (Ank/Sik)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dukung UMKM Papua, PLN salurkan bantuan modal usaha
Selasa, 29 September 2020 - 21:10 WIB
PLN Unit Induk Wilayah Papua & Papua Barat (UIW P2B) menyalurkan bantuan modal usaha melalui Program...
DPR RI sahkan UU APBN 2021
Selasa, 29 September 2020 - 20:38 WIB
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja...
Menko PMK: Pemerintah siapkan 450 ribu ton beras bansos
Selasa, 29 September 2020 - 19:57 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah...
Ekonom: peningkatan daya beli antisipasi resesi panjang
Selasa, 29 September 2020 - 19:45 WIB
Ekonom dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Lukman Hakim mengatakan peningkatan daya beli ...
Rupiah ditutup menguat tipis 0,03% ke Rp 14.895 per dolar AS hari ini 
Selasa, 29 September 2020 - 18:10 WIB
Rupiah spot ditutup pada level Rp 14.895 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selas...
Akhir perdagangan hari ini, IHSG berbalik turun 0,56% ke 4.879 
Selasa, 29 September 2020 - 17:56 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbang di akhir perdagangan hari ini meski terus bergerak di zon...
KKP: Manfaatkan bonus demografi, tingkatkan wirausahawan perikanan
Selasa, 29 September 2020 - 17:04 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan pihak terkait agar dapat memanfaatkan bonus de...
Wamenkeu tegaskan belanja pemerintah jadi tulang punggung ekonomi Indonesia
Selasa, 29 September 2020 - 16:35 WIB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara menegaskan, belanja pemerintah dalam APBN dan APB...
BI dorong digitalisasi bank agar tidak ketinggalan
Selasa, 29 September 2020 - 15:56 WIB
Bank Indonesia (BI) mendorong perbankan merealisasikan open banking atau digitalisasi layanan perban...
Wamenkeu: Ekonomi RI negatif sudah diperkirakan sejak Maret 2020
Selasa, 29 September 2020 - 14:24 WIB
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan perekonomian Indonesia mengalami pertumbuhan negat...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV